Sourdough Starter (Levain)

Armina Puji Utari
Armina Puji Utari @armina_pu
Depok

Pembuatan sourdough starter sekaligus mengamati perjalanan ragi alami yang hidup,, berkaca dari pengalaman bbrp bulan lalu saya coba buat starter dan gagal, dgn mengumpulkan nyali, mental, dan modal, bismillah dicoba lagi 😃

Prinsip pembuatan starter ini adalah menumbuhkan bakteri dan ragi liar (wild yeast) dari proses fermentasi tepung dan air. Perlakuan feeding pada ragi alami ini perbandingannya 1:1:1 (starter: tepung: air), dengan interval waktu tiap 6, 8,12, atau 24 jam tergantung kondisi.

Ternyata yang perlu dipahami dari pembuatan starter ini, perlakuan TIDAK SELALU SAMA. Tergantung dari jenis tepung, suhu ruangan, kondisi air, wadah, dll. Dalam sehari (terutama di hari ke-3 dst, bisa jadi memberi makan lebih sering tergantung kondisi starter). Jadi starter yang dibuat di rumah saya ga sama dgn di rumah lain. Bahkan 1 rumah beda ruangan aja hasilnya bisa berbeda. Unik ya 😉 justru disitulah seni-nya dan butuh kesabaran, ketelitian, bagai merawat anak sendiri (bukan kedelai hitam malika lho 🙈)

Ini kedua kalinya saya buat starter yang bisa dibilang hasilnya lumayan. Starter pertama saya coba dengan pemberian madu di awal feeding (umurnya sudah 1 bulan), sedangkan yg ini pakai gula pasir. Resep roti dari hasil starter pertama saya sudah ditulis juga di cookpad,,

Saya cari beberapa referensi dari pembuatan starter ini. Terutama dari mba Herlin, makasih banyak untuk waktunya mau ditanya ini itu selama buat starter 🤭

Sumber: Herlin Wulan, @debrynadewi

Sourdough Starter (Levain)

Pembuatan sourdough starter sekaligus mengamati perjalanan ragi alami yang hidup,, berkaca dari pengalaman bbrp bulan lalu saya coba buat starter dan gagal, dgn mengumpulkan nyali, mental, dan modal, bismillah dicoba lagi 😃

Prinsip pembuatan starter ini adalah menumbuhkan bakteri dan ragi liar (wild yeast) dari proses fermentasi tepung dan air. Perlakuan feeding pada ragi alami ini perbandingannya 1:1:1 (starter: tepung: air), dengan interval waktu tiap 6, 8,12, atau 24 jam tergantung kondisi.

Ternyata yang perlu dipahami dari pembuatan starter ini, perlakuan TIDAK SELALU SAMA. Tergantung dari jenis tepung, suhu ruangan, kondisi air, wadah, dll. Dalam sehari (terutama di hari ke-3 dst, bisa jadi memberi makan lebih sering tergantung kondisi starter). Jadi starter yang dibuat di rumah saya ga sama dgn di rumah lain. Bahkan 1 rumah beda ruangan aja hasilnya bisa berbeda. Unik ya 😉 justru disitulah seni-nya dan butuh kesabaran, ketelitian, bagai merawat anak sendiri (bukan kedelai hitam malika lho 🙈)

Ini kedua kalinya saya buat starter yang bisa dibilang hasilnya lumayan. Starter pertama saya coba dengan pemberian madu di awal feeding (umurnya sudah 1 bulan), sedangkan yg ini pakai gula pasir. Resep roti dari hasil starter pertama saya sudah ditulis juga di cookpad,,

Saya cari beberapa referensi dari pembuatan starter ini. Terutama dari mba Herlin, makasih banyak untuk waktunya mau ditanya ini itu selama buat starter 🤭

Sumber: Herlin Wulan, @debrynadewi

Edit resep
Lihat Detail Statistik
Bagikan
Bagikan

Bahan-bahan

  1. Hari 1
  2. 5 gramtepung terigu protein tinggi (me: cakra kembar)
  3. 5 gramair
  4. 3 gramgula pasir
  5. Hari 2
  6. 10 gramtepung terigu
  7. 10 gramair
  8. 3 gramgula pasir
  9. Hari 3
  10. 20 gramtepung terigu
  11. 20 gramair
  12. Hari 4
  13. 40 gramtepung terigu
  14. 40 gramair
  15. Hari 5
  16. 40 gramtepung terigu
  17. 40 gramair
  18. Hari 6
  19. 80 gramtepung terigu
  20. 80 gramair
  21. Hari 7
  22. 100 gramtepung terigu
  23. 100 gramair
  24. Hari 8
  25. 100 gramtepung terigu
  26. 100 gramair

Cara Membuat

  1. 1

    Hari 1: dimulai jam 07.40. Sebelum memulai semua wadah, sendok, dan alat pengaduk disterilkan dulu. Karena masih sangat sedikit saya pakai gelas biasa. Campur semua bahan, aduk rata. Lalu tutup dengan plastik wrap (boleh tutup lain, tapi ditutup TIDAK RAPAT).

  2. 2

    Hari 2: jam 07.40. Hasil dari hari pertama mulai terlihat ada rongga pori meskipun sedikit. Aduk ragi, pindahkan ke dalam gelas lebih besar sambil ditimbang. Lakukan feeding dengan perbandingan 10:10:10 (starter dari hari sebelumnya: tepung: air) Aduk, tutup TIDAK RAPAT dan beri batas dengan karet.

