AWUK-AWUK sagu mutiara

Makanan kesukaanku
Kesukaan anakku
Kesukaan suamiku
Kesukaan ibuku
Dan kesukaan guru-guruku SD nun jauh disana.. 🌹
🌹🌷Selamat Hari Guru 💓 🌺
Aku adalah anak dari ayah ibu yang seorang guru. Dari tangannya aku belajar banyak hal. Ilmu sains, sosial, menjahit dan memasak. Aku merasa berpetualang dalam segala hal. Intinya aku diajarkan cara bertahan hidup dg kondisi sesulit apapun. menyatukan cara pandang berbeda masing2 anak dg 1 tujuan yang sama yaitu INGIN PINTAR! Sagu mutiara ini mengingatkanku akan sebuah kekuatan dalam keberagaman butiran sagu menjadi satu makanan yg legit manis gurih terbungkus daun pisang yang kental suasana alam.
Guru bagiku adalah MUTIARA yang tak perlu bicara dan mengebalkan dirinya adalah guru, namun cukup orang lain merasakan manisnya ilmu yang bermanfaat utk hidup. Dalam bungkus sebuah daun pisang sebagai filosofi yang rendah hati, menyatu dg kehidupan anak2 didiknya, menjadi alas makan dan pembungkus mengibaratkan sebagai tumpuan anak2 membentuk
karakter dan melindungi anak2 dari hal tidak baik.
Aku ingin persembahkan kue tradisional Awuk-awuk Sagu Mutiara ini utk guru2ku terkasih, guru anak-anakku dan orangtuaku.
Semoga hidup selalu berasa manis karena aku kau bekali ilmu memaniskan pahitnya dunia. Ibuku adalah guru idolaku. #terimakasihguruku #gurukuidolaku .
AWUK-AWUK sagu mutiara
Makanan kesukaanku
Kesukaan anakku
Kesukaan suamiku
Kesukaan ibuku
Dan kesukaan guru-guruku SD nun jauh disana.. 🌹
🌹🌷Selamat Hari Guru 💓 🌺
Aku adalah anak dari ayah ibu yang seorang guru. Dari tangannya aku belajar banyak hal. Ilmu sains, sosial, menjahit dan memasak. Aku merasa berpetualang dalam segala hal. Intinya aku diajarkan cara bertahan hidup dg kondisi sesulit apapun. menyatukan cara pandang berbeda masing2 anak dg 1 tujuan yang sama yaitu INGIN PINTAR! Sagu mutiara ini mengingatkanku akan sebuah kekuatan dalam keberagaman butiran sagu menjadi satu makanan yg legit manis gurih terbungkus daun pisang yang kental suasana alam.
Guru bagiku adalah MUTIARA yang tak perlu bicara dan mengebalkan dirinya adalah guru, namun cukup orang lain merasakan manisnya ilmu yang bermanfaat utk hidup. Dalam bungkus sebuah daun pisang sebagai filosofi yang rendah hati, menyatu dg kehidupan anak2 didiknya, menjadi alas makan dan pembungkus mengibaratkan sebagai tumpuan anak2 membentuk
karakter dan melindungi anak2 dari hal tidak baik.
Aku ingin persembahkan kue tradisional Awuk-awuk Sagu Mutiara ini utk guru2ku terkasih, guru anak-anakku dan orangtuaku.
Semoga hidup selalu berasa manis karena aku kau bekali ilmu memaniskan pahitnya dunia. Ibuku adalah guru idolaku. #terimakasihguruku #gurukuidolaku .
Cara Membuat
- 1
Cuci bersih sagu mutiara dan tiriskan.
- 2
Rebus air hingga mendidih. Tuang ke baskom sagu mutiara. Kira2 airnya setinggi 3 cm diatas permukaan sagu. Diamkan 1 jam dg ditutup.
- 3
Setelah sagu mengembang masukka kelapa parut gula pasir garam aduk merata ya.. tes rasa. Apakah sdh pas atau kurang. Krn manis gurih asin adalah soal selera ya kan..☺
- 4
Ambil daun pisang. Isi dg 2 sdm adonan. Jangan lupa sisilkan daun pandannya biar harum
- 5
Lipat dg rapi. Kunci dg sematkan lidi tajam.. nah cantik rapi siap dikukus. Kalau ini penampakan setelah 1 jam dikukus. Tandanya dia tanak matang isinya yaitu daun mengkilat berminyak dan kedap air. Tidak ada air nempel saat kita buka tutup pancinya.
- 6
Taraaaa...yang matang dan tanah adalah seperti ini 😃. Endeuuss pisann
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya









Komentar