Sourdough Starter (Ragi Alami) dari Yeast Water Buah - Anti Gagal dan Cepat

Sinthia Tan
Sinthia Tan @sinthiatan
BSD Tangerang Selatan - Sumida Tokyo

Aku lagi mau buat ragi alami, buat dari 0 dari buah.
Dulu aku udah pernah buat pas masih tinggal di Indonesia, begitu di Jepang terpaksa ragi alami ku mati dan jadinya dibuang kata mamaku 😣

Udah kepengen buat dari musim autumn kemarin, tapi suhunya dingin apalagi masuk ke winter dan lanjut sampai spring. Nah mumpung sekarang lagi summer di Jepang, menurutku ini musim yang pas buat bikin "makhluk hidup" yang banyak manfaatnya buat per-rotian 😊

Kalau di Indonesia harusnya masalah suhu gak perlu pusing ya, soalnya selalu hangat, cocok suhu ruang biasa di Indo buat hidupin ragi alami.

Dari segi kesehatan, ragi alami yang dipakai untuk buat roti nanti bakalan menghasilkan roti yang lbh tinggi probiotiknya dan untuk indeks glikemiknya lebih rendah daripada roti yang pakai ragi instant.

Aku pakai buah anggur, bisa juga pakai apel ya.
Akhirnya setelah 84 jam, yeast water bisa dipanen dan lanjut buat sourdough starter.

Starter ini aku namai 'Natsumi' (夏美) yg artinya 'si cantik di musim panas', karena dia lahir di musim panas 🤣🫣
Natsumi akan ku rawat, kasih makan, sampai dia bisa stabil dan siap dipakai untuk buat roti.

Kalau ada mau tanya-tanya, mgkn ada yang aku ktgglan jelasin, bs tanya di kolom komen yaa 😆 kita diskusi

Sourdough Starter (Ragi Alami) dari Yeast Water Buah - Anti Gagal dan Cepat

33 orang berencana membuat resep ini

Aku lagi mau buat ragi alami, buat dari 0 dari buah.
Dulu aku udah pernah buat pas masih tinggal di Indonesia, begitu di Jepang terpaksa ragi alami ku mati dan jadinya dibuang kata mamaku 😣

Udah kepengen buat dari musim autumn kemarin, tapi suhunya dingin apalagi masuk ke winter dan lanjut sampai spring. Nah mumpung sekarang lagi summer di Jepang, menurutku ini musim yang pas buat bikin "makhluk hidup" yang banyak manfaatnya buat per-rotian 😊

Kalau di Indonesia harusnya masalah suhu gak perlu pusing ya, soalnya selalu hangat, cocok suhu ruang biasa di Indo buat hidupin ragi alami.

Dari segi kesehatan, ragi alami yang dipakai untuk buat roti nanti bakalan menghasilkan roti yang lbh tinggi probiotiknya dan untuk indeks glikemiknya lebih rendah daripada roti yang pakai ragi instant.

Aku pakai buah anggur, bisa juga pakai apel ya.
Akhirnya setelah 84 jam, yeast water bisa dipanen dan lanjut buat sourdough starter.

Starter ini aku namai 'Natsumi' (夏美) yg artinya 'si cantik di musim panas', karena dia lahir di musim panas 🤣🫣
Natsumi akan ku rawat, kasih makan, sampai dia bisa stabil dan siap dipakai untuk buat roti.

Kalau ada mau tanya-tanya, mgkn ada yang aku ktgglan jelasin, bs tanya di kolom komen yaa 😆 kita diskusi

Edit resep
Lihat Detail Statistik
Bagikan
Bagikan

Bahan-bahan

3 hari 12 jam
2 porsi
  1. Alat yang dibutuhkan:
  2. 1 pcsjar bersih dengan tutup
  3. Bahan Utama:
  4. 100 grbuah (me: anggur)
  5. 300 mlair mineral
  6. Bahan Untuk Makanan Ragi (1):
  7. 100 grair anggur yang berhasil difermentasi
  8. 100 grtepung terigu protein tinggi
  9. Bahan Untuk Feeding Starter:
  10. 20 grstarter
  11. 20 grtepung terigu protein tinggi
  12. 20 grair mineral

Cara Membuat

3 hari 12 jam
  1. 1

    Masukkan buah anggur sebanyak 100 gram dan air mineral sebanyak 300 ml kedalam jar bersih.

    Anggur tidak perlu dicuci (walaupun hanya cuci di air mengalir apalagi pakai sabun untuk sayur/buah, itu jangan ya, gak perlu digosok2 juga).

    Tujuan tidak dicuci: supaya masih dapat ragi liar yang menempel di kulit anggur.

  2. 2

    Tutup jar lalu fermentasikan (di suhu ruang hangat 25-28°C, tidak terkena sinar matahari) selama 3 hari. Ini aku buat di jam 11 siang.

    Hari yang sama di jam 11 malam (12 jam setelah pembuatan awal), buka jar untuk cek aroma dan tutup jar kembali, lalu kocok. Tujuan kocok jar: bantu sebar ragi dan menghindari jamur diam di permukaan.

  3. 3

    Hari kedua: jam 11 siang (12 jam setelah terakhir pengecekan dan pengocokan jar), lakukan kembali hal yg sama yaitu buka cek aroma, tutup jar kembali, lalu kocok. Lakukan juga hal ini di jam 11 malam. Hasilnya ada buih dan air agak butek, untuk aroma sudah khas bau buah / fruity.