  3. 3

    Sekitar 14 jam setelah feeding, starter mulai terlihat naik 2 kali lipat dan muncul sedikit bubble kecil. Setelah 24 jam kondisinya masih sama, bubble tetap stabil dan starter tidak turun.

  4. 4

    Hari 3: jam 07.40. Saya feeding dengan perbandingan 20:20:20. Masih saya buat dalam gelas krn jumlah sedikit, diaduk lalu tutup tidak rapat. Beri batas dengan karet.

  5. 5

    Starter sempat naik lebih dari 2 kali lipat, setelah 12 jam lewat saya cek mulai turun (terlihat dari batas yg ada sisa starter). Terlihat juga banyak bubble, tandanya starter mulai lapar. Jam 20.00 saya lakukan feeding dengan membuang (discard) sebagian. Lakukan feeding 20:20:20. Beri batas dan tutup TIDAK RAPAT.

  6. 6

    Hari 4: jam 08.00. Kondisi starter tidak ada kenaikan, tapi saat dilihat masih ada bubble biarpun sedikit. Discard sebagian, lalu feeding 40:40:40. Setelah 12 jam kondisi masih sama, saya discard sebagian, lalu lakukan feeding lagi 40:40:40.

  7. 7

    Hari 5: jam 08.00. Masih sama dengan kondisi hari ke-4. Saya discard lalu feeding 40:40:40. Kalau diamati, puncak peak starter saya saat hari ke-2 dan 3. Tapi tetap saya lakukan feeding selama 2 kali tiap 12 jam. Pernah lihat pengalaman dari sumber lain seperti ini juga, dan bisa naik lagi starternya setelah seminggu.

  8. 8

    Hari 6: jam 08.00. Saya feeding starter dengan perbandingan 80:80:80. Jangan lupa wadah, sendok, dan pengaduk disterilkan setiap mau dipakai. Setelah 6 jam, mulai terlihat lagi kenaikan starter meskipun sedikit.

  9. 9

    Feeding tetap dilakukan 2 kali, setelah 12 jam kemudian. Saat diaduk starter terasa semakin kental dan berat. Saya lanjut discard dan feeding lagi 80:80:80 (dipindah ke wadah lebih besar jadi terlihat pendek). Sebenarnya discard starter saat hari ke-6 ini sudah bisa digunakan untuk membuat pancake kalau mau, tapi belum terlalu kuat untuk roti.

  10. 10

    Hari 7: jam 08.00. Starter didiscard sebagian, lalu feeding dengan perbandingan 100:100:100. Aduk, tutup tidak rapat, dan beri batas. Setelah 12 jam terlihat kenaikan starter 1/2 dari total, dan mulai tampak lagi gelembungnya.

  11. 11

    Seperti biasa saya lakukan feeding lagi untuk yang kedua sebesar 100:100:100.

  12. 12

    Hari 8: jam 08.00. Starter di discard sebagian, lalu feeding 100:100:100. Setelah 4 jam mulai terjadi kenaikan starter 2 kali lipat. Sebenarnya pembuatan sourdough starter ini cukup dalam waktu semingguan. Saya ambil sedikit starter dan lakukan floating test. Jika mengapung, tandanya ragi sudah kuat dan siap digunakan. Tutup rapat wadah, lalu simpan di kulkas bawah. Setelah dimasukkan kulkas, feeding tidak perlu dilakukan setiap hari.

  13. 13

    NOTE: setelah dimasukkan ke kulkas, starter tetap di feeding selama 5-7 hari sekali (beri label untuk tanggal dan berat starter). Sekaligus dipindah ke wadah yang baru supaya tidak berjamur. Caranya feeding seperti biasa, beri batas, tunggu 1-2 jam, lalu tutup rapat dan masukkan kulkas. Discard dari starter bisa dipakai untuk membuat pancake, pizza, atau donat. Kalau untuk membuat roti, baiknya pakai starter yang difeeding >> didiamkan 4-6 jam, lalu lakukan floating test.

  14. 14

    Ini kondisi starter pertama saat berumur 40 hari-an dan rutin diberi feeding 5-7 hari sekali. Ini starter setelah 1 jam difeeding, dan akan dimasukkan lagi ke kulkas. Semakin lama umur ragi, kondisi ragi akan semakin kuat. Terlihat kenaikan melebihi 1/2 dari awal dan muncul rongga bubble padahal baru 1 jam. Jadi jika awal2 membuat starter belum terlihat kenaikan 2 kali lipat tidak perlu khawatir. Kadang starter yang tidak naik pun tetap bisa dibuat roti, dan floating test dulu sebelumnya 😃

Edit resep
Lihat Detail Statistik
Bagikan
Masak Hari Ini
Armina Puji Utari
Armina Puji Utari @armina_pu
pada
Depok
📍Depok - Paris - Bandar Lampung~ Masih sering trial and error 👩‍🍳~ Healthy foods are not always bad taste, plain or bad looking. It's all about creativity, trend, and tradition but always on principle to "balanced nutrition" 🥗🍚🍤🍜🍖🍗🥬🍞🥛
Lebih banyak

Komentar (32)

Arik Febri Malindo Sari | @arik_arozio
Arik Febri Malindo Sari | @arik_arozio @arikfebri_02
Mbak. Setelah hari ke 8 4 jam after feeding naik 2x lipat langsung masuk kulkas ya?

Resep Serupa