Telok Ukan

Halo cookpad, hari ini saya mau ikutan posting #ResepTelurkuMendunia
Seneng bangettt ada kesempatan share resep tema ini. Saya harap resep ini bisa mendunia, biar dibaca banyak orang, makin banyak orang tau dan banyak yang recook, sehingga makanan tradisional ini tetap ada.
Menu masakan yang saya share hari ini adalah Telok Ukan, makanan khas kota Palembang. Saya yakin tidak semua orang Palembang tau makanan ini, karena makanan tradisional ini sudah sulit dijumpai. Jaman sekarang, makanan ini hanya bisa ditemui saat 17 Agustus, penjualnya pun hanya 1 atau 2 orang. Untuk 1 butirnya dihargai sebesar 5.000 - 7.000 rupiah.
Untuk sejarahnya, istilah "Telok Ukan" berasal dari bahasa Palembang "Telok Bukan" (telur bukan) karena bentuk makanannya unik. Cangkang telur bebek dipakai untuk cetakan makanannya dan bagian atasnya disumbat dengan gabus, jadi setiap orang yang liat selalu tanya telur bukan? Aslinya makanan ini cuma butuh 3 bahan yaitu telur bebek, kapur sirih, dan daun pandan. Tetapi proses pembuatannya cukup lama, rumit, dan extra sabar, menggunakan api kecil dan cangkang telur tidak boleh pecah.
Pada resep ini saya modifikasi dengan tambahan garam dan santan dari kelapa perasan pertama. Rasanya gurih, empuk, dan aromanya enak sekali. Bisa langsung dimakan, sebagai lauk nasi atau dimakan dengan bongkol (makanan tradisional Palembang yang juga sudah jarang ditemui)
Telok Ukan
Halo cookpad, hari ini saya mau ikutan posting #ResepTelurkuMendunia
Seneng bangettt ada kesempatan share resep tema ini. Saya harap resep ini bisa mendunia, biar dibaca banyak orang, makin banyak orang tau dan banyak yang recook, sehingga makanan tradisional ini tetap ada.
Menu masakan yang saya share hari ini adalah Telok Ukan, makanan khas kota Palembang. Saya yakin tidak semua orang Palembang tau makanan ini, karena makanan tradisional ini sudah sulit dijumpai. Jaman sekarang, makanan ini hanya bisa ditemui saat 17 Agustus, penjualnya pun hanya 1 atau 2 orang. Untuk 1 butirnya dihargai sebesar 5.000 - 7.000 rupiah.
Untuk sejarahnya, istilah "Telok Ukan" berasal dari bahasa Palembang "Telok Bukan" (telur bukan) karena bentuk makanannya unik. Cangkang telur bebek dipakai untuk cetakan makanannya dan bagian atasnya disumbat dengan gabus, jadi setiap orang yang liat selalu tanya telur bukan? Aslinya makanan ini cuma butuh 3 bahan yaitu telur bebek, kapur sirih, dan daun pandan. Tetapi proses pembuatannya cukup lama, rumit, dan extra sabar, menggunakan api kecil dan cangkang telur tidak boleh pecah.
Pada resep ini saya modifikasi dengan tambahan garam dan santan dari kelapa perasan pertama. Rasanya gurih, empuk, dan aromanya enak sekali. Bisa langsung dimakan, sebagai lauk nasi atau dimakan dengan bongkol (makanan tradisional Palembang yang juga sudah jarang ditemui)
Cara Membuat
- 1
Campurkan parutan kelapa + daun pandan dan diperas, dan ambil air perasannya, tambahkan garam + kapur sirih, kemudian saring
- 2
Pecahkan telur. Caranya : buat 1 titik pada ujung telur sisi yang lancip kemudian dengan menggunakan garpu kupas sedikit demi sedikit sampai berbentuk lubang kurang lebih diameter 1 cm. Keluarkan isi telur melalui lubang yang sudah dibuat dan masukkan ke dalam mangkok. Hati - hati ya cangkang telur jangan sampai retak dan lubang jangan terlalu lebar
- 3
Campurkan bahan pada langkah 1 dengan isi telur bebek. Kemudian saring
- 4
Masukkan campuran telur ke dalam cangkang telur bebek. Isi kurang lebih 3/4 bagian cangkang. Jangan diisi penuh ya karena telur akan mengembang. Kemudian tutup bagian atas telur dengan sumbat gabus yang dibentuk sesuai besar lubang
- 5
Kukus telur dengan api kecil dan tiap 5 menit buka tutup panci untuk mengecek dan mengurangi tekanan sehingga telur tidak retak saat mengembang
Kata kunci
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya










Komentar