Kue Lontar

Kue Lontar adalah kuliner dari tanah Papua yang secara visual dan rasa menyerupai Milk Pie atau Egg Tart. Namun, yang membedakannya adalah ukurannya yang besar dan tekstur isiannya yang jauh lebih creamy, tebal, dan sangat lembut.
Kue Lontar diperkirakan masuk ke tanah Papua melalui pengaruh kolonial Belanda (mirip dengan vlaai atau tart susu). Nama "Lontar" sendiri diyakini berasal dari kata serapan bahasa Belanda "Rondtaart" yang berarti kue bulat. Namun, masyarakat lokal Papua melafalkannya menjadi "Lontar".
Secara kultural, Kue Lontar adalah simbol keramahan dan perayaan di Papua. Kue ini menjadi hidangan wajib saat hari raya besar seperti Natal dan Lebaran, serta sering dijadikan buah tangan istimewa.
Kue Lontar
Kue Lontar adalah kuliner dari tanah Papua yang secara visual dan rasa menyerupai Milk Pie atau Egg Tart. Namun, yang membedakannya adalah ukurannya yang besar dan tekstur isiannya yang jauh lebih creamy, tebal, dan sangat lembut.
Kue Lontar diperkirakan masuk ke tanah Papua melalui pengaruh kolonial Belanda (mirip dengan vlaai atau tart susu). Nama "Lontar" sendiri diyakini berasal dari kata serapan bahasa Belanda "Rondtaart" yang berarti kue bulat. Namun, masyarakat lokal Papua melafalkannya menjadi "Lontar".
Secara kultural, Kue Lontar adalah simbol keramahan dan perayaan di Papua. Kue ini menjadi hidangan wajib saat hari raya besar seperti Natal dan Lebaran, serta sering dijadikan buah tangan istimewa.
Cara Membuat
- 1
Campurkan tepung terigu, mentega dingin, gula halus, dan garam. Aduk menggunakan garpu atau pastry blender hingga berbutir seperti pasir. Masukkan kuning telur, aduk rata hingga adonan menyatu (jangan diuleni terlalu lama). Bungkus plastik, diamkan di kulkas selama 15 menit.
- 2
Gilas adonan kulit, lalu letakkan di atas piring lontar yang sudah diolesi mentega. Tekan-tekan mengikuti bentuk piring dan rapikan pinggirannya.
- 3
Tusuk-tusuk dasar kulit dengan garpu agar tidak menggelembung saat dipanggang, beri pemberat (kertas roti berisi kacang-kacangan) dan panggang pada suhu 160°C selama 12 menit. Teknik blind baking ini menjamin dasar kue renyah dan tidak terserap cairan isian.
- 4
Larutkan SKM dengan air panas, dinginkan sebentar. Masukkan vanila ekstrak dan kuning telur. Aduk perlahan dengan gerakan memutar saja agar tidak tercipta busa udara.
- 5
Saring menggunakan saringan kain atau saringan kawat paling halus untuk membuang tali pusat telur dan gumpalan kecil.
- 6
Turunkan suhu oven ke 130°C - 140°C. Tuangkan isian ke dalam kulit yang sudah di-blind bake (tuang perlahan melalui punggung sendok agar tidak merusak kulit). Panggang selama 70–80 menit.
- 7
Goyangkan loyang perlahan, jika pinggiran sudah padat tapi tengahnya masih sedikit bergoyang seperti pudding/jelly, segera matikan oven.
- 8
Jangan langsung memotong kue setelah keluar dari oven. Biarkan dingin di suhu ruang, lalu masukkan ke kulkas minimal 6 jam atau semalaman. Proses ini krusial agar struktur lemak susu dan telur menyatu (set) sempurna sehingga potongan kue terlihat tajam dan rapi.
Tips
1. Saat mencampur telur untuk isian, cukup aduk perlahan. Jika terlalu banyak udara masuk (berbusa), permukaan kue akan berlubang dan tidak mulus.
2. Jika oven terlalu panas, isian akan mengembang lalu mengempis, menyebabkan permukaan retak atau meletus.
Kata kunci
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya



Komentar