  4. 4

    Di hari ke-3, lakukan hal yang sama untuk cek dan kocok jar setiap 12 jam sekali.

    Hasil hari ke-3 harusnya jar saat dibuka menimbulkan suara gas "pssss" dan buah akan mengambang dan berbusa yang berarti fermentasi selesai.

    Tapi punya ku di hari ke-3 jam 11 malam, anggur belum mengambang semuanya (baru beberapa butir aja), jadi aku lanjutin tunggu besok (cek setiap 12 jam).

  5. 5

    Besok paginya jam 9-an, aku cek sudah mengambang semua, berarti fermentasi yeast water ku sudah selesai.

  6. 6

    Yeast water yang sudah selesai langsung ambil airnya dengan cara: saring terlebih dahulu, ambil airnya timbang 100 gr ke jar bersih. Lalu tambahkan tepung terigu protein tinggi sebanyak 100 gr sebagai makanan pertama.

  7. 7

    Aduk dan simpan di suhu ruang hingga mengembang 2x lipat (3-12 jam). Tandai jar dengan spidol / karet supaya tau level kenaikan. Setelah 8 jam, ragi ku ngembang 2x nya.

  8. 8

    Starter yang sudah mengembang ini bener bener baru lahir dan masih belum kuat / belum stabil. Harus beberapa kali feeding baru bisa kuat / stabil. Cuma kalau feeding 1:1:1 lama2 numpuk dan kebuang juga akhirnya. Jadi aku hanya ambil sedikit buat ditabung/dipelihara, sisanya jadi 'sourdough discard'.

  9. 9

    Aku ambil natsumi untuk dipelihara seterusnya hanya 20 gr, sisanya 180 gr jadi sourdough discard (simpan di kotak wadah dan di kulkas).

    Notes: aku cuma simpan dikit, karena nanti di feeding rutin lama-lama makin nambah juga kok. Aku cuma sedikit karena siklus aku buat rerotian itu cm seminggu sekali, sesuaikan ya dengan plan kalian, kalau buat bisnis roti dan mau rutin hampir tiap hari ya jangan sesedikit aku ya, mungkin bisa 50gr-100gr starter untuk dipelihara.

  10. 10

    Starter yg akan dipelihara seterusnya aku feeding sebanyak mother:tepung:air = 1:1:1. Starter ditimbang 20 gr, tepung 20 gr, dan air 20 gr. Aduk rata. Simpan di suhu ruang hingga mengembang 2x lipat (kalau aku cukup 2 jam sudah mengembang).

  11. 11

    Ragi yang matang disebut 'mother' untuk membuat starter.

    Aku pindahin ke jar lebih kecil karena emang simpen sedikit lalu simpan dikulkas.

    Rutin beri makan (feeding) seminggu 1-2x dengan metode 1:1:1.

    Misal ambil mother 20 gr, tepung 20 gr, air 20 gr. Tunggu mengembang 2x lipat di suhu ruang, aduk / cek. Baru simpan lagi dikulkas.

  12. 12

    Tips agar fermentasi optimal:
    -Suhu ruang ideal sekitar 25-28°C.
    -Simpan di tempat hangat tapi tidak langsung kena sinar matahari.
    -Kalau suhu diatas 30°C, hasil akan terlalu cepat dan hasil tdk stabil dan resiko kontaminasi meningkat.
    -Kalau suhu dibawah 22°C, fermentasi lambat, bisa gagal atau butuh waktu lebih lama (5–7 hari).
    -Kalau suhu dibawah 18°C, raginya hampir tidak aktif, ragi susah tumbuh.

  13. 13

    Tanda-Tanda Starter Lapar (butuh feed ulang):
    -Gelembungnya kecil, sedikit, atau hilang
    -Bau asam kuat (kayak cuka atau keju)
    -Lapisan air di atas (hooch), biasanya bening, abu-abu, atau kecoklatan → tanda ragi haus dan lemas
    -Tekstur cair dan lemah (lebih encer)

    -Kalau bau jadi seperti alkohol kuat, cuka menyengat, atau basi, berarti sudah terlalu lapar

    -Kalau muncul jamur berbulu warna aneh (bukan hanya abu-abu air hooch), wajib buang semua starter.

  14. 14

    Sourdough Discard kalau sayang dibuang, bisa diolah jadi campuran pizza dough, adonan pancake, adonan donat, banyak resep-resep yang bisa pakai Sourdough Discard 😊 bisa cek yaa. Ini aku buat Sourdough Discardnya jadi pizza.

Edit resep
Lihat Detail Statistik
Bagikan

Cooksnap

Apakah kamu sudah membuat resep ini? Bagikan foto hasil kreasimu!

Ilustrasi digambar tangan berwarna abu-abu berupa kamera dan wajan penggorengan dengan bintang-bintang muncul dari wajan
Masak Hari Ini
Sinthia Tan
Sinthia Tan @sinthiatan
pada
BSD Tangerang Selatan - Sumida Tokyo
🇮🇩 living in 🇯🇵I find joy in slow mornings, warm ovens, and recipes that tell a story. Cooking and baking with heart, heritage, and a hint of curiosity 🍤🥟🍮Feel free to ask about recipes 😊IG TikTok @cookbysinWebsite www.cookbysin.com
Lebih banyak

Komentar

Resep Serupa