CookpadCookpad
Tamu
Daftar atau Masuk
Simpan dan tulis resep, kirim Cooksnap, dan lainnya
  • Cari
  • Premium
    • Jajaran Resep Unggulan
    • Menu Mingguan Premium
    • Paling Banyak Dilihat
  • Premium
  • Posting Bareng
  • FAQ
  • Kirim Saran
  • Negara
  • Koleksi Resep
Koleksi Resep
Untuk mulai membuat koleksi resep, silakan daftar atau masuk.
NASI GORENG BABAT - Semarang
Simpan resep ini untuk dapat dilihat lagi nanti.
  • Kirim Cooksnap
  • Tambahkan ke folder
  • Cetak
  • Bagikan
    • Disalin!
    • Email
    • Facebook
    • Pin gambar
    • X
  • Laporkan Resep
  • Lihat Detail Statistik
  • Edit resep
  • Hapus
CookpadCookpad
Foto resep NASI GORENG BABAT - Semarang

NASI GORENG BABAT - Semarang

Dama Yanty
Dama Yanty @Dama_858808
Samarinda-KALTIM

Dari sekian banyak hidangan dalam khazanah Masakan Indonesia, hanya sedikit yang dapat dianggap sebagai makanan nasional sejati. Salah satunya adalah nasi goreng, karena masakan ini tidak mengenal batasan kelas sosial. Nasi goreng dapat dinikmati secara sederhana di warung tepi jalan, gerobak penjaja keliling, hingga restoran dan meja prasmanan dalam pesta.
Nasi goreng sebenarnya muncul dari beberapa sifat dalam kebudayaan Tionghoa, yang tidak suka mencicipi makanan dingin dan juga membuang sisa makanan beberapa hari sebelumnya. Makanya, nasi yang dingin itu kemudian digoreng untuk dihidangkan kembali di meja makan. Salah satunya adalah nasi goreng khas Semarang, dipadu dengan babat yang kenyal membuat nasi goreng ini menjadi spesial --- walau dengan komposisi bumbu sederhana.
Saat berwisata atau jalan-jalan ke kota Semarang (propinsi Jawa Tengah), akan banyak ditemukan warung-warung yang menyajikan nasi goreng babat. Karena hidangan ini sangat akrab dengan lidah warga Semarang, menjadi tidak lengkap rasanya jika sudah berwisata ke kota tersebut namun belum sempat menikmatinya. Saking digemarinya, ternyata bukan hanya orang asli Semarang yang menjualnya namun di sejumlah restoran Cina yang ada di Semarang pun, menjadikan menu nasi goreng babat sebagai menu andalannya --- salah satu contoh akulturasi budaya Indonesia (Jawa) dan Tionghoa.
Dahulu nasi goreng ini dijual dengan cara berkeliling dan uniknya, si Penjual tidak membawa nasi putih. Tapi si Pembeli lah yang harus menyiapkan nasinya sendiri (dari rumah). Pedagang hanya membawa wajan, anglo, bumbu dan babat yang sebelumnya sudah diungkep. Nasi tersebut kemudian diolah dengan babat dan dibumbui, nasi goreng gaya kaki lima ini enak dimakan hangat. Sekarang pedagang sudah menyiapkan sendiri nasinya, mereka pun sudah tidak keliling lagi tapi mangkal di tempat tertentu.
Mengenai cita rasa, nasi goreng babat memiliki rasa khas bawang merah dan kecap manis yang kuat. Aroma terasi, warna hitam pekat karena pengaruh kecap, pedas, dan sangat berminyak. Ciri yang paling khas dari nasi ini memang minyaknya yang banyak, tetapi saat akan membeli bisa meminta supaya minyaknya sedikit saja.
Disini babatnya Q campur ma kikil krna wktu bli d paklek sayur keliling, cma tgl 1 bgkus ja tpi da krecek banyak. Walhasil drpd g jdi bkin Nasgor Babat Semarang, ya udh dcampur ja HEHEHE… waktu memasak, masukkan babat dlu & msak smp sdkit lunak bru tmbahkn krecek.

