CookpadCookpad
Tamu
Daftar atau Masuk
Simpan dan tulis resep, kirim Cooksnap, dan lainnya
  • Cari
  • Premium
    • Jajaran Resep Unggulan
    • Menu Mingguan Premium
    • Paling Banyak Dilihat
  • Premium
  • Posting Bareng
  • FAQ
  • Kirim Saran
  • Negara
  • Koleksi Resep
Koleksi Resep
Untuk mulai membuat koleksi resep, silakan daftar atau masuk.
Sourdough starter/Ragi alami
Simpan resep ini untuk dapat dilihat lagi nanti.
  • Kirim Cooksnap
  • Tambahkan ke folder
  • Cetak
  • Bagikan
    • Disalin!
    • Email
    • Facebook
    • Pin gambar
    • X
  • Laporkan Resep
  • Lihat Detail Statistik
  • Edit resep
  • Hapus
CookpadCookpad
Foto resep Sourdough starter/Ragi alami

Sourdough starter/Ragi alami

stnurfitria
stnurfitria @stnurfitria
Bandung, Jawa Barat, Indonesia

Belum pernah bikin roti, lalu iseng belajar bikin ragi alami dari ahlinya (memang gak terlalu tertarik rerotian pake instant yeast, paling dibuat donat, pizza dan itu pun yang nguleni suami 😄).

Prinsip pembuatan ragi alami ini adalah menumbuhkan bakteri dan ragi liar melalui proses fermentasi tepung dan air. Ragi dibuat pada suhu ruangan 26,5-29 derajat Celcius. Perbandingan starter:tepung:air 1:2:2 dengan interval feeding setiap 12 jam (saran feeding dilakukan antara jam 6-9 agar tdk mengganggu waktu tidur malam). Bakteri akan menghasilkan lactic acid yang memberikan rasa asam sehingga dinamai sourdough.

Roti sourdough konon lebih sehat krn laju metabolisme gula lbh lambat, zat antinutrisi lebih rendah shg tubuh mampu menyerap lebih banyak mineral, less gluten, dan mengandung probiotik.

Yeayy let's produce dopamin.

Belum pernah bikin roti, lalu iseng belajar bikin ragi alami dari ahlinya (memang gak terlalu tertarik rerotian pake instant yeast, paling dibuat donat, pizza dan itu pun yang nguleni suami 😄).

Prinsip pembuatan ragi alami ini adalah menumbuhkan bakteri dan ragi liar melalui proses fermentasi tepung dan air. Ragi dibuat pada suhu ruangan 26,5-29 derajat Celcius. Perbandingan starter:tepung:air 1:2:2 dengan interval feeding setiap 12 jam (saran feeding dilakukan antara jam 6-9 agar tdk mengganggu waktu tidur malam). Bakteri akan menghasilkan lactic acid yang memberikan rasa asam sehingga dinamai sourdough.

Roti sourdough konon lebih sehat krn laju metabolisme gula lbh lambat, zat antinutrisi lebih rendah shg tubuh mampu menyerap lebih banyak mineral, less gluten, dan mengandung probiotik.

Yeayy let's produce dopamin.

Lebih banyak

Sourdough starter/Ragi alami

stnurfitria
stnurfitria @stnurfitria
Bandung, Jawa Barat, Indonesia

Belum pernah bikin roti, lalu iseng belajar bikin ragi alami dari ahlinya (memang gak terlalu tertarik rerotian pake instant yeast, paling dibuat donat, pizza dan itu pun yang nguleni suami 😄).

Prinsip pembuatan ragi alami ini adalah menumbuhkan bakteri dan ragi liar melalui proses fermentasi tepung dan air. Ragi dibuat pada suhu ruangan 26,5-29 derajat Celcius. Perbandingan starter:tepung:air 1:2:2 dengan interval feeding setiap 12 jam (saran feeding dilakukan antara jam 6-9 agar tdk mengganggu waktu tidur malam). Bakteri akan menghasilkan lactic acid yang memberikan rasa asam sehingga dinamai sourdough.

Roti sourdough konon lebih sehat krn laju metabolisme gula lbh lambat, zat antinutrisi lebih rendah shg tubuh mampu menyerap lebih banyak mineral, less gluten, dan mengandung probiotik.

Yeayy let's produce dopamin.

Belum pernah bikin roti, lalu iseng belajar bikin ragi alami dari ahlinya (memang gak terlalu tertarik rerotian pake instant yeast, paling dibuat donat, pizza dan itu pun yang nguleni suami 😄).

Prinsip pembuatan ragi alami ini adalah menumbuhkan bakteri dan ragi liar melalui proses fermentasi tepung dan air. Ragi dibuat pada suhu ruangan 26,5-29 derajat Celcius. Perbandingan starter:tepung:air 1:2:2 dengan interval feeding setiap 12 jam (saran feeding dilakukan antara jam 6-9 agar tdk mengganggu waktu tidur malam). Bakteri akan menghasilkan lactic acid yang memberikan rasa asam sehingga dinamai sourdough.

