Aia Aka Khas Minang

Minuman Khas Minang yang mengingatkan saya dengan memori masa kecil saya. Dulu didepan rumah orang tua saya, ada tanaman yang namanya ceplok piring. Bunganya harum sekali. Dan pucuk daunnya bisa dimanfaatkan sebagai bahan minuman. Proses pembuatan dan hasilnya mirip sekali dengan cincau. Rasanya unik terlebih dipadu dengan santan segar (santan tidak dimasak namun diperas menggunakan air matang) dan saus gula merah dan dinikmati segera setelah dibuat. Masyallah segar sekali. Dan melihat aia aka ini membuat saya ingin membuat minuman favorit masa kecil.
Aia Aka sendiri atau disebut juga ubek tawa aslinya menggunakan daun cincau merambat (cyclea barbata miers) atau masyarakat Minang menyebutnya tanaman kalimpangan. Namun karena tanaman cincau jenis ini sulit didapat, banyak yang menggantinya dengan tanaman cincau perdu. Minuman ini bermanfaat untuk meredakan panas dalam dan menghilangkan perut kembung. Bisa juga ditambahkan telur ayam atau itik dan air kacang.
Untungnya tetangga ada yang punya daun cincau perdu jadi saya bisa eksekusi hehehe. Saat menyajikan, saya menambahkan Kental Manis Cap Enaak di aia aka saya sehingga rasanya menjadi lebih creamy dan milky.
#Coboy2026
#KolakSurabaya2026
#KolakSurabaya_Dienaakinaja
#InspirasiDapurRamadan
#1001RasaEnaaknyaRamadan
#CoboyxKentalManisEnaak
#CookingCommunityClass_KreasiSajianBersantan
#BancakanCeria3C2526
#SalamKompakSelalu
#CookpadCommunity_Surabaya
Aia Aka Khas Minang
Minuman Khas Minang yang mengingatkan saya dengan memori masa kecil saya. Dulu didepan rumah orang tua saya, ada tanaman yang namanya ceplok piring. Bunganya harum sekali. Dan pucuk daunnya bisa dimanfaatkan sebagai bahan minuman. Proses pembuatan dan hasilnya mirip sekali dengan cincau. Rasanya unik terlebih dipadu dengan santan segar (santan tidak dimasak namun diperas menggunakan air matang) dan saus gula merah dan dinikmati segera setelah dibuat. Masyallah segar sekali. Dan melihat aia aka ini membuat saya ingin membuat minuman favorit masa kecil.
Aia Aka sendiri atau disebut juga ubek tawa aslinya menggunakan daun cincau merambat (cyclea barbata miers) atau masyarakat Minang menyebutnya tanaman kalimpangan. Namun karena tanaman cincau jenis ini sulit didapat, banyak yang menggantinya dengan tanaman cincau perdu. Minuman ini bermanfaat untuk meredakan panas dalam dan menghilangkan perut kembung. Bisa juga ditambahkan telur ayam atau itik dan air kacang.
Untungnya tetangga ada yang punya daun cincau perdu jadi saya bisa eksekusi hehehe. Saat menyajikan, saya menambahkan Kental Manis Cap Enaak di aia aka saya sehingga rasanya menjadi lebih creamy dan milky.
#Coboy2026
#KolakSurabaya2026
#KolakSurabaya_Dienaakinaja
#InspirasiDapurRamadan
#1001RasaEnaaknyaRamadan
#CoboyxKentalManisEnaak
#CookingCommunityClass_KreasiSajianBersantan
#BancakanCeria3C2526
#SalamKompakSelalu
#CookpadCommunity_Surabaya
Cara Membuat
- 1
Cuci bersih daun cincau kemudian sobek-sobek. Tuang 200 ml air lalu remas-remas hingga teksturnya mengental. Lalu saring.
- 2
Simpan di wadah dan diamkan hingga set. Jika sudah set bisa disimpan dikulkas.
- 3
Kuah santan : Masak semua bahan hingga mendidih sambil diaduk supaya santan tidak pecah.
- 4
Saus gula : Masak gula dan air hingga gula larut dan mendidih.
- 5
Penyajian : Masukkan cincau kedalam gelas. Tambahkan saus gula dan santan. Tuang Kental Manis Cap Enaak. Bisa di sesuaikan dengan selera untuk tingkat kemanisannya. Tambahkan es jika ingin lebih segar.
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya











Komentar