Dari sekian banyak hidangan dalam khazanah Masakan Indonesia, hanya sedikit yang dapat dianggap sebagai makanan nasional sejati. Salah satunya adalah nasi goreng, karena masakan ini tidak mengenal batasan kelas sosial. Nasi goreng dapat dinikmati secara sederhana di warung tepi jalan, gerobak penjaja keliling, hingga restoran dan meja prasmanan dalam pesta.
Nasi goreng sebenarnya muncul dari beberapa sifat dalam kebudayaan Tionghoa, yang tidak suka mencicipi makanan dingin dan juga membuang sisa makanan beberapa hari sebelumnya. Makanya, nasi yang dingin itu kemudian digoreng untuk dihidangkan kembali di meja makan. Salah satunya adalah nasi goreng khas Semarang, dipadu dengan babat yang kenyal membuat nasi goreng ini menjadi spesial --- walau dengan komposisi bumbu sederhana.
Saat berwisata atau jalan-jalan ke kota Semarang (propinsi Jawa Tengah), akan banyak ditemukan warung-warung yang menyajikan nasi goreng babat. Karena hidangan ini sangat akrab dengan lidah warga Semarang, menjadi tidak lengkap rasanya jika sudah berwisata ke kota tersebut namun belum sempat menikmatinya. Saking digemarinya, ternyata bukan hanya orang asli Semarang yang menjualnya namun di sejumlah restoran Cina yang ada di Semarang pun, menjadikan menu nasi goreng babat sebagai menu andalannya --- salah satu contoh akulturasi budaya Indonesia (Jawa) dan Tionghoa.
Dahulu nasi goreng ini dijual dengan cara berkeliling dan uniknya, si Penjual tidak membawa nasi putih. Tapi si Pembeli lah yang harus menyiapkan nasinya sendiri (dari rumah). Pedagang hanya membawa wajan, anglo, bumbu dan babat yang sebelumnya sudah diungkep. Nasi tersebut kemudian diolah dengan babat dan dibumbui, nasi goreng gaya kaki lima ini enak dimakan hangat. Sekarang pedagang sudah menyiapkan sendiri nasinya, mereka pun sudah tidak keliling lagi tapi mangkal di tempat tertentu.
Mengenai cita rasa, nasi goreng babat memiliki rasa khas bawang merah dan kecap manis yang kuat. Aroma terasi, warna hitam pekat karena pengaruh kecap, pedas, dan sangat berminyak. Ciri yang paling khas dari nasi ini memang minyaknya yang banyak, tetapi saat akan membeli bisa meminta supaya minyaknya sedikit saja.
Disini babatnya Q campur ma kikil krna wktu bli d paklek sayur keliling, cma tgl 1 bgkus ja tpi da krecek banyak. Walhasil drpd g jdi bkin Nasgor Babat Semarang, ya udh dcampur ja HEHEHE… waktu memasak, masukkan babat dlu & msak smp sdkit lunak bru tmbahkn krecek.

