Tape Ketan Buah Naga

Kadang kita butuh stimulus warna yang menarik di makanan kita. Kadang pemilihan warna juga diperlukan saat merencanakan dan menata aneka hidangan agar paduan warnanya tersusun dalam harmoni yang indah. Karena itu, kadang kita butuh tambahan pewarna pada makanan kita.
Tentu bukan sembarang pewarna karena tubuh kita berharga. Alam sudah menyediakan dirinya untuk pilihan warna-warna menarik itu. Kali ini, saya mengambil manfaat alami buah naga merah. Pigmen pink magentanya mengandung zat betasianin, senyawa antioksidan yang bermanfaat untuk menghambat aktivitas radikal bebas sebagai zat antikanker. Turut difermentasi bersama beras ketan menjadi superfood alami yang berfungsi sebagai prebiotik sekaligus kaya akan vitamin.
Resep ini saya dedikasikan dalam rangka Bulan Kesadaran Kanker Payudara, yang diperingati setiap bulan Oktober. Buat orang sehat insyaallah ini baik. Buat yang sakit, ikuti petunjuk dokter ya. Kita jaga kesehatan sama-sama.
#CINTE_BreastCancerAwareness #BreastCancerAwareness #CookpadCommunity_Jakarta #pinktober #warlami #dessertelia #KulinerNusantaraElia
Tape Ketan Buah Naga
Kadang kita butuh stimulus warna yang menarik di makanan kita. Kadang pemilihan warna juga diperlukan saat merencanakan dan menata aneka hidangan agar paduan warnanya tersusun dalam harmoni yang indah. Karena itu, kadang kita butuh tambahan pewarna pada makanan kita.
Tentu bukan sembarang pewarna karena tubuh kita berharga. Alam sudah menyediakan dirinya untuk pilihan warna-warna menarik itu. Kali ini, saya mengambil manfaat alami buah naga merah. Pigmen pink magentanya mengandung zat betasianin, senyawa antioksidan yang bermanfaat untuk menghambat aktivitas radikal bebas sebagai zat antikanker. Turut difermentasi bersama beras ketan menjadi superfood alami yang berfungsi sebagai prebiotik sekaligus kaya akan vitamin.
Resep ini saya dedikasikan dalam rangka Bulan Kesadaran Kanker Payudara, yang diperingati setiap bulan Oktober. Buat orang sehat insyaallah ini baik. Buat yang sakit, ikuti petunjuk dokter ya. Kita jaga kesehatan sama-sama.
#CINTE_BreastCancerAwareness #BreastCancerAwareness #CookpadCommunity_Jakarta #pinktober #warlami #dessertelia #KulinerNusantaraElia
Cara Membuat
- 1
Blender buah naga dengan 50 ml air sampai halus. Kemudian rebus dengan api kecil sampai mendidih. Matikan api, Turunkan suhunya.
- 2
Cuci beras ketan dan tiriskan.
- 3
Tambahkan jus buah naga ke dalam beras dengan cara disaring. Aduk rata. Tutup wadah, diamkan 4-6 jam di kulkas biar beras empuk, warna meresap, tanpa khawatir basi. Beras akan berwarna pink magenta pekat.
- 4
Kukus beras sampai matang. Beri alas agar beras mudah diangkat. Bisa dengan kain saringan, daun pisang, atau alas kukus silikon.
- 5
Siapkan wadah lebar untuk mendinginkan nasi ketan dan wadah untuk memeram/fermentasi. Saya mau memeram di toples kaca, saya sterilisasi dulu dengan air panas, kemudian meniriskannya sampai benar-benar kering. Bisa dengan wadah lain ya. Saya pakai kaca biar mudah dipantau proses fermentasinya.
- 6
Beras ketan sudah matang menjadi nasi ketan. Pada tahap ini warna nasi berubah menjadi oranye.
- 7
Setelah nasi ketan matang, usahakan tidak ada kontak dengan tangan untuk mencegah kontaminasi dan potensi fermentasi gagal.
- 8
Pindahkan nasi ke wadah lebar. Pastikan bersih dan kering. Bisa dengan nampan, loyang besar, atau tampah. Saya pakai silicon mat yang biasa untuk baking. Aduk balik nasi untuk mendinginkannya. Lakukan dengan bantuan kipas agar lebih cepat dingin. Pastikan kipasnya tidak berdebu. Bisa dikipasi dengan buku atau kertas tebal.
- 9
Letakkan ragi di dalam plastik, kemudian gerus dari luar agar hancur menjadi bubuk halus. Usahakan ragi tidak kontak dengan tangan untuk mencegah potensi kerusakan ragi.
- 10
Taburkan ragi dengan cara diayak pada nasi yang terhampar. Pastikan tertabur merata ke permukaan nasi. Pindahkan nasi ke wadah menggunakan centong, susun berlapis-lapis. Tutup rapat wadah. Isi wadah maksimal 80% saja, jangan terlalu penuh, agar fermentasi berjalan baik.
- 11
Bungkus wadah dengan kain. Simpan di tempat gelap dan hangat selama 2 hari. Cek perkembangannya pada 24 jam pertama. Biasanya fermentasi sudah bekerja, tapi belum cukup matang.
- 12
Cek lagi pada hari ke-2 (48 jam). Fermentasi saya telah berhasil, tapi belum 100%. Saya lanjutkan 6 jam lagi fermentasinya. Hasilnya, air sudah keluar banyak, rasa ketan sudah berubah menjadi lembut dan manis, dengan sedikit rasa buah naga. Pindahkan tape ke kulkas untuk menghentikan fermentasi dan mengendalikan kandungan alkoholnya.
- 13
Sajikan tape dalam porsi-porsi kecil.
Proses fermentasi menjadikan tape bersifat asam (pH menurun), sehingga warna magenta buah naga kembali lagi, lebih pekat, lebih menyala.
- 14
Teman-teman, mari tingkatkan kesadaran kita dengan melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri), untuk deteksi dini kanker payudara. Lakukan rutin setiap bulan, pada hari ke-7 sampai 10 setelah hari pertama menstruasi (ketika payudara sudah tidak terasa nyeri atau bengkak). Bagi yang sudah menopause, dapat memilih tanggal yang sama setiap bulannya.
Tips
Menghindari kontak nasi dan ragi dengan tangan hanya bentuk kehati-hatian, bukan larangan mutlak. Jika tidak sengaja tersentuh tangan selagi yakin tangan bersih, lanjutkan saja prosesnya.
Sudah mencoba resep ini? Bagikan Cooksnapmu!
Ceritakan kepada Elia Wahid bagaimana hasilnya.
Yuk ucapkan terima kasih lewat foto masakanmu!
Seseorang telah membuat resepmu dan membagikan Cooksnap!

Kata kunci
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya


















Komentar