Satu Ketan

#jajanantempodoeloe Dimakan berapa saja tetap tinggal SATU..makan 5 juga tetep kalo ditanya jawabannya satu..yang tradisional kebanyakan perlu sedikit perjuangan..lagi-lagi perjuangan, lama buatnya marem juga menyantapnya. Kata ibuku pegawean tanggel, artinya pekerjaan yang tidak mudah. Ayo coba buat, kalo bukan kita yang muda, siapa lagi yang mau meneruskannya
Satu Ketan
#jajanantempodoeloe Dimakan berapa saja tetap tinggal SATU..makan 5 juga tetep kalo ditanya jawabannya satu..yang tradisional kebanyakan perlu sedikit perjuangan..lagi-lagi perjuangan, lama buatnya marem juga menyantapnya. Kata ibuku pegawean tanggel, artinya pekerjaan yang tidak mudah. Ayo coba buat, kalo bukan kita yang muda, siapa lagi yang mau meneruskannya
Cara Membuat
- 1
Cuci beras ketan, kemudian tuntaskan
- 2
Sangrai beras ketan hingga kuning kecoklatan, kemudian giling menjadi tepung. Sisihkan sedikit untuk digunakan sebagai taburan cetakan
- 3
Sisir gula merah, kemudian satukan dengan tepung dan tambahkan 1 sendok teh garam.
- 4
Uleni dengan tangan dan gilas-gilas menggunkan rolling pin atau botol sampai adonan set atau bahasa jawanya temel. Kalau dihitung waktu nguleni dan nggilasnya kurang lebih 1 jam
- 5
Siapkan cetakan satu. (Saya menggunakan cetakan kayu yang dibuat sendiri, ceritanya warisan juga cetakannya. Atau bisa gunakan cetakan yang beli di toko yang terbuat dari bahan plasik) Sebelumnya taburi cetakan dengan sedikit tepung yang tadi sudah disisihkan sebelumnya, isi cetakan dengan adonan sampai penuh, padatkan dengan roling pin atau botol. Harus padat, jika kurang padat hasil cetakan buyar. Rapikan bentuknya menggunakan spatula
- 6
Ketok cetakan dengan palu, dan balik. Satu akan terlepas dengan sendirinya dari cetakannya.
- 7
Jemur di terik matahari sampai kering, supaya Satu bisa tahan lama
- 8
Catatan ya Satu dibuat tanpa menambahkan air, jadi jangan coba untuk menambahkannya, jika adonan dicetak buyar berarti kurang ulen, selamat mencoba
Kata kunci
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya



Komentar (6)