Lebih banyak

NASI GORENG BABAT - Semarang

Dama Yanty
Dama Yanty @Dama_858808
Samarinda-KALTIM

Dari sekian banyak hidangan dalam khazanah Masakan Indonesia, hanya sedikit yang dapat dianggap sebagai makanan nasional sejati. Salah satunya adalah nasi goreng, karena masakan ini tidak mengenal batasan kelas sosial. Nasi goreng dapat dinikmati secara sederhana di warung tepi jalan, gerobak penjaja keliling, hingga restoran dan meja prasmanan dalam pesta.
Nasi goreng sebenarnya muncul dari beberapa sifat dalam kebudayaan Tionghoa, yang tidak suka mencicipi makanan dingin dan juga membuang sisa makanan beberapa hari sebelumnya. Makanya, nasi yang dingin itu kemudian digoreng untuk dihidangkan kembali di meja makan. Salah satunya adalah nasi goreng khas Semarang, dipadu dengan babat yang kenyal membuat nasi goreng ini menjadi spesial --- walau dengan komposisi bumbu sederhana.
Saat berwisata atau jalan-jalan ke kota Semarang (propinsi Jawa Tengah), akan banyak ditemukan warung-warung yang menyajikan nasi goreng babat. Karena hidangan ini sangat akrab dengan lidah warga Semarang, menjadi tidak lengkap rasanya jika sudah berwisata ke kota tersebut namun belum sempat menikmatinya. Saking digemarinya, ternyata bukan hanya orang asli Semarang yang menjualnya namun di sejumlah restoran Cina yang ada di Semarang pun, menjadikan menu nasi goreng babat sebagai menu andalannya --- salah satu contoh akulturasi budaya Indonesia (Jawa) dan Tionghoa.
Dahulu nasi goreng ini dijual dengan cara berkeliling dan uniknya, si Penjual tidak membawa nasi putih. Tapi si Pembeli lah yang harus menyiapkan nasinya sendiri (dari rumah). Pedagang hanya membawa wajan, anglo, bumbu dan babat yang sebelumnya sudah diungkep. Nasi tersebut kemudian diolah dengan babat dan dibumbui, nasi goreng gaya kaki lima ini enak dimakan hangat. Sekarang pedagang sudah menyiapkan sendiri nasinya, mereka pun sudah tidak keliling lagi tapi mangkal di tempat tertentu.
Mengenai cita rasa, nasi goreng babat memiliki rasa khas bawang merah dan kecap manis yang kuat. Aroma terasi, warna hitam pekat karena pengaruh kecap, pedas, dan sangat berminyak. Ciri yang paling khas dari nasi ini memang minyaknya yang banyak, tetapi saat akan membeli bisa meminta supaya minyaknya sedikit saja.
Disini babatnya Q campur ma kikil krna wktu bli d paklek sayur keliling, cma tgl 1 bgkus ja tpi da krecek banyak. Walhasil drpd g jdi bkin Nasgor Babat Semarang, ya udh dcampur ja HEHEHE… waktu memasak, masukkan babat dlu & msak smp sdkit lunak bru tmbahkn krecek.

Dari sekian banyak hidangan dalam khazanah Masakan Indonesia, hanya sedikit yang dapat dianggap sebagai makanan nasional sejati. Salah satunya adalah nasi goreng, karena masakan ini tidak mengenal batasan kelas sosial. Nasi goreng dapat dinikmati secara sederhana di warung tepi jalan, gerobak penjaja keliling, hingga restoran dan meja prasmanan dalam pesta.
Nasi goreng sebenarnya muncul dari beberapa sifat dalam kebudayaan Tionghoa, yang tidak suka mencicipi makanan dingin dan juga membuang sisa makanan beberapa hari sebelumnya. Makanya, nasi yang dingin itu kemudian digoreng untuk dihidangkan kembali di meja makan. Salah satunya adalah nasi goreng khas Semarang, dipadu dengan babat yang kenyal membuat nasi goreng ini menjadi spesial --- walau dengan komposisi bumbu sederhana.
Saat berwisata atau jalan-jalan ke kota Semarang (propinsi Jawa Tengah), akan banyak ditemukan warung-warung yang menyajikan nasi goreng babat. Karena hidangan ini sangat akrab dengan lidah warga Semarang, menjadi tidak lengkap rasanya jika sudah berwisata ke kota tersebut namun belum sempat menikmatinya. Saking digemarinya, ternyata bukan hanya orang asli Semarang yang menjualnya namun di sejumlah restoran Cina yang ada di Semarang pun, menjadikan menu nasi goreng babat sebagai menu andalannya --- salah satu contoh akulturasi budaya Indonesia (Jawa) dan Tionghoa.
Dahulu nasi goreng ini dijual dengan cara berkeliling dan uniknya, si Penjual tidak membawa nasi putih. Tapi si Pembeli lah yang harus menyiapkan nasinya sendiri (dari rumah). Pedagang hanya membawa wajan, anglo, bumbu dan babat yang sebelumnya sudah diungkep. Nasi tersebut kemudian diolah dengan babat dan dibumbui, nasi goreng gaya kaki lima ini enak dimakan hangat. Sekarang pedagang sudah menyiapkan sendiri nasinya, mereka pun sudah tidak keliling lagi tapi mangkal di tempat tertentu.
Mengenai cita rasa, nasi goreng babat memiliki rasa khas bawang merah dan kecap manis yang kuat. Aroma terasi, warna hitam pekat karena pengaruh kecap, pedas, dan sangat berminyak. Ciri yang paling khas dari nasi ini memang minyaknya yang banyak, tetapi saat akan membeli bisa meminta supaya minyaknya sedikit saja.
Disini babatnya Q campur ma kikil krna wktu bli d paklek sayur keliling, cma tgl 1 bgkus ja tpi da krecek banyak. Walhasil drpd g jdi bkin Nasgor Babat Semarang, ya udh dcampur ja HEHEHE… waktu memasak, masukkan babat dlu & msak smp sdkit lunak bru tmbahkn krecek.

