CookpadCookpad
Tamu
Daftar atau Masuk
Simpan dan tulis resep, kirim Cooksnap, dan lainnya
  • Cari
  • Premium
    • Jajaran Resep Unggulan
    • Menu Mingguan Premium
    • Paling Banyak Dilihat
  • Premium
  • Posting Bareng
  • FAQ
  • Kirim Saran
  • Negara
  • Koleksi Resep
Koleksi Resep
Untuk mulai membuat koleksi resep, silakan daftar atau masuk.
Kue Khamir
Simpan resep ini untuk dapat dilihat lagi nanti.
  • Kirim Cooksnap
  • Tambahkan ke folder
  • Cetak
  • Bagikan
    • Disalin!
    • Email
    • Facebook
    • Pin gambar
    • X
  • Laporkan Resep
  • Lihat Detail Statistik
  • Edit resep
  • Hapus
CookpadCookpad
Foto resep Kue Khamir

Kue Khamir

Rhimaz Kitchen
Rhimaz Kitchen @cook_2355440
Papua

Ketertarikan saya pada kue ini berawal ketika saya mengantar sanak famili yang berkunjung ke rumah rekan kerjanya di kawasan ciledug sekitar 5 tahun yang lalu. Saat itu kami berangkat dari rumah pagi buta dalam keadaan perut kosong, berbekal sarapan yang seadanya, jadilah si juragan kecil merengek kelaparan ketika kami tiba di lokasi tujuan. Karena kami tidak ikut masuk ke tempat yang dituju, akhirnya saya dan si juragan kecil berinisiatif untuk mencari sarapan di sekitar jalan dimana kami memarkir kendaraan.

Dari kejauhan saya lihat sebuah gerobak bertuliskan "Kue Khamir Khas Pemalang" yang berdampingan dengan gerobak gorengan. Tadinya saya hanya berniat untuk membeli gorengan, tapi karena aroma dari kue khamir ini begitu menggoda, saya pun jadi penasaran. Jenis makanan apakah gerangan kue khamir ini? Sempat terkejut juga saya sewaktu bertanya pada penjualnya, berapa harga kue khamirnya. Sepotong kue khamir dibandrol dengan harga Rp. 2.500,- Wow... saat itu, harga tersebut cukup fantastis untuk ukuran kue sebesar ini dan untuk penampilannya yang hanya begini saja. Tapi karena sudah terlanjur tergoda oleh aromanya yang terus memanggil-manggil saya, jadilah saya membeli 4 potong kue khamir. Dan kami kembali ke parkiran dimana kakek dan nenek menunggu di dalam mobil. Sungguh tak terduga reaksi nenek ketika melihat dan mencoba kudapan ini, beliau langsung ketagihan... Walhasil saya pun disuruh kembali ke gerobak kue khamir tadi dan membeli lebih banyak lagi.

Dari sinilah rasa penasaran saya semakin besar. Sambil menunggu (lumayan lama, karena banyak yang antri) saya bercakap-cakap dengan abang penjual kue khamirnya, seputar kue khamir ini. Hingga saya dapatkan resep dan tehnik memasak kue khamir khas Pemalang yang konon berasal dari Arab ini.

Sesampainya di rumah saya langsung uji coba resepnya, (padahal resepnya hanya sebatas direkam dalam memori yang sudah mulai melemah ini...) Kutak-kutik, percobaan pertama gagal, karena bantat. Tidak berhenti disitu, coba lagi setelah dapat beberapa masukan tambahan resep dari googling, hasilnya mmm... better than before, tapi masih kebanyakan margarin. Sejenak saya menarik nafas dan mencoba untuk rileks, oooh... penyakit penasaran itu sangat berbahaya.

Saya pun coba mencari resep dari NCC dan beberapa blog kuliner lainnya, dengan beberapa penyesuaian berdasarkan pengalaman sebelumnya, akhirnya saya dapatkan hasil yang memuaskan. Tampilannya bisa dilihat pada foto. Kepadatannya, kemekarannya, dan yang paling penting begitu dibelah, adonan dalamnya matang sempurna... Alhamdulillah... Jika ingin mencoba silahkan ikuti resep berikut ini... selamat mencoba...

