Bakpao Stroberi Gulung

Ribut ribut sedari pagi, urusan perut memang kadang tak kenal waktu, seorang kawan sepulang dari ladang menyerah ketika mendapati beras yang hanya tinggal beberapa butir didapur. “Bikin bakpao lagi dong slur” pintanya tiba tiba, sedang kawan yang lain hanya menunjukkan ekspresi sepakat dengan mata berair. Aku yang sedang memilah jentik jentik untuk pakan ikan hanya bisa tercenung, “Boeh hate gadoeh Aleh hoeee” sahutku mengikuti lagu melayu popular.
Bakpao Stroberi Gulung
Ribut ribut sedari pagi, urusan perut memang kadang tak kenal waktu, seorang kawan sepulang dari ladang menyerah ketika mendapati beras yang hanya tinggal beberapa butir didapur. “Bikin bakpao lagi dong slur” pintanya tiba tiba, sedang kawan yang lain hanya menunjukkan ekspresi sepakat dengan mata berair. Aku yang sedang memilah jentik jentik untuk pakan ikan hanya bisa tercenung, “Boeh hate gadoeh Aleh hoeee” sahutku mengikuti lagu melayu popular.
Cara Membuat
- 1
Campur semua bahan, sisakan beberapa sendok tepung terigu dan susu uht, tambahkan sedikit demi waktu demi waktu agar proses menguleni lebih lancar. Seperti biasa, simpan dalam wadah dengan plastik terselubung rapat, sisakan ruang di wadah untuk proses pengembangan adonan.
- 2
Biarkan proses peragian adonan selama kurang lebih setengah pita kaset soundtrack anime jadul. Setelah selesai, lanjut dengan memukul mukul dendam untuk mengeluarkan udara dalam adonan. Gilas hingga pipih - taburi tepung - gulung - gilas lagi, lakukan terus tekun tekukur hingga tanpa sadar anda berkata sip!
- 3
Saat sudah terasa ahoy, pipihkan adonan lalu olesi dengan potongan buah stroberi kualitet yang telah dicampur selai stroberi curah, gulung kemudian letakkan diatas daun pisang siap kukus.
- 4
Siapkan rebusan dan beri daun pandan wangi dan buah jujube. Kukus adonan yang telah siap, tutup dengan kain bersih. Tunggu sambil menghafal lirik lagu Tenggang Tenggang Lopi.
- 5
Oooooohhh aroma manis segar stroberi menyatu dengan hawa hangat gandum punel seperti menjerat menarik narik, memaksa hati, lidah dan mulut untuk gembira bernyanyi bersama. “Tenggang tenggang lopi, lopinna i anak kodra, anak kodra di panja’ja..” tanpa sadar kami membentuk tim paduan suara.
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya











Komentar