Lebih banyak
Tersimpan
Simpan resep ini untuk dapat dilihat lagi nanti.
Edit resep
Lihat Detail Statistik
Tambahkan ke folder
Kirim CooksnapKirim Cooksnap
BagikanBagikan
  • Disalin!
  • Email
  • Facebook
  • Pin gambar
  • X
CetakCetak
  • CetakCetak
  • Kirim CooksnapKirim Cooksnap
  • Laporkan Resep
  • Lihat Detail Statistik
  • Hapus
Bagikan
  • Disalin!
  • Email
  • Facebook
  • Pin gambar
  • X
Simpan resep ini untuk dapat dilihat lagi nanti.
  • Kirim Cooksnap
  • Tambahkan ke folder
  • Cetak
  • Laporkan Resep
  • Lihat Detail Statistik
  • Edit resep
  • Hapus

Bahan-bahan

15 menit
4 porsi
  1. 500 grnasi putih
  2. 200 grbabat, rebus hingga empuk lalu potong sesuai selera
  3. 3 sdmkecap manis
  4. 2 btrbawang merah, iris tipis
  5. 1 siungbawang putih, cincang halus
  6. 1 batangdaun bawang, iris sedang
  7. 1 sdtkaldu bubuk (rasa sapi)
  8. 1/4 sdtmerica bubuk
  9. secukupnyaGaram
  10. Minyak untuk menumis
  11. BUMBU HALUS :
  12. 4 btrbawang merah
  13. 2 siungbawang putih
  14. 4 bhcabai merah
  15. 3 bhcabai rawit
  16. 1/2 sdtterasi, goreng/bakar
  17. PELENGKAP :
  18. Telur goreng ceplok/mata sapi
  19. Acar mentimun
  20. Kerupuk
  21. Bawang goreng
Cookpad Buka di Aplikasi
Tersimpan
Simpan resep ini untuk dapat dilihat lagi nanti.

Cara Membuat

15 menit
  1. 1

    Panaskan minyak, lalu tumis bawang merah dan bawang putih hingga layu.

    Foto langkah ke 1 dari resep NASI GORENG BABAT - Semarang.
  2. 2

    Masukkan bumbu halus, dan masak hingga tercium aromanya.

    Foto langkah ke 2 dari resep NASI GORENG BABAT - Semarang.
  3. 3

    Lalu masukkan babat, masak hingga agak mengering.

    Foto langkah ke 3 dari resep NASI GORENG BABAT - Semarang.
  4. 4

    Kemudian tambahkan nasi, daun bawang dan kecap manis. Aduk agar nasi tidak menggumpal, dan bumbu tercampur rata.

    Foto langkah ke 4 dari resep NASI GORENG BABAT - Semarang.
  5. 5

    Terakhir masukkan kaldu bubuk, merica bubuk dan garam. Aduk rata, sesuaikan rasanya.

    Foto langkah ke 5 dari resep NASI GORENG BABAT - Semarang.
  6. 6

    Angkat, sajikan dengan pelengkapnya.

