Sauerkraut

Ini adalah sayuran fermentasi khas German🇩🇪
Buat yang suka berkelana di makanan fermentasi mungkin sudah familiar ya. Kegunaannya apa sih sayuran fermentasi Sauerkraut ini? Meningkatkan pencernaan dan sistem kekebalan tubuh, dukungan untuk penurunan berat badan, serta kontribusi pada kesehatan jantung dan tulang. Makanan fermentasi ini kaya akan probiotik, vitamin, mineral, dan antioksidan yang bermanfaat untuk kesehatan secara keseluruhan.
Rasanya asin, asem kecut kayak acar gitu ya, makanya bisa di sajikan sebagai pelengkap di salad, sandwich dan sup.
Aku baca - baca ini salah satu menu sehat yang fi rekomendasikan untuk pasien Kanker , nah cocok banget kan dijadiin hantaran buat ngejenguk kerabat yang terkena Kanker ❤
Semoga dikuatkan, tetap semangat ya 👍
Sauerkraut
Ini adalah sayuran fermentasi khas German🇩🇪
Buat yang suka berkelana di makanan fermentasi mungkin sudah familiar ya. Kegunaannya apa sih sayuran fermentasi Sauerkraut ini? Meningkatkan pencernaan dan sistem kekebalan tubuh, dukungan untuk penurunan berat badan, serta kontribusi pada kesehatan jantung dan tulang. Makanan fermentasi ini kaya akan probiotik, vitamin, mineral, dan antioksidan yang bermanfaat untuk kesehatan secara keseluruhan.
Rasanya asin, asem kecut kayak acar gitu ya, makanya bisa di sajikan sebagai pelengkap di salad, sandwich dan sup.
Aku baca - baca ini salah satu menu sehat yang fi rekomendasikan untuk pasien Kanker , nah cocok banget kan dijadiin hantaran buat ngejenguk kerabat yang terkena Kanker ❤
Semoga dikuatkan, tetap semangat ya 👍
Cara Membuat
- 1
Cuci bersih kol dan wortel, kupas dan buang bagian yang jelek/kurang segar, keringkan lalu iris tipis. Sisakan 1 lembar kubis untuk pelapis di step ke 4.
- 2
Timbang total sayuran lalu ambil 2% nya untuk takaran garam aku pakai sekitar 1/2 sdt garam. Pakai sarung tangan untuk meratakan garam lalu bejek - bejek. Diamkan 10-30 menit. Pake tangan kering dan bersih bisa juga hanya saja untuk kulit yang sensitif mungkin akan terasa perih karena reaksi garam ke kulit.
- 3
Setelah menunggu beberap saat, cek dan aduk remas kembali, tekstur kubis akan melembut dan mengeluarkan air. Bisa tes tingkat keasinan, bila keasinan bisa tambahkan sayur atau sedikit air, nanti airnya bisa di buang ataupun di masukan ke toples.
- 4
Siapkan wadah kaca bersih dan kering, masukkan sayuran sambil di tekan - tekan hingga padat, beri pemberat, bisa pakai kulit terluar kubis di step 1 atau media lain yang terbuat dari kaca atau keramik, aku pakai gelas mangkuk mini keramik.
- 5
Tutup rapat lalu simpan di suhu ruang tanpa cahaya matahari langsung, biarkan selama 3 sampai 14 hari. Buka tutup jar per 3 hari untuk mengeluarkan gas saat proses fermentasi. Untuk suhu tropis dan volume sedikit 3 hari biasanya cukup, tapi untuk jumlah besar dan suhu ruangan sekitar 20c mungkin butuh waktu 2-4 minggu ya. Lakukan tes untuk memastikan.
- 6
Ini penampakan keesokan harinya sudah mulai terlihat gelembung-gelembung udara, aku coba tekan dengan sendok belum terlalu banyak perubahan yang signifikan. Rasanya juga masih sama seperti hari sebelumnya.
- 7
Ini penampakan hari ke 3, sekilas masi sama dengan hari pertama, tapi pas tutup toples di buka kecium sedikit aroma asam fermentasinya, aku coba tekan - tekan, teksturnya lebih lunak jadi bisa di tekan lebih dalam dan air yg keluar lebih banyak. Aku coba sedikit mulai terasa asam sedikit saja jadi aku putuskan lanjut fermentasi lagi.
- 8
Hari ke 6 aku tes udah lumayan asam malah keasaman sebenernya buatku 😅kayanya hari ke 4 atau 5 cukup deh. Tapi ya selera masing-masing ya.
Kata kunci
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya















Komentar