Dawet Ireng

Dawet ireng ini bahan utamanya tepung beras putih dengan sedikit campuran tepung tapioka. Warna hitamnya didapat dari bahan alami. Ada yang dari oman, yakni batang padi (damen) yang dibakar kemudian dibuat bubuk, ada yang dari pembakaran daun pisang kering (klaras). Perpaduan bahan yang baik dari Rose Brand dan komposisi yang pas membuat dawet ireng ini layak banget buat dijadikan pilihan untuk menjamu tamu.
Ada satu jenis lagi pewarna hitam alami yang kemudian saya pilih, yaitu activated charcoal powder. Yaitu bubuk arang aktif, tentunya memilih yang food grade. Teksturnya yang dihasilkan mirip oman namun sedikit lebih halus. Kalau lidah kita peka pasti bisa membedakan antara pewarna alami ini dengan pewarna sintetis yang tidak memberikan tekstur khas.
Dalam kelas Mba @anifagustina bersama Komunitas Masak Indonesia (KaMI), dawet ireng ini disajikan dengan kuah santan dan sirup gula merah yang kental khas Purworejo, Jawa Tengah. Kemudian sebagai alternatif, saya juga menyajikan versi praktisnya. Karena saya terbiasa sedia susu dingin di kulkas dan gula aren bubuk, maka praktis bagi saya untuk menggunakan keduanya sebagai bahan alternatif. Semoga berkenan ya.
Sumber resep: Anif Agustina
Dawet ireng: cookpad.com/id/resep/26479008
Sirup gula merah: cookpad.com/id/resep/26494391
#KelasKaMI_Cendol #CINTE_KelasCendol #CendolnyaKomjak #CookpadCommunity_Jakarta #dessertelia
Dawet Ireng
Dawet ireng ini bahan utamanya tepung beras putih dengan sedikit campuran tepung tapioka. Warna hitamnya didapat dari bahan alami. Ada yang dari oman, yakni batang padi (damen) yang dibakar kemudian dibuat bubuk, ada yang dari pembakaran daun pisang kering (klaras). Perpaduan bahan yang baik dari Rose Brand dan komposisi yang pas membuat dawet ireng ini layak banget buat dijadikan pilihan untuk menjamu tamu.
Ada satu jenis lagi pewarna hitam alami yang kemudian saya pilih, yaitu activated charcoal powder. Yaitu bubuk arang aktif, tentunya memilih yang food grade. Teksturnya yang dihasilkan mirip oman namun sedikit lebih halus. Kalau lidah kita peka pasti bisa membedakan antara pewarna alami ini dengan pewarna sintetis yang tidak memberikan tekstur khas.
Dalam kelas Mba @anifagustina bersama Komunitas Masak Indonesia (KaMI), dawet ireng ini disajikan dengan kuah santan dan sirup gula merah yang kental khas Purworejo, Jawa Tengah. Kemudian sebagai alternatif, saya juga menyajikan versi praktisnya. Karena saya terbiasa sedia susu dingin di kulkas dan gula aren bubuk, maka praktis bagi saya untuk menggunakan keduanya sebagai bahan alternatif. Semoga berkenan ya.
Sumber resep: Anif Agustina
Dawet ireng: cookpad.com/id/resep/26479008
Sirup gula merah: cookpad.com/id/resep/26494391
#KelasKaMI_Cendol #CINTE_KelasCendol #CendolnyaKomjak #CookpadCommunity_Jakarta #dessertelia
Cara Membuat
- 1
Di dalam pan, campurkan Tepung Beras dan Tepung Tapioka dari Rose Brand, serta bubuk charcoal dan garam. Aduk rata.
- 2
Tambahkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk rata.
- 3
Masak dengan api cenderung kecil sambil diaduk. Setelah meletup-letup, adonan akan tampak lebih hitam, mengkilat, dan elastis. Lanjutkan memasak dan mengaduk sekitar 7 menit sejak letupan pertama. Matikan api.
- 4
Siapkan baskom isi air dingin dengan bongkahan es batu. Ini air dinginnya saya menggunakan air minum yang didinginkan di kulkas. Bisa juga dengan air minum suhu ruang dengan es batu yang banyak. Pasang cetakan dawet di atas baskom isi air es. Saya menggunakan kukusan rice cooker yang berlubang.
- 5
Selagi masih panas, tuang adonan dawet sedikit demi sedikit di atas cetakan. Tekan menggunakan spatula atau centong nasi untuk menurunkan adonan melewati cetakan.
- 6
Secara berkala, tambahkan es batu ke dalam baskom untuk menjaga air tetap dingin, agar dawet yang tercetak tidak saling menempel dan menggumpal.
- 7
Jika tidak segera disajikan, simpan dawet dalam air di dalam wadah tertutup, di dalam chiller.
- 8
Membuat sirup gula merah:
Dalam pan, panaskan gula pasir hingga meleleh kecokelatan dengan api kecil. Kemudian tambahkan gula aren atau gula kelapa yang sudah disisir. Aduk hingga keduanya larut dan terkaramelisasi, terbentuk gelembung-gelembung. Kemudian tambahkan air dan daun pandan. Aduk dan didihkan. Setelah mendidih, lanjutkan memasak selama 20 menit. Matikan api.
Setelah hangat pindahkan ke dalam toples. Sirup akan mengental setelah dingin. - 9
Penyajian Khas Purworejo:
Dalam mangkuk/gelas 300 ml, tuang dawet, santan yang sudah dimasak dengan daun pandan, es batu, dan sirup gula merah yang kental. Aduk sebelum diminum. - 10
Alternatif Penyajian:
Dalam mangkuk saji 200 ml, larutkan 1 sdm penuh gula aren bubuk dengan 2 sdm air panas. Kemudian tambahkan dawet ireng. Siram dengan 50 ml susu dingin dari kulkas tanpa menambahkan es batu. Bila suka, tambahkan buah-buahan yang wangi seperti nangka atau durian.
Tips
Ini jadinya banyak banget. Kalau nggak butuh banyak-banyak, bisa bikin setengah atau seperempat resep aja.
Kata kunci
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya













Komentar