Bakpao Stroberi Bintit

“Yolehoo!” seloroh riang seorang kerabat datang tiba tiba, menenteng keranjang penuh buah stroberi, “Aelah yang baru datang dari dataran tinggi” canda kawan lama kami lainnya, seketika ruangan sepi itu menjadi riuh rendah. Memutar otak menyingsingkan lengan kamipun sepakat membuat bakpao isi buah stroberi.
Bakpao Stroberi Bintit
“Yolehoo!” seloroh riang seorang kerabat datang tiba tiba, menenteng keranjang penuh buah stroberi, “Aelah yang baru datang dari dataran tinggi” canda kawan lama kami lainnya, seketika ruangan sepi itu menjadi riuh rendah. Memutar otak menyingsingkan lengan kamipun sepakat membuat bakpao isi buah stroberi.
Cara Membuat
- 1
Campurkan tepung terigu, baking powder, dan ragi kue kedalam wadah bersih berseri. Campurkan di wadah lain telur ayam, garam dan susu uht. Campurkan kedua bahan hingga rata setara lalu uleni dalam hening.
- 2
Simpan adonan yang sudah kalis dalam wadah tertutup plastik pembungkus rapat agak longgar, biarkan selama setengah durasi film horror indonesia. Sembari itu siapkan pewarna alami dengan merebus kayu secang dalam panci, angkat jika warna sudah pekat melekat.
- 3
Campurkan pewarna alami dengan tepung terigu, jangan tambahkan bahan lainnya, uleni hingga tokcer. Kemudian siapkan daun pisang, cuci dan potong bentuk lingkaran sebesar buah kawista.
- 4
Siapkan bahan isian, cuci dan potong dadu doyong buah stroberi, campurkan dengan selai stroberi. Jika menginginkan tekstur buah agak lembek, selama tidak ada paksaan, buah boleh dimasak sejenak.
- 5
Pipihkan adonan, isikan selai buah lalu bulatkan adonan kembali, waspada agar adonan benar benar menutup sempurna, jangan sampai terlena dan ada celah. Beri hiasan polkadot dari adonan yang telah diberi pewarna alami. Letakkan diatas alas daun pisang setelah semua dirasa nah ini dia, kemudian kukus dengan air yang telah diberi pandan wangi enak selama 17 menit pas.
- 6
Oooh! Nyaaam! Aroma stroberi menyeruak saat gigitan pertama! Rasa empuk yang bertumbuk dengan gigi depan seolah memanjakan, lumeran selai dan roti seakan memeluk lidah dari berbagai penjuru, hangat bergerak turun ke tengorokan bagaikan ujung penantian hadirnya orang tersayang.
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya


















Komentar