Es dawet ireng/hitam khas Purworejo creamy (versi modern)

Bismillah
Alhamdulillah senang sekali pada kesempatan ini saya bisa membuat dawet oreng khas Purworejo. Kalau pulang ke rumah buyut, anak-anak tidak cukup minum segelas dawet ireng, masih nambah lagi. Biar puasa kali ini berasa di kampung saya buatkan menu ini untuk takjil berbuka puasa.
Sumber dari google.
Es Dawet Ireng adalah minuman tradisional khas dari Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, khususnya populer di Kecamatan Butuh. Berbeda dengan dawet pada umumnya yang berwarna hijau, cendol pada es ini berwarna hitam pekat ("ireng" dalam bahasa Jawa berarti hitam)Warna Hitam Alami: Warna hitam pada dawet berasal dari pewarna alami, yaitu abu bakar merang (batang padi) atau klaras (daun pisang kering) yang dihaluskan dan dicampur ke dalam adonan tepung.Asal-usul: Minuman ini awalnya dikenal sebagai kuliner di tepi sawah saat panen, salah satu yang terkenal adalah "Dawet Ireng Jembatan Butuh" di Purworejo.
Sedikit nostalgia untuk pembuatan dawet saya gunting, seperti yang pernah saya ketahui teknik membuat dawet oleh tetangga saya dahulu waktu kecil.
Saya buat versi modern tanpa menggunakan santan tapi hasil akhir tetap creamy, kental dan milky karena menggunakan Kental Manis Cap Enaak. So wajib dicobain nih untuk cookpaders 😊. Kental Manis Cap Enaak ada kemasan baru, yaitu 260gr dengan harga ekonomis dan mudah dibawa kemana mana.
#1001RasaEnaaknyaRamadan
#InspirasiDapurRamadan
#CookpadCommunity_Bali
#CPBali_TakjilNusantara2026
#CPBaliAuthor2026_Ima
Es dawet ireng/hitam khas Purworejo creamy (versi modern)
Bismillah
Alhamdulillah senang sekali pada kesempatan ini saya bisa membuat dawet oreng khas Purworejo. Kalau pulang ke rumah buyut, anak-anak tidak cukup minum segelas dawet ireng, masih nambah lagi. Biar puasa kali ini berasa di kampung saya buatkan menu ini untuk takjil berbuka puasa.
Sumber dari google.
Es Dawet Ireng adalah minuman tradisional khas dari Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, khususnya populer di Kecamatan Butuh. Berbeda dengan dawet pada umumnya yang berwarna hijau, cendol pada es ini berwarna hitam pekat ("ireng" dalam bahasa Jawa berarti hitam)Warna Hitam Alami: Warna hitam pada dawet berasal dari pewarna alami, yaitu abu bakar merang (batang padi) atau klaras (daun pisang kering) yang dihaluskan dan dicampur ke dalam adonan tepung.Asal-usul: Minuman ini awalnya dikenal sebagai kuliner di tepi sawah saat panen, salah satu yang terkenal adalah "Dawet Ireng Jembatan Butuh" di Purworejo.
Sedikit nostalgia untuk pembuatan dawet saya gunting, seperti yang pernah saya ketahui teknik membuat dawet oleh tetangga saya dahulu waktu kecil.
Saya buat versi modern tanpa menggunakan santan tapi hasil akhir tetap creamy, kental dan milky karena menggunakan Kental Manis Cap Enaak. So wajib dicobain nih untuk cookpaders 😊. Kental Manis Cap Enaak ada kemasan baru, yaitu 260gr dengan harga ekonomis dan mudah dibawa kemana mana.
#1001RasaEnaaknyaRamadan
#InspirasiDapurRamadan
#CookpadCommunity_Bali
#CPBali_TakjilNusantara2026
#CPBaliAuthor2026_Ima
Cara Membuat
- 1
Siapkan bahan kering untuk membuat dawet, kemudian beri air bersih lalu aduk hingga tidak ada adonan yang bergerindil
- 2
Masak dawet dengan api kecil sambil diaduk hingga adonan licin, mengkilat dan mengental. Ada letupan yang muncul dan uap panas. Matikan apinya. Kemudian pindahkan adonan ke plastik pipig bag.
- 3
Siapkan air dingin/air es. Gunting ujung piping bag dan semprotkan adonan ke air es. 💥Awas hati-hati jika adonan masih terasa panas, bisa berhenti sejenak. Kemudian dilanjutkan kembali. Lakukan hingga selesai. Kemudian gunting dawet agar tidak terlalu panjang dan saring.
- 4
Tambahkan potongan nangka dan bahan lain. Lalu tambahkan Kental Manis Cap Enaak.
- 5
Kemudian tambahkan secukupnya es batu dan aduk rata.
- 6
Sajikan es dawet ireng untuk takjil berbuka. Selamat mencoba 😊.
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya

















Komentar (2)