    Foto langkah ke 6 dari resep NASI GORENG BABAT - Semarang.
Tersimpan
Simpan resep ini untuk dapat dilihat lagi nanti.
Edit resep
Lihat Detail Statistik
Tambahkan ke folder
Kirim CooksnapKirim Cooksnap
BagikanBagikan
  • Disalin!
  • Email
  • Facebook
  • Pin gambar
  • X
CetakCetak
  • CetakCetak
  • Kirim CooksnapKirim Cooksnap
  • Laporkan Resep
  • Lihat Detail Statistik
  • Hapus

Cooksnap

Tersimpan
Simpan resep ini untuk dapat dilihat lagi nanti.
  • Kirim Cooksnap
  • Tambahkan ke folder
  • Cetak
  • Bagikan
    • Disalin!
    • Email
    • Facebook
    • Pin gambar
    • X
  • Laporkan Resep
  • Lihat Detail Statistik
  • Edit resep
  • Hapus

Disalin!

Dama Yanty
Dama Yanty @Dama_858808
pada 09 November 2015 02.38
Samarinda-KALTIM
One of my dreams...mendokumentasikan resep2 kuliner Nusantara dan mencoba kuliner dunia (klo nunggu keliling dunia, lum tw kpn bsa terlaksana HEHEHE) coz di Indonesia ja msih bnyak yg lum dkunjungi.Hanya seorang pemula dlm memasak, jdi dtunggu kritik & sarannya y...^_^
Lebih banyak

Komentar (2)

selvi ratnasari
selvi ratnasari @cook_2643077
11 November 2015 15.49
ini makanan favorite aku kalau pas mudik ke srmarang😘😘..makasi ya mba resepnya..libur kantor lgsg saya coba akh hehehe
Tamu
Beri komentar
0/0

Resep Serupa

Rekomendasi Resep Lainnya

  1. Ayam Goreng Tepung super simpel
  2. Ayam Popcorn Saus BBQ
  3. Fried Chicken Ala Rumah
  4. Sambal Pete Ayam Suwir
  5. Es Cincau Gula Merah
  1. Beef steak BBQ sauce
  2. Popcorn Karamel Madu
  3. Jumeok Bak (Bola Bola Nasi Ala Korea) simple bergizi buat bekal
  4. Chiffon ketan hitam
  5. Calamary (Cumi Balut Tepung Roti)
  1. Nasi Tim Ayam Jamur ala Jepang
  2. Mie ayam pangsit hijau
  3. Sosis Pisang
  4. Seblak Campur Sari (Baso, Sosis, Makroni)
https://cookpad.wasmer.app/id/resep/311595
Cookpad Buka di Aplikasi

Tentang Kami

Misi kami di Cookpad adalah untuk membuat masak sehari-hari makin menyenangkan, karena kami percaya bahwa memasak adalah kunci menuju kehidupan yang lebih bahagia dan lebih sehat bagi manusia, komunitas, dan bumi. Kami mendukung koki rumahan di seluruh dunia untuk membantu satu sama lain dengan berbagi resep dan pengalaman memasak.

Langganan Premium untuk menikmati fitur & manfaat eksklusif!

Komunitas Cookpad

🇺🇸 United States 🇬🇧 United Kingdom 🇪🇸 España 🇦🇷 Argentina 🇺🇾 Uruguay 🇲🇽 México 🇨🇱 Chile 🇻🇳 Việt Nam 🇹🇭 ไทย 🇮🇩 Indonesia 🇫🇷 France 🇸🇦 السعودية 🇹🇼 臺灣 🇮🇹 Italia 🇮🇷 ایران 🇮🇳 India 🇭🇺 Magyarország 🇳🇬 Nigeria 🇬🇷 Ελλάδα 🇲🇾 Malaysia 🇵🇹 Portugal 🇺🇦 Україна 🇯🇵 日本 Lihat Semua

Selengkapnya

Cookpad Premium Karir Kirim Saran Blog Ketentuan Pemakaian Panduan Komunitas Cookpad Kebijakan Privasi FAQ

Unduh aplikasi kami

Buka Aplikasi Cookpad di Google Play Buka Aplikasi Cookpad di App Store
Copyright © Cookpad Inc.
close