16. PIRIK CABEK JAONG TUNU KHAS KUTAI RESEP TURUN-TEMURUN

Bismillah..
Kali ini saya memperkenalkan salah satu sambal asli khas Kutai yang patut juga diketahui. Namanya "Pirik Cabek Jaong Tunu". Kalau diartikan ke dalam Bahasa Indonesia artinya Cabai / Sambal Ulek Kecombrang Bakar.
Resep ini asli resep turun-temurun dari mamak saya Rahimahallah. Dari kecil, saya dan adik-adik sudah dibiasakan makan sambal ini. Sambal yang sebagian orang mungkin terasa aneh di lidah. Tapi bagi kami, ini sambal ternikmat. Apalagi bila disajikan dengan Jukut Betunu (Ikan Bakar) dan Gangan Labu (Sayur Labu). Masya Allah.. nikmat mana lagi yang harus dicari 🤤😋.
Jaong atau kecombrang kalau di Tenggarong, mudah sekali didapatkan. Biasanya dulu, orang-orang Dayak yang berjualan di pasar, banyak menjual jaong ini. Tapi berjalannya waktu, "lelek sayur", demikian panggilan orang Kutai untuk orang yang berjualan sayur keliling dengan sepeda motor, kadang membawa jaong juga untuk dijual.
Berbeda ketika saya tinggal di Banjarbaru. Kalau kepengen sambal ini, bingung harus mencari kemana. Belum pernah saya lihat ada orang yang jual jaong ini, bahkan sampai di Pasar Martapura sekali pun. Atau mungkin sayanya saja kali yang tidak pernah melihat 🤭😁.
Tapi alhamdulillah, mamak Rahimahallah dan Abah, kirimin saya bibitnya. Setelah 1 tahun menanam, alhamdulillah akhirnya bisa bikin sambal ini di Banjarbaru.
Qodarullah, entah harus sedih atau senang, karena saya bisa menikmati sambal ini tapi setelah mamak tiada 😢.
16. PIRIK CABEK JAONG TUNU KHAS KUTAI RESEP TURUN-TEMURUN
Bismillah..
Kali ini saya memperkenalkan salah satu sambal asli khas Kutai yang patut juga diketahui. Namanya "Pirik Cabek Jaong Tunu". Kalau diartikan ke dalam Bahasa Indonesia artinya Cabai / Sambal Ulek Kecombrang Bakar.
Resep ini asli resep turun-temurun dari mamak saya Rahimahallah. Dari kecil, saya dan adik-adik sudah dibiasakan makan sambal ini. Sambal yang sebagian orang mungkin terasa aneh di lidah. Tapi bagi kami, ini sambal ternikmat. Apalagi bila disajikan dengan Jukut Betunu (Ikan Bakar) dan Gangan Labu (Sayur Labu). Masya Allah.. nikmat mana lagi yang harus dicari 🤤😋.
Jaong atau kecombrang kalau di Tenggarong, mudah sekali didapatkan. Biasanya dulu, orang-orang Dayak yang berjualan di pasar, banyak menjual jaong ini. Tapi berjalannya waktu, "lelek sayur", demikian panggilan orang Kutai untuk orang yang berjualan sayur keliling dengan sepeda motor, kadang membawa jaong juga untuk dijual.
Berbeda ketika saya tinggal di Banjarbaru. Kalau kepengen sambal ini, bingung harus mencari kemana. Belum pernah saya lihat ada orang yang jual jaong ini, bahkan sampai di Pasar Martapura sekali pun. Atau mungkin sayanya saja kali yang tidak pernah melihat 🤭😁.
Tapi alhamdulillah, mamak Rahimahallah dan Abah, kirimin saya bibitnya. Setelah 1 tahun menanam, alhamdulillah akhirnya bisa bikin sambal ini di Banjarbaru.
Qodarullah, entah harus sedih atau senang, karena saya bisa menikmati sambal ini tapi setelah mamak tiada 😢.
Cara Membuat
- 1
Siapkan semua bahan.
- 2
Bakar jaong di atas api hingga layu sambil diputar agar merata. Kalau dulu bakarnya pakai arang, tapi sekarang saya pakai api kompor.
- 3
Bakar juga bawang merah hingga layu.
- 4
Siapkan bahan yang akan di ulek.
- 5
Ulek terlebih dahulu cabai rawit, bawang merah, terasi, gula merah, gula pasir, garam, dan penyedap rasa. Tidak usah terlalu halus. Sisihkan.
- 6
Iris tipis-tipis jaong atau kecombrang.
- 7
Masukkan jaong yang sudah diiris ke dalam ulekan. Lalu ulek jaong sebentar saja, agar masih berbentuk kasar dan menyatu dengan cabai.
- 8
Pirik Cabek Jaong Tunu Khas Kutai siap disajikan bersama lauk dan sayur pendamping sesuai selera.
CATATAN :
- Jaong atau kecombrang yang mekar maupun yang kuncup bisa digunakan.
- Banyaknya cabai tergantung tingkat kepedasan yang diinginkan.
- Untuk ukuran bahan lain seperti gula dan garam sebenarnya tidak harus sesuai resep, karena menyesuaikan selera masing-masing.
Kata kunci
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya











Komentar (17)