Paragede Jaguang

Dulu setiap kali pulang kampung naik bis dari Pariaman, Painan juga Padang menuju Bukittinggi, ngga tau kenapa kalau sampai di silaiang seperti ada rasa yang beda. Mungkin karena dari Padang yang udaranya panas pas memasuki daerah yang udaranya sejuk sepaket dengan pemandangan yang memanjakan mata..sungai" bertabur bebatuan besat yang dialiri air yang jernih, hijaunya pepohonan besar yang rimbun, air terjun, aroma alam yang memanjakan indera penciuman.
Waktu itu aku akan berusaha untuk tetap melek setiap kali melewati silaiang baik itu jika dari Padang maupun dari Pekanbaru, asal tahu ya.. aku tu orangnya ngantukan kalau di diperjalanan.
Rasanya aku selalu bahagia setiap kali melewati silaiang.
Dan yang paling ku tunggu lagi yaitu naiknya para penjaja paregede jaguang ke atas bis, sebelum mereka naik keatas bis kepala udah ku dongakan kearah pintu bis, saat terdengar yang teriak "paragede angek, paragede angek" aku jga teriak "paragede da ! "
Bagi ku paragede jaguang itu emang enak dan ngga ngebosenin malah bikin nagih, yg selalu jadi pertanyaan ku kenapa kok paragede yang dijajakan itu selalu angek (hangat) padahal udara disitu sejuk banget, tu kan jadinya pengen makan paragede angek deh. paragede jaguang itu enak tapi ga ada yang seenak bikinan amak. Mau bikin dulu ah.. karena masih ada jagung manis sisa yang penghabisan, akhirnya jadi juga Paragede Jaguang
Resep warisan Amak
#FestivalRamadanCookpad
#CABEKU
Paragede Jaguang
Dulu setiap kali pulang kampung naik bis dari Pariaman, Painan juga Padang menuju Bukittinggi, ngga tau kenapa kalau sampai di silaiang seperti ada rasa yang beda. Mungkin karena dari Padang yang udaranya panas pas memasuki daerah yang udaranya sejuk sepaket dengan pemandangan yang memanjakan mata..sungai" bertabur bebatuan besat yang dialiri air yang jernih, hijaunya pepohonan besar yang rimbun, air terjun, aroma alam yang memanjakan indera penciuman.
Waktu itu aku akan berusaha untuk tetap melek setiap kali melewati silaiang baik itu jika dari Padang maupun dari Pekanbaru, asal tahu ya.. aku tu orangnya ngantukan kalau di diperjalanan.
Rasanya aku selalu bahagia setiap kali melewati silaiang.
Dan yang paling ku tunggu lagi yaitu naiknya para penjaja paregede jaguang ke atas bis, sebelum mereka naik keatas bis kepala udah ku dongakan kearah pintu bis, saat terdengar yang teriak "paragede angek, paragede angek" aku jga teriak "paragede da ! "
Bagi ku paragede jaguang itu emang enak dan ngga ngebosenin malah bikin nagih, yg selalu jadi pertanyaan ku kenapa kok paragede yang dijajakan itu selalu angek (hangat) padahal udara disitu sejuk banget, tu kan jadinya pengen makan paragede angek deh. paragede jaguang itu enak tapi ga ada yang seenak bikinan amak. Mau bikin dulu ah.. karena masih ada jagung manis sisa yang penghabisan, akhirnya jadi juga Paragede Jaguang
Resep warisan Amak
#FestivalRamadanCookpad
#CABEKU
Cara Membuat
- 1
Haluskan bumbu, pipil jagungnya dan potong" kecil daun bawang
- 2
Giling kasar jagung pipil, tambahkan bumbu halus dan tepung, aduk hingga semua tercampur, jangan lupa tambahkan garam. Jika dirasa adonanya terlalu kering dan berderai boleh tambahkan sedikit air dan tepung terigu. Tambahkan potongan daun bawang, aduk hingga tercampur rata.
- 3
Bentuk adonan dengan mengagungkan sendok, masukkan kedalam minyak panas goreng dengan api sedang hingga berwarna kuning kecoklatan.
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya












Komentar (4)