Cara bikang mawar

Ini trial ketiga,karena masih penasaran sama teknik teknik bikin bikang. Trial yang kedua berhasil tapi nggak di foto karena warnanya jelek, yang ini berhasil dan nyarang banget. Kenyal dan enak pokoknya.
Cara bikang mawar
Ini trial ketiga,karena masih penasaran sama teknik teknik bikin bikang. Trial yang kedua berhasil tapi nggak di foto karena warnanya jelek, yang ini berhasil dan nyarang banget. Kenyal dan enak pokoknya.
Cara Membuat
- 1
Campur gula pasir tepung terigu dan tepung beras serta tepung tapioka. Aduk rata,sisihkan.
- 2
Campur santan dengan vanili dan garam serta daun pandan masak dengan api kecil sampe panas menjelang mendidih.
- 3
Tuang sedikit demi sedikit santan panas ke dalam adonan tepung lalu aduk menggunakan wishk. Lakukan sampai santan habis. Aduknya harus kuat ya, supaya adonan licin dan tidak bergerindil. Saring bila perlu.
- 4
Bagi 3 adonan, dan beri pewarna sesuai selera aku pake pewarna merah dan hijau satu biarkan putih.
- 5
Panaskan cetakan dengan api kecil sampe benar benar panas. Sementara cetakan panas siapkan loyang dan isi dengan air. Sisihkan loyang ini tujuannya untuk merendam cetakan bikang saat bikang sudah matang dan sebelum bikang diangkat.
- 6
Setelah panas, besarkan api sampai api sedang. Lalu tuang adonan bikang yang warna hijau setengah cetakan. Biarkan pinggirannya matang lalu tuang warna putih timpa lagi dengan warna merah sampai penuh. Biarkan matang tanpa di tutup. Kalo bikang di pegang dengan punggung sendok sudah membal berarti sudah matang,matikan api.
- 7
Angkat cetakan bikang lalu rendam dalam loyang berisi air biarkan sampe uap panas hilang lalu cungkil bikang.
- 8
Taruh bikang di atas pantat gelas yang sudah di balik. Tekan bagian tengah bikang menggunakan tutup botol lalu rekahkan pinggiran kue bikang. Kalo kesulitan merekah kan bikang bisa gunting bagian pinggiran bikang menjadi 4 atau 5 kelopak lalu rekahkan. Mengguntingnya jangan sampe putus ya.
- 9
Bikang siap di alasi dengan Sudi.
- 10
Sebenarnya membuat bikang itu gampang, asal tahu tekniknya. Menurut saya yang harus diperhatikan itu kekentalan adonan, panasnya cetakan dan pengaturan api. Adonan bikang itu tidak kental dan tidak terlalu encer. Sedangkan apinya sewaktu memanaskan cetakan itu gunakan api kecil pada saat akan menuang adonan baru naikan api ke sedang. Dan cetakan benar benar panas. Cara mengetes cetakan panas ya itu dengan di ciprati air jika air sudah menari nari dan terdengar bunyi ces adonan siap dituang.
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya



Komentar (2)