Brusbus aka Pepes Pisang-Ketan Ala Rumah Kami

Ini makanan nostalgia zaman saya masih piyik. Ibu dan nenek (nyai) kami dulu rutin membuat ini. Jika nyai sudah datang ke rumah kami di Palembang dari kebun beliau membawa beras ketan dan setandan pisang gedah sudah sangat ranum, pertanda bahwa mereka akan membuat penganan ini
Kami menyebutnya Brusbus. Asal kata Barusbus (Komering), sebagian daerah lain di Sumatera Selatan menyebutnya Baibai Ngamuk, Pepes Pisang, Kecampit. Di Sumbar disebut Lapek Sagan. Di Rejang, Bengkulu disebut Kelicuk.
Membuatnya, sungguh, saya jadi mealow, seketika teringat almh ibu dan nyai saya, ah...
Resepnya sangat gampang, pisang gedah yang sangat ranum dicampur beras ketan yang sudah direndam semalaman, kasih kelapa parut dan sedikit garam lalu bungkus daun pisang dan kukus sampai matang. Karena pisang gedah zaman sekarang gak semanis zaman dulu, saya tambah sedikit gula pasir dan gula merah (linggau) yang saya kerik tipis-tipis dengan pisau.
Rasanya sedap mantap dan bikin saya bahagia. Cobain moms #WeekendChallenge #Brusbus #BaibaiNgamuk #PepesPisang #Cooking #MasakItuSaya #KueKomering #Kecampit #Kelicuk #ResepWongkito #WongkitoGalo #CookpadCommunity_Palembang #KetanPutih
Brusbus aka Pepes Pisang-Ketan Ala Rumah Kami
Ini makanan nostalgia zaman saya masih piyik. Ibu dan nenek (nyai) kami dulu rutin membuat ini. Jika nyai sudah datang ke rumah kami di Palembang dari kebun beliau membawa beras ketan dan setandan pisang gedah sudah sangat ranum, pertanda bahwa mereka akan membuat penganan ini
Kami menyebutnya Brusbus. Asal kata Barusbus (Komering), sebagian daerah lain di Sumatera Selatan menyebutnya Baibai Ngamuk, Pepes Pisang, Kecampit. Di Sumbar disebut Lapek Sagan. Di Rejang, Bengkulu disebut Kelicuk.
Membuatnya, sungguh, saya jadi mealow, seketika teringat almh ibu dan nyai saya, ah...
Resepnya sangat gampang, pisang gedah yang sangat ranum dicampur beras ketan yang sudah direndam semalaman, kasih kelapa parut dan sedikit garam lalu bungkus daun pisang dan kukus sampai matang. Karena pisang gedah zaman sekarang gak semanis zaman dulu, saya tambah sedikit gula pasir dan gula merah (linggau) yang saya kerik tipis-tipis dengan pisau.
Rasanya sedap mantap dan bikin saya bahagia. Cobain moms #WeekendChallenge #Brusbus #BaibaiNgamuk #PepesPisang #Cooking #MasakItuSaya #KueKomering #Kecampit #Kelicuk #ResepWongkito #WongkitoGalo #CookpadCommunity_Palembang #KetanPutih
Cara Membuat
- 1
Siapkan bahan
- 2
Cuci bersih beras ketan lalu rendam dengan air (saya rendam semalaman) lalu tiriskan
- 3
Kupas pisang lalu hancurkan, saya pakai bagian bawah gelas. Lalu sisihkan
- 4
Siapkan daun pisang. Lap daun pisang dengan serbet bersih untuk membuang kotoran dan debu. Lalu layur (dipanaskan selintas) bagian dalamnya di atas api kompor supaya daun menjadi lentur (lemas) dan kuman mati.
- 5
Siapkan bahan lain, kelapa parut, gula pasir, garam halus dan gula merah
- 6
Siapkan wadah agak besar, masukkan beras ketan yang sudah ditiriskan tadi. Masukkan pisang, kelapa parut, gula pasir, gula merah dan garam halus. Aduk sampai tercampur rata
- 7
Siap untuk dibungkus. Siapkan juga dandang untuk mengukus kue
- 8
Membungkusnya sesuai selera, biasanya agak memanjang. Ke dalam selembar daun pisang, tarok 2-3 sendok adonan. Karena takut daunnya tidak cukup saya banyakkan isi ketika daunnya lebar dan luas.
- 9
Lakukan sampai adonan habis. Saya dapatnya 35 buah. Kalo saya buat seragam isinya, mungkin dapat 50 buah
- 10
Masukkan kue ke dalam dandang yang sudah didihkan. Kukus sampai matang. Saya tadi sekitar 1 jam karena pengen kuenya tanak bener.
- 11
Setelah matang, matikan kompor dan dinginkan kue.
- 12
Jadi deh. Tinggal disantap. Rasanya manis gurih dan bikin saya bahagia. What a nice and memorable weekend. Sambil ngopi, tambah muantap. Cobain moms.
Kata kunci
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya




























Komentar (10)