Bubur Merah Putih (Nasi)

irani nara
irani nara @iraninara
Jakarta

Mengutip dari Fimela.com
Dalam tradisi Jawa, di berbagai acara selamatan biasanya akan ada bubur merah putih. Bubur merah putih ini juga kerap disebuat sebagai bubur sengkolo. Bahan utamanya terbuat dari beras ketan. Disebut merah dan putih karena bubur ini memadukan bubur ketan dengan campuran gula merah atau gula aren dan bubur ketan polos putih.
Dalam acara kelahiran bayi atau pemberian nama, bubur ini menyimbolkan harapan agar anak nantinya tumbuh menjadi pribadi yang berani dan selalu bertindak di jalan yang suci (benar dan baik). Ada juga mitologi Jawa yang menyebutkan bahwa bubur putih merupakan simbol bibit dari ayah dan bubur merah merupakan simbol bibit dari ibu. Saat disatukan dalam satu wadah, maka ada simbol penyatuan dan hadirnya manusia baru. Bisa dikatakan bubur merah putih melambangkan kehidupan manusia di dunia.
Sungguh menarik ya menilik makna dan simbol dari makanan yang hadir dalam acara-acara tradisi budaya.

Pada resep ini saya tidak menggunakan beras ketan tapi menggunakan nasi yang belum habis dalam keadaan masih bagus.
Alhamdulillah jadi ada cara untuk mengolah nasi yang belum habis.

Source : @novi_yetridj

#RayakanDenganBubur
#CookpadCommunity_Jakarta
#PejuangGoldenBatikApron

Bubur Merah Putih (Nasi)

Mengutip dari Fimela.com
Dalam tradisi Jawa, di berbagai acara selamatan biasanya akan ada bubur merah putih. Bubur merah putih ini juga kerap disebuat sebagai bubur sengkolo. Bahan utamanya terbuat dari beras ketan. Disebut merah dan putih karena bubur ini memadukan bubur ketan dengan campuran gula merah atau gula aren dan bubur ketan polos putih.
Dalam acara kelahiran bayi atau pemberian nama, bubur ini menyimbolkan harapan agar anak nantinya tumbuh menjadi pribadi yang berani dan selalu bertindak di jalan yang suci (benar dan baik). Ada juga mitologi Jawa yang menyebutkan bahwa bubur putih merupakan simbol bibit dari ayah dan bubur merah merupakan simbol bibit dari ibu. Saat disatukan dalam satu wadah, maka ada simbol penyatuan dan hadirnya manusia baru. Bisa dikatakan bubur merah putih melambangkan kehidupan manusia di dunia.
Sungguh menarik ya menilik makna dan simbol dari makanan yang hadir dalam acara-acara tradisi budaya.

Pada resep ini saya tidak menggunakan beras ketan tapi menggunakan nasi yang belum habis dalam keadaan masih bagus.
Alhamdulillah jadi ada cara untuk mengolah nasi yang belum habis.

Source : @novi_yetridj

#RayakanDenganBubur
#CookpadCommunity_Jakarta
#PejuangGoldenBatikApron

Edit resep
Lihat Detail Statistik
Bagikan
Bagikan

Bahan-bahan

  1. 300 grnasi putih
  2. 675 mlair + 25 gr fiber creme (bisa diganti 700 ml santan)
  3. 2 lembardaun pandan
  4. 1/2 sdtgaram
  5. 110 grgula merah, iris

Cara Membuat

  1. 1

    Dalam panci, masukkan nasi, air, fiber creme atau santan, daun pandan, dan garam. Masak sambil terus diaduk hingga mendidih.

  2. 2

    Setelah mendidih dan mendapatkan kekentalan / tekstur yang diinginkan, sisihkan ⅓ bagian bubur putih dalam wadah terpisah.
    Masukkan gula merah ke dalam ⅔ sisa bubur putih dan aduk rata hingga semua gula merah larut dan tercampur rata.

  3. 3

    Penyajian : masukkan bubur merah ke dalam wadah saji, kemudian bubur putih ditengahnya. Biasanya bubur merah lebih banyak daripada bubur putih nya ya.

Edit resep
Lihat Detail Statistik
Bagikan
Masak Hari Ini
irani nara
irani nara @iraninara
pada
Jakarta
suka masak yang simple dan enak 😁✌️ tapi enak itu soal selera jadi kembali lagi ke selera masing² yaaa 😉terima kasih bagi yang sudah follow dan sudah cooksnap, semoga berkenan dan bermanfaat yaaa 🥰 🙏
Lebih banyak

Komentar

Resep Serupa