Pita Bread/Khubz

Pita Bread (di dunia Arab dikenal sebagai Khubz) adalah salah satu jenis roti tertua di dunia yang berasal dari wilayah Timur Tengah dan Mediterania Timur. Arkeolog menemukan bukti bahwa varian roti pipih tanpa ragi (unleavened) sudah dipanggang sejak zaman batu. Namun, evolusi penggunaan ragi mulai berkembang pesat di masa Mesopotamia kuno. Keunikan roti ini terletak pada kantong udara internalnya secara alami yang terbentuk akibat paparan suhu tinggi yang instan. Karakteristik "kantong" (pocket) inilah yang membuatnya menjadi alat makan komersial paling fungsional dalam sejarah kuno untuk menyendok hummus, mutabbal, atau membungkus daging shawarma dan falafel.
Pita Bread/Khubz
Pita Bread (di dunia Arab dikenal sebagai Khubz) adalah salah satu jenis roti tertua di dunia yang berasal dari wilayah Timur Tengah dan Mediterania Timur. Arkeolog menemukan bukti bahwa varian roti pipih tanpa ragi (unleavened) sudah dipanggang sejak zaman batu. Namun, evolusi penggunaan ragi mulai berkembang pesat di masa Mesopotamia kuno. Keunikan roti ini terletak pada kantong udara internalnya secara alami yang terbentuk akibat paparan suhu tinggi yang instan. Karakteristik "kantong" (pocket) inilah yang membuatnya menjadi alat makan komersial paling fungsional dalam sejarah kuno untuk menyendok hummus, mutabbal, atau membungkus daging shawarma dan falafel.
Cara Membuat
- 1
Campurkan air hangat, ragi instan, dan gula pasir dalam mangkuk kecil. Diamkan selama 5–8 menit hingga permukaannya berbuih (tanda ragi aktif). Dalam wadah besar, campur tepung terigu dan garam. Buat lubang di tengahnya, tuangkan larutan ragi dan minyak zaitun.
- 2
Aduk dengan sendok kayu hingga membentuk adonan kasar, lalu pindahkan ke meja kerja. Uleni dengan tangan selama 8–10 menit (atau 5-6 menit dengan mixer dough hook) hingga adonan menjadi mulus, elastis, dan tidak lagi lengket di tangan.
- 3
Bulatkan adonan, olesi wadah dengan sedikit minyak, taruh adonan di dalamnya. Tutup dengan kain lembap atau plastic wrap. Diamkan di tempat hangat selama 1 jam atau hingga volumenya mengembang 2x lipat.
- 4
Kempeskan adonan, bagi menjadi 6 bagian (masing-masing sekitar 90 gr) atau 8 bagian jika ingin ukuran lebih kecil. Bulatkan (rounding) setiap bagian hingga mulus. Tutup adonan dengan kain bersih, diamkan selama 15 menit agar glutennya rileks (jika tidak dirilekskan, adonan akan memantul balik saat digilas).
- 5
Ambil satu bola adonan, gilas dengan rolling pin hingga membentuk lingkaran dengan diameter sekitar 15-18 cm dan ketebalan sekitar 3-4 mm. Jangan menggilas terlalu tipis karena roti tidak akan punya kekuatan untuk mengembang. Pastikan permukaannya mulus tanpa ada yang robek atau terlipat, jika ada bocor sekecil apa pun, uap air akan keluar dan roti gagal menggembung.
- 6
Metode A: Menggunakan Wajan (Terbuka & Paling Mudah Dikontrol)
Panaskan wajan tebal (Cast Iron Skillet atau wajan anti-lengket yang tebal) di atas api sedang-tinggi hingga benar-benar panas. Jangan beri minyak sama sekali. Letakkan adonan pita di atas wajan. Tunggu selama 30 detik hingga mulai muncul gelembung-gelembung kecil di permukaannya. Balik roti, masak sisi kedua selama 30 detik lagi. - 7
Balik sekali lagi ke sisi pertama. Di tahap ini, roti akan mulai menggembung secara ajaib seperti balon. Anda bisa menekan lembut bagian yang sudah menggembung dengan spatula/kain bersih untuk mendorong uap udara menyebar ke bagian roti yang masih kempes.
Setelah menggembung sempurna dan ada bercak kecokelatan di permukaannya, angkat. - 8
Metode B: Menggunakan Oven Rumahan
Panaskan oven bersama loyang di dalamnya pada suhu tertinggi 230°C- 250°C selama minimal 20 menit. Loyang harus ikut sangat panas. - 9
Buka oven cepat-cepat, tata adonan pita di atas loyang panas tersebut, segera tutup pintu oven. Panggang selama 3–4 menit. Roti akan menggembung penuh di dalam oven. Jangan panggang terlalu lama agar roti tidak mengeras menjadi kerupuk.
- 10
Begitu pita bread diangkat dari wajan atau oven, segera masukkan dan bungkus di dalam kain serbet bersih yang bersih. Uap panas yang terperangkap di dalam kain akan mengkondensasi kelembutan roti, mencegahnya menjadi kering atau kaku seperti keripik saat dingin.
Pencarian Teratas di
Kata kunci
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya



Komentar