Roti sourdough konon lebih sehat krn laju metabolisme gula lbh lambat, zat antinutrisi lebih rendah shg tubuh mampu menyerap lebih banyak mineral, less gluten, dan mengandung probiotik.

Yeayy let's produce dopamin.

Lebih banyak
Tersimpan
Simpan resep ini untuk dapat dilihat lagi nanti.
Edit resep
Lihat Detail Statistik
Tambahkan ke folder
Kirim CooksnapKirim Cooksnap
BagikanBagikan
  • Disalin!
  • Email
  • Facebook
  • Pin gambar
  • X
CetakCetak
  • CetakCetak
  • Kirim CooksnapKirim Cooksnap
  • Laporkan Resep
  • Lihat Detail Statistik
  • Hapus
Bagikan
  • Disalin!
  • Email
  • Facebook
  • Pin gambar
  • X
Simpan resep ini untuk dapat dilihat lagi nanti.
  • Kirim Cooksnap
  • Tambahkan ke folder
  • Cetak
  • Laporkan Resep
  • Lihat Detail Statistik
  • Edit resep
  • Hapus

Bahan-bahan

10 hari
~
  1. 1 bkstepung roti (tepung protein tinggi atau sedang/serbaguna)
  2. Air matang
  3. 2 buahjar 400 ml (sebaiknya kaca)
Cookpad Buka di Aplikasi
Tersimpan
Simpan resep ini untuk dapat dilihat lagi nanti.

Cara Membuat

10 hari
  1. 1

    Hari 1: Buat starter dengan cara mencampurkan 50 g tepung + 50 g air ke dalam jar1 lalu aduk rata. Tutup namun tdk perlu terlalu rapat. Tandai batas awal adonan dgn karet gelang. Diamkan 20-24 jam. (Gambar adalah adonan stlh 24 jam)

    Foto langkah ke 1 dari resep Sourdough starter/Ragi alami.
  2. 2

    Hari 2: masukkan 25 g adonan sebelumnya ke dalam jar 2, tambahkan 50 g tepung + 50g air, aduk rata. Tandai dgn karet gelang. Buang sisa adonan awal, cuci bersih jar1. Diamkan 12 jam (1st feeding). Adonan naik 2 kali lipat. Aroma mulai menyengat.

    Foto langkah ke 2 dari resep Sourdough starter/Ragi alami.
  3. 3

    Hari 2: masukkan 25 g adonan sebelumnya ke dalam jar 1, tambahkan 50 g tepung + 50g air, aduk rata. Tandai dgn karet gelang. Buang sisa adonan awal, cuci bersih jar 2. Diamkan 12 jam (2nd feeding). Adonan naik 3 kali lipat, ada bubble, aroma agak menyengat.

    Foto langkah ke 3 dari resep Sourdough starter/Ragi alami.
  4. 4

    Ulangi langkah 1-2 hingga hari ke 5 atau hingga terbentuknya ragi. Hingga hari ke 3 1st feeding adonan selalu naik, setelahnya selalu hampir tidak naik, sedikit bubble, aroma menyengat hilang.

    Foto langkah ke 4 dari resep Sourdough starter/Ragi alami.
    Foto langkah ke 4 dari resep Sourdough starter/Ragi alami.
    Foto langkah ke 4 dari resep Sourdough starter/Ragi alami.
  5. 5

    Foto hari ke 4-5. Kondisi tidak berubah

    Foto langkah ke 5 dari resep Sourdough starter/Ragi alami.
    Foto langkah ke 5 dari resep Sourdough starter/Ragi alami.
    Foto langkah ke 5 dari resep Sourdough starter/Ragi alami.
  6. 6

    Foto hari ke 6-7. Kondisi tidak berubah. Seharusnya di hari ke 6 ragi sudah terbentuk (dengan tanda aktif/naik kembali). Jika hasilnya seperti ini, maka teruskan saja feeding. Adonan pada hari 7 dan 8 saya tinggal 2 malam, suami saya yang lakukan feeding 😋

    Foto langkah ke 6 dari resep Sourdough starter/Ragi alami.
    Foto langkah ke 6 dari resep Sourdough starter/Ragi alami.
    Foto langkah ke 6 dari resep Sourdough starter/Ragi alami.
  7. 7

    Pada hari 9, adonan kembali naik, banyak bubble. Pertanda mulai menjadi ragi.

    Foto langkah ke 7 dari resep Sourdough starter/Ragi alami.
  8. 8

    Hari ke 10, adonan konsisten naik setelah feeding 2 kali --> pembuktian bahwa ragi sudah terbentuk.

