Uli Ketan/Jadah

Di Bogor, makanan ini disebut uli. Di rumah mertua, di Jateng, makanan ini disebut jadah.
Di Bogor, uli biasanya disajikan setelah digoreng. Dimakan dengan cara dicocol ke kuah semur daging. Setiap lebaran menu ini biasanya selalu ada, menemani opor, semur dan menu lebaran lainnya. Di rumah mertua, jadah dimakan begitu saja, tanpa digoreng, tanpa dicocol ke kuah apapun.
Nah anak-anak ternyata lebih suka makan uli seperti di rumah Mbah-nya, tanpa digoreng, tanpa dicocol. Yuk coba resepnya 😋!
Uli Ketan/Jadah
Di Bogor, makanan ini disebut uli. Di rumah mertua, di Jateng, makanan ini disebut jadah.
Di Bogor, uli biasanya disajikan setelah digoreng. Dimakan dengan cara dicocol ke kuah semur daging. Setiap lebaran menu ini biasanya selalu ada, menemani opor, semur dan menu lebaran lainnya. Di rumah mertua, jadah dimakan begitu saja, tanpa digoreng, tanpa dicocol ke kuah apapun.
Nah anak-anak ternyata lebih suka makan uli seperti di rumah Mbah-nya, tanpa digoreng, tanpa dicocol. Yuk coba resepnya 😋!
Cara Membuat
- 1
Rendam beras yang sudah dicuci bersih, minimal sejam. Saya biasanya kalau bikin siang, sejak pagi sudah saya rendam. Kalau bikin pagi, sejak malam rendamnya.
- 2
Panaskan kukusan. Setelah dandang panas, kukus beras ketan yang sudah direndam kurang lebih 10 menit.
- 3
Angkat beras, pindahkan ke baskom. Campur dengan kelapa parut, garam, dan kaldu bubuk. Aduk sampai rata. Tes rasa
- 4
Panaskan kembali dandang. Masukkan ketan yang sudah dicampur kelapa. Kukus sampai matang (sekitar 15 menit)
- 5
Setelah matang, pindahkan ke baskom. Tumbuk ketan hingga menjadi adonan yang lembut. Lalu cetak sesuai selera. Biasanya menggunakannya alas daun pisang. Tapi kalau saya, karena sering tidak punya daun pisang, jadi uli hanya dicetak di dalam kontainer makanan, lalu dipotong-potong dengan spatula plastik, siap disajikan.
Rasanya gurriihhh dari kelapa. Enaakkk.
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya



Komentar