Ketertarikan saya pada kue ini berawal ketika saya mengantar sanak famili yang berkunjung ke rumah rekan kerjanya di kawasan ciledug sekitar 5 tahun yang lalu. Saat itu kami berangkat dari rumah pagi buta dalam keadaan perut kosong, berbekal sarapan yang seadanya, jadilah si juragan kecil merengek kelaparan ketika kami tiba di lokasi tujuan. Karena kami tidak ikut masuk ke tempat yang dituju, akhirnya saya dan si juragan kecil berinisiatif untuk mencari sarapan di sekitar jalan dimana kami memarkir kendaraan.

Dari kejauhan saya lihat sebuah gerobak bertuliskan "Kue Khamir Khas Pemalang" yang berdampingan dengan gerobak gorengan. Tadinya saya hanya berniat untuk membeli gorengan, tapi karena aroma dari kue khamir ini begitu menggoda, saya pun jadi penasaran. Jenis makanan apakah gerangan kue khamir ini? Sempat terkejut juga saya sewaktu bertanya pada penjualnya, berapa harga kue khamirnya. Sepotong kue khamir dibandrol dengan harga Rp. 2.500,- Wow... saat itu, harga tersebut cukup fantastis untuk ukuran kue sebesar ini dan untuk penampilannya yang hanya begini saja. Tapi karena sudah terlanjur tergoda oleh aromanya yang terus memanggil-manggil saya, jadilah saya membeli 4 potong kue khamir. Dan kami kembali ke parkiran dimana kakek dan nenek menunggu di dalam mobil. Sungguh tak terduga reaksi nenek ketika melihat dan mencoba kudapan ini, beliau langsung ketagihan... Walhasil saya pun disuruh kembali ke gerobak kue khamir tadi dan membeli lebih banyak lagi.

Dari sinilah rasa penasaran saya semakin besar. Sambil menunggu (lumayan lama, karena banyak yang antri) saya bercakap-cakap dengan abang penjual kue khamirnya, seputar kue khamir ini. Hingga saya dapatkan resep dan tehnik memasak kue khamir khas Pemalang yang konon berasal dari Arab ini.

Sesampainya di rumah saya langsung uji coba resepnya, (padahal resepnya hanya sebatas direkam dalam memori yang sudah mulai melemah ini...) Kutak-kutik, percobaan pertama gagal, karena bantat. Tidak berhenti disitu, coba lagi setelah dapat beberapa masukan tambahan resep dari googling, hasilnya mmm... better than before, tapi masih kebanyakan margarin. Sejenak saya menarik nafas dan mencoba untuk rileks, oooh... penyakit penasaran itu sangat berbahaya.

Saya pun coba mencari resep dari NCC dan beberapa blog kuliner lainnya, dengan beberapa penyesuaian berdasarkan pengalaman sebelumnya, akhirnya saya dapatkan hasil yang memuaskan. Tampilannya bisa dilihat pada foto. Kepadatannya, kemekarannya, dan yang paling penting begitu dibelah, adonan dalamnya matang sempurna... Alhamdulillah... Jika ingin mencoba silahkan ikuti resep berikut ini... selamat mencoba...

Lebih banyak

Kue Khamir

Rhimaz Kitchen
Rhimaz Kitchen @cook_2355440
Papua

Ketertarikan saya pada kue ini berawal ketika saya mengantar sanak famili yang berkunjung ke rumah rekan kerjanya di kawasan ciledug sekitar 5 tahun yang lalu. Saat itu kami berangkat dari rumah pagi buta dalam keadaan perut kosong, berbekal sarapan yang seadanya, jadilah si juragan kecil merengek kelaparan ketika kami tiba di lokasi tujuan. Karena kami tidak ikut masuk ke tempat yang dituju, akhirnya saya dan si juragan kecil berinisiatif untuk mencari sarapan di sekitar jalan dimana kami memarkir kendaraan.

Dari kejauhan saya lihat sebuah gerobak bertuliskan "Kue Khamir Khas Pemalang" yang berdampingan dengan gerobak gorengan. Tadinya saya hanya berniat untuk membeli gorengan, tapi karena aroma dari kue khamir ini begitu menggoda, saya pun jadi penasaran. Jenis makanan apakah gerangan kue khamir ini? Sempat terkejut juga saya sewaktu bertanya pada penjualnya, berapa harga