Sourdough starter / ragi alami / natural yeast

Sourdough Starter atau biasa disebut juga 'Levain', adalah adonan yg difermentasi secara alami, Ragi alami mengandung bakteri Lactobacilli yang membuat Roti mekar karena memproduksi CO2, seperti menggunakan Ragi instant. Sebelum ada Ragi instant, Ragi ini dipakai dalam pembuatan Roti sebagai ragi alami yang membuat roti mengembang. Pembuatan Sourdough starter sampai jadi Ragi alami sekitar 5 sampai 8 hari, tergantung Terigu yg digunakan. Adonan harus di feed (dicampur adonan baru) setiap hari secara teratur pada jam yg sama.
Sourdough starter / ragi alami / natural yeast
Sourdough Starter atau biasa disebut juga 'Levain', adalah adonan yg difermentasi secara alami, Ragi alami mengandung bakteri Lactobacilli yang membuat Roti mekar karena memproduksi CO2, seperti menggunakan Ragi instant. Sebelum ada Ragi instant, Ragi ini dipakai dalam pembuatan Roti sebagai ragi alami yang membuat roti mengembang. Pembuatan Sourdough starter sampai jadi Ragi alami sekitar 5 sampai 8 hari, tergantung Terigu yg digunakan. Adonan harus di feed (dicampur adonan baru) setiap hari secara teratur pada jam yg sama.
Cara Membuat
- 1
Hari pertama, jam 13.30. Campur air dan tepung. Aduk rata dalam jar kaca. Beri penanda karet gelang
- 2
Hari kedua. Jam 11.00. Starter sudah mulai mengembang 2 kali lipat. Sudah ada beberapa gelembung. Baunya sedikit asam seperti aroma tape. Tekstur agak kental dan stretchy.
- 3
Hari kedua, jam 11. Starter di feeding dengan ratio 1:1:1 (50 gram air : 50 gram tepung : 50 gram starter). Aduk rata. (Sisa starter yang tidak terpakai namanya discard) bisa dibuang. Sisa ragi alami hari kedua kurang kuat untuk dicampur ke dalam makanan atau kue. Masukkan ke dalam wadah, beri penanda menggunakan karet gelang.
- 4
Hari kedua, jam 15.30. 4 jam setelah feeding. Starter sudah mulai mengembangkan 3 kali lipat. Baunya asam segar seperti yogurt.
- 5
Hari ketiga jam 11.00 starter mulai memisah antara air dan tepung. Bau agak asam. Tetap d feeding 1:1
- 6
Hari keempat jam 11. Starter tetap memisah antara air dan tepung. Jadi saya feeding lebih banyak tepung daripada air. Bisa ditambahkan dengan tepung protein tinggi merk bagus agar starternya tidak berair. Ini foto hari kelima sebelum di feeding.
- 7
Hari kelima jam 11 starter di feeding 1:1. 3 jam setelah feeding, hooch sudah terbentuk. Aroma seperti tape dan manis. Mulai hari ini (seharusnya kemarin) feeding seharusnya sehari dua kali. Feeding 2 kali sehari per 12 jam
- 8
Hari keenam, jam 14.00 (feeding jam segini karena saya lupa. Seharusnya tetap jam 11.) feeding 2 kali per 12 jam. Saya feeding jam 14.00 dan jam 00.00
- 9
Hari ketujuh. Feeding tadi malam jam 00.00 pagi ini pukul 6 pagi sudah mengembang 2 kali lipat. Hooch sudah tidak ada. Bubble sudah agak banyak. Tekstur menjadi strechty. Kental.
- 10
Hari ketujuh jam 11. Feeding lagi. Tekstur kental. Udah mulai banyak bubble. Baunya asam segar. Tetap feeding sehari 2 kali dengan rasio 1:1 sampai mengembang 2-3 kali lipat dalam waktu 2-3 jam setelah di feeding. Saya sendiri melakukan feeding sampai hari Ke 10. Lalu menyimpannya di kulkas. Di feeding 5-7 hari sekali
- 11
Tips dari kak @ecka_rd dan
NOTE:
1. Jika adonan hanya ada 1 atau 2 bubble, teruskan saja feeding nya, insyaa Allah dia berarti masih hidup ragi nya.2. Jika adonan tidak naik dari batas yg di tandai, it's okay, memang seperti itu (biasanya terjadi di hari ke 4 sampai ke 14, atau tergantung bakteri sekitar nya.. karena waktu mature ragi berbeda2)
3. Jika adonan mengeluarkan air dan memisah, it's okay, buang saja air nya dan tetap memberi makan ragi ya, tidak dibuang jg tidak mengapa.
- 12
4. Sebelum ragi mature/kuat, simpan di suhu ruang.
5. Jika adonan starter muncul jamur (ditandai dengan warna kuning/orange) sebaiknya jangan diteruskan ya, dibuang saja dan jika masih berkeinginan membuat ragi alami, buat baru lagi, dimulai dari 0.
6. Jika ragi sudah mature, simpan di kulkas dan feeding minimal 1 mingg sekali. Keluarkan dari kulkas biarkansuhu ruang, lalu beri makan, tunggu sampai up 2x lipat lalu simpan di kulkas Ig jika tidak ingin digunakan.
- 13
7. Pastikan set alarm sehari 2 kali untuk feeding.
8. Tandai batas adonan dengan karet atau coret dengan spidol supaya mengetahui perkembangannya
9. Yg paling penting itu adalah SABAR. Biarkan mereka berproses dengan alamiah, yaa namanya juga memelihara ragi alami, ya kan?
Kata kunci
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya

















Komentar