815. Mi Oven Instan Rasa Gulai Sultan

Kalo kata dr. Tirta, "kenapa takut makan mi instan? Mi instan tu sama seperti nasi, karbo, kalo ditambah sayur dan telor ya jadi sehat, jangan mi ditambah nasi. Satu lagi, olahraga."
Aku bisa berkali² makan mi instan, tapi buat orang rumah, aku usahakan seminim mungkin untuk mereka mengonsumsinya. Dengan cara apa? Memasak 🤭
Aku yang kalo sama keluarga dikomplen :
"Kamu jangan overprotective", "kamu sakit minum itu gpp, kalo aku gak boleh" 😗
Atau, ini taun kedua tiap sungkem lebaran, kalimat pertama Papa, "tolong kasih Papa kebebasan" 🤔
Padahal aku (merasa) kasih banyak kebebasan tapi kenapa masih merasa dibatasi? Ntar cerita ke dokter² atau temen²nya, "di rumah ada satpam, satpamnya galak 🤣" 🤷🏻♀️😒
Aku jaga makanan buat Papa, tapi Kakak aku, "Pa, gak boleh kacang mede banyak² ya?", sambil ngelirik aku, "nanti aja ya Pa, jangan sekarang, kukasih yang banyak", sambil pegangin setoples mede.
"Mulai ya, cari gara²", buatku aja medenya 👀
Atau tiba² belikan gule kambing padahal sebelumnya aku sempet masakin yang bersantan. Sama aja Kakak² sama adek akutuh, pada susah² dibilangin. Sekarang kalo mau kirim makanan nunggu approve dari aku, aku yang pilihin wkwkkwk
Tapi kalo disuruh milih antara lauk atau bahan mentah, pasti milihnya yang mentah supaya bisa diolah seusai selera
Akupun apa² serba diawasi dan dibatasi 🥲
Iya, emang gak enak. Tapi mereka apa² kudu dijagain, kalo aku kan bisa jaga diri sendiri ☹ 🙄
815. Mi Oven Instan Rasa Gulai Sultan
Kalo kata dr. Tirta, "kenapa takut makan mi instan? Mi instan tu sama seperti nasi, karbo, kalo ditambah sayur dan telor ya jadi sehat, jangan mi ditambah nasi. Satu lagi, olahraga."
Aku bisa berkali² makan mi instan, tapi buat orang rumah, aku usahakan seminim mungkin untuk mereka mengonsumsinya. Dengan cara apa? Memasak 🤭
Aku yang kalo sama keluarga dikomplen :
"Kamu jangan overprotective", "kamu sakit minum itu gpp, kalo aku gak boleh" 😗
Atau, ini taun kedua tiap sungkem lebaran, kalimat pertama Papa, "tolong kasih Papa kebebasan" 🤔
Padahal aku (merasa) kasih banyak kebebasan tapi kenapa masih merasa dibatasi? Ntar cerita ke dokter² atau temen²nya, "di rumah ada satpam, satpamnya galak 🤣" 🤷🏻♀️😒
Aku jaga makanan buat Papa, tapi Kakak aku, "Pa, gak boleh kacang mede banyak² ya?", sambil ngelirik aku, "nanti aja ya Pa, jangan sekarang, kukasih yang banyak", sambil pegangin setoples mede.
"Mulai ya, cari gara²", buatku aja medenya 👀
Atau tiba² belikan gule kambing padahal sebelumnya aku sempet masakin yang bersantan. Sama aja Kakak² sama adek akutuh, pada susah² dibilangin. Sekarang kalo mau kirim makanan nunggu approve dari aku, aku yang pilihin wkwkkwk
Tapi kalo disuruh milih antara lauk atau bahan mentah, pasti milihnya yang mentah supaya bisa diolah seusai selera
Akupun apa² serba diawasi dan dibatasi 🥲
Iya, emang gak enak. Tapi mereka apa² kudu dijagain, kalo aku kan bisa jaga diri sendiri ☹ 🙄
Cara Membuat
- 1
🍜 Didihkan air, masukkan mi oven ±3menit, angkat, tiriskan, letakkan di piring/mangkok
🍜 Beri bumbu mi oven instan, aduk rata - 2
🍜 Tuang telor kedalam sisa rebusan mi oven, tunggu hingga matang, angkat, taruh diatas mi
🍜 Beri taburan bawang goreng - 3
Gak sampe 3 rb harganya, ada beberapa varian, bisa ditambah sayur
Kata kunci
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya










Komentar