Kue Apem Safar Khas Cirebon (Apem Putih Kinca Kelapa Parut)

Kue Apem Cirebon merupakan salah satu kuliner khas yang keluar pada bulan Safar dalam kalender Jawa. Bagi warga Cirebon, bulan safar diyakini bulan tersebut penuh sial.
Biasanya, cobaan dan bencana alam datang pada setiap akhir bulan safar. Oleh karena itu, memasuki akhir bulan safar dalam kalender jawa, Keraton Kanoman menggelar tradisi ritual tahunan yang diyakini sebagai upaya menolak bala atau kesialan.
Tradisi makan kue apem pada Rebo Wekasan setiap akhir bulan Safar menjelang memasuki bulan Mulud memiliki pesan tersirat, yakni menjaga silaturahmi dan mendapatkan berkah.
Kue yg hanya muncul setahun sekali ini sebenarnya menggunakan bahan yg relatif simpel namun tahap pembuatannya lumayan agak sulit, dimulai dari menggiling beras, lalu membuat adonan apem yg harus difermentasi menggunakan tape singkong selama semalaman, lalu dikukus menggunakan daun pisang yg dibentuk takir untuk cetakan. Cara makannya tinggal dicocol dengan saus kinca gula merah, ada yg ditambahkan blondo / galendo, atau parutan kelapa di saus kincanya. Yuk ah biar ga lama kita langsung bikin aja
Kue Apem Safar Khas Cirebon (Apem Putih Kinca Kelapa Parut)
Kue Apem Cirebon merupakan salah satu kuliner khas yang keluar pada bulan Safar dalam kalender Jawa. Bagi warga Cirebon, bulan safar diyakini bulan tersebut penuh sial.
Biasanya, cobaan dan bencana alam datang pada setiap akhir bulan safar. Oleh karena itu, memasuki akhir bulan safar dalam kalender jawa, Keraton Kanoman menggelar tradisi ritual tahunan yang diyakini sebagai upaya menolak bala atau kesialan.
Tradisi makan kue apem pada Rebo Wekasan setiap akhir bulan Safar menjelang memasuki bulan Mulud memiliki pesan tersirat, yakni menjaga silaturahmi dan mendapatkan berkah.
Kue yg hanya muncul setahun sekali ini sebenarnya menggunakan bahan yg relatif simpel namun tahap pembuatannya lumayan agak sulit, dimulai dari menggiling beras, lalu membuat adonan apem yg harus difermentasi menggunakan tape singkong selama semalaman, lalu dikukus menggunakan daun pisang yg dibentuk takir untuk cetakan. Cara makannya tinggal dicocol dengan saus kinca gula merah, ada yg ditambahkan blondo / galendo, atau parutan kelapa di saus kincanya. Yuk ah biar ga lama kita langsung bikin aja
Cara Membuat
- 1
Siapkan tepung beras (me: giling sendiri)
- 2
Haluskan tape singkong, buang bagian sumbunya.
- 3
Campurkan tape singkong, air, tepung beras, dan garam. Aduk rata, jika masihbada serat dari tape singkongnya, buang aja
Adoni hingga adonan halus & licin
- 4
Tutup adonan menggunakan plastik / cling wrap. Diamkan semalaman (me: bikin jam 4 sore, dikukus jam 6 pagi)
Paginya akan tercium aroma segar dari tape singkong, adonan akan bergelembung. Aduk rata adonan
- 5
Olesi cetakan menggunakan minyak goreng. Tuang adonan ke dalam cetakan, diisi 1/2nya saja, karena nanti adonan akan mengembang
Kukus selama 20 menit menggunakan api besar. Lapisi tutup panci menggunakan kain serbet bersih
- 6
Sambil menunggu kue apem matang, kita buat saus kincanya dulu ya
Campurkan air, gula, garam, dan daun pandan. Masak hingga gula aren mencair. Saring
Kelapa parut dimasukkan saat akan makan apem aja di wadah terpisah, supaya tidak cepat basi
- 7
Setelah 20 menit, angkat apem. Keluarkan dari cetakan
Tekstur apemnya kenyal, lembut & berserat. Tidak ada rasa asam / ragi yg menyengat asalkan menggunakan tape singkong yg bagus & belum keluar aroma alkoholnya.
- 8
Saat ingin dimakan, campurkan 1 centong gula aren dgn 1/2 sdm kelapa parut
Cara makan kue apemnya yaitu dicocol ke kuah kinca. Selamat mencoba
Kata kunci
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya






















Komentar (7)