    Foto langkah ke 8 dari resep Sourdough starter/Ragi alami.
    Foto langkah ke 8 dari resep Sourdough starter/Ragi alami.
    Foto langkah ke 8 dari resep Sourdough starter/Ragi alami.
  9. 9

    Lakukan float test: masukkan adonan ke dalam air, siap digunakan jika mengambang

    Foto langkah ke 9 dari resep Sourdough starter/Ragi alami.
  10. 10

    Hari ke 11, saya akan membuat roti. Campurkan 60 g adonan sebelumnya + 60 g tepung + 60g air (1:1:1) dalam jar baru, aduk rata. Dalam 3-4 jam ragi naik 2 kali lipat. Siap digunakan untuk pembuatan roti.

    Foto langkah ke 10 dari resep Sourdough starter/Ragi alami.
  11. 11

    Jika ragi sudah jadi, bisa disimpan di dalam kulkas (chiller). Saat akan digunakan, keluarkan hingga suhu ruangan, beri feeding 1:1:1 agar naik dalam 3-4 jam. Setiap adonan yang dibuang dari ragi yang sudah jadi bs dimanfaatkan untuk membuat pancake, donat, crackers, dll (tdk perlu dalam kondisi peak)

  12. 12

    Agar ragi kuat dan prima, simpan kulkas dan beri feeding seminggu sekali (sekalian ganti jar agar terhindar dari jamur)

Tersimpan
Simpan resep ini untuk dapat dilihat lagi nanti.
Edit resep
Lihat Detail Statistik
Tambahkan ke folder
Kirim CooksnapKirim Cooksnap
BagikanBagikan
  • Disalin!
  • Email
  • Facebook
  • Pin gambar
  • X
CetakCetak
  • CetakCetak
  • Kirim CooksnapKirim Cooksnap
  • Laporkan Resep
  • Lihat Detail Statistik
  • Hapus

Cooksnap

Tersimpan
Simpan resep ini untuk dapat dilihat lagi nanti.
  • Kirim Cooksnap
  • Tambahkan ke folder
  • Cetak
  • Bagikan
    • Disalin!
    • Email
    • Facebook
    • Pin gambar
    • X
  • Laporkan Resep
  • Lihat Detail Statistik
  • Edit resep
  • Hapus

Disalin!

stnurfitria
stnurfitria @stnurfitria
pada 27 September 2020 14.55
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Suka masak dan dimasakin 😛
Lebih banyak

Komentar (7)

hesidz
hesidz @hesidz
20 Oktober 2020 03.05
Halo sis, hari ke 2 maksudnya didiamkan 12 jam, jam 9 malam 1st feeding itu apakan?
Tamu
Beri komentar
0/0

Resep Serupa

Rekomendasi Resep Lainnya

  1. 6/26. Es Kelapa Jeruk
  2. Es Jamur Salju Mangga
  3. Es Alpukat + Susu Karamel=Durian
  4. Lumpur Surga
  5. Bihun Goreng Sosis
  1. Siomay dimsum ayam udang
  2. Kue talam ketan srikaya pandan
  3. Seblak Kuah Pedas
  4. Kripik brownies/brownies cookies
  5. 81.Bolu Kukus Mekar Labu Kuning
  1. Keong Racun
  2. Pare Crispy
  3. Pare Crispy
  4. Nasi uduk tanpa santan By. Fiber Cream
https://cookpad.wasmer.app/id/resep/13728711
Cookpad Buka di Aplikasi

Tentang Kami

Misi kami di Cookpad adalah untuk membuat masak sehari-hari makin menyenangkan, karena kami percaya bahwa memasak adalah kunci menuju kehidupan yang lebih bahagia dan lebih sehat bagi manusia, komunitas, dan bumi. Kami mendukung koki rumahan di seluruh dunia untuk membantu satu sama lain dengan berbagi resep dan pengalaman memasak.

Langganan Premium untuk menikmati fitur & manfaat eksklusif!

Komunitas Cookpad

🇺🇸 United States 🇬🇧 United Kingdom 🇪🇸 España 🇦🇷 Argentina 🇺🇾 Uruguay 🇲🇽 México 🇨🇱 Chile 🇻🇳 Việt Nam 🇹🇭 ไทย 🇮🇩 Indonesia 🇫🇷 France 🇸🇦 السعودية 🇹🇼 臺灣 🇮🇹 Italia 🇮🇷 ایران 🇮🇳 India 🇭🇺 Magyarország 🇳🇬 Nigeria 🇬🇷 Ελλάδα 🇲🇾 Malaysia 🇵🇹 Portugal 🇺🇦 Україна 🇯🇵 日本 Lihat Semua

Selengkapnya

Cookpad Premium Karir Kirim Saran Blog Ketentuan Pemakaian Panduan Komunitas Cookpad Kebijakan Privasi FAQ

Unduh aplikasi kami

Buka Aplikasi Cookpad di Google Play Buka Aplikasi Cookpad di App Store
Copyright © Cookpad Inc.
close