Wadai Sari Penganten

Himbauan untuk dirumah aja di masa pandemi ini membuat saya bersemangat untuk mencoba membuat wadai (kue) basumap (kukus) khas Banjarmasin yang biasanya hanya dijual pada Bulan Ramadhan. Kue-kue jenis ini kalau di rumah saya selama puasa selalu ada untuk melengkapi hidangan berbuka puasa, tahun-tahun sebelumnya saya membeli kue ini setiap hari di tempat langganan, tetapi tahun ini berbeda, kalau harus tiap hari keluar rumah hanya untuk membeli kue ini jelas sangat berbahaya ditengah situasi darurat seperti ini yang mengharuskan semua orang untuk jaga jarak, jaga kesehatan, jaga diri dan banyak hal lagi yang harus dijaga demi keselamatan diri, keluarga dan orang lain di seluruh dunia. Semoga masa-masa sulit ini cepat berlalu. Wadai Sari Penganten (orang Banjarmasin menyebutnya) ini adalah kue kesukaan Abah (Ayah) saya, beliau sangat hobi dengan kue yg satu ini. Saya mencoba mencari-cari resep untuk belajar, dan dari beberapa resep yang saya temukan saya coba perbaharui dengan versi sesuai selera yang saya inginkan bila saya rasa kurang pas. Yuk langsung di coba resepnya.
Wadai Sari Penganten
Himbauan untuk dirumah aja di masa pandemi ini membuat saya bersemangat untuk mencoba membuat wadai (kue) basumap (kukus) khas Banjarmasin yang biasanya hanya dijual pada Bulan Ramadhan. Kue-kue jenis ini kalau di rumah saya selama puasa selalu ada untuk melengkapi hidangan berbuka puasa, tahun-tahun sebelumnya saya membeli kue ini setiap hari di tempat langganan, tetapi tahun ini berbeda, kalau harus tiap hari keluar rumah hanya untuk membeli kue ini jelas sangat berbahaya ditengah situasi darurat seperti ini yang mengharuskan semua orang untuk jaga jarak, jaga kesehatan, jaga diri dan banyak hal lagi yang harus dijaga demi keselamatan diri, keluarga dan orang lain di seluruh dunia. Semoga masa-masa sulit ini cepat berlalu. Wadai Sari Penganten (orang Banjarmasin menyebutnya) ini adalah kue kesukaan Abah (Ayah) saya, beliau sangat hobi dengan kue yg satu ini. Saya mencoba mencari-cari resep untuk belajar, dan dari beberapa resep yang saya temukan saya coba perbaharui dengan versi sesuai selera yang saya inginkan bila saya rasa kurang pas. Yuk langsung di coba resepnya.
Cara Membuat
- 1
Siapkan loyang persegi ukuran 20x20 cm yang telah diolesi minyak dan dilapisi plastik, panaskan kukusan hingga mengeluarkan asap, gunakan api sedang.
- 2
Lapisan Hijau: Kocok telur dan gula dengan whisk hingga tercampur rata, tuang air endapan pandan, aduk rata lalu masukkan tepung beras, tepung terigu dan garam, aduk rata, terakhir masukkan santan panas dan beri pewarna hijau muda + hijau hingga didapatkan warna yang diinginkan.
- 3
Tuang adonan hijau ke dalam loyang yang telah dimasukkan ke dalam kukusan, kukus kurang lebih 15 menit atau hingga adonan hijau bisa dituangi adonan kuning.
- 4
Lapisan Kuning: Campurkan tepung beras, tepung terigu, vanili, garam dan gula, tuangkan santan panas sedikit dahulu, aduk rata dengan whisk agar tepung tidak menggumpal, lalu masukkan sisa santan dan aduk kembali, tuang telur yang telah dikocok lepas dan SKM, aduk rata kemudian beri pewarna kuning hingga didapatkan warna yang diinginkan.
- 5
Tuang adonan kuning sedikit demi sedikit diatas adonan hijau yang telah dikukus tadi menggunakan sendok sayur secara perlahan agar adonan hijau tidak ambyar dan tercampur dengan adonan kuning, kukus kurang lebih 15 menit atau hingga adonan kuning bisa dituangi adonan pink.
- 6
Lapisan Pink: Campurkan tepung beras, gula, dan garam lalu tuangi 100 ml santan panas, aduk dengan whisk hingga rata dan kental, masukkan SKM dan 400 ml santan aduk hingga rata, terakhir beri pewarna pink + merah hingga didapatkan warna yang diinginkan.
- 7
Tuang adonan pink sedikit demi sedikit diatas adonan kuning yang telah dikukus tadi menggunakan sendok sayur secara perlahan agar adonan kuning tidak ambyar dan tercampur dengan adonan pink, kukus kurang lebih 25-30 menit atau hingga adonan seluruh adonan matang. Bisa dilakukan tes tusuk untuk mengetahui kematangan kue.
- 8
Tips: Usahakan ukuran kukusan jauh lebih besar daripada loyang, agar uap panas tidak membasahi adonan dan lapisi tutup kukusan dengan serbet/ kain apabila menggunakan panci biasa dan apabila diperlukan ganti serbet/ kain pelapis tutup kukusan agar air uap tidak menetes di atas adonan.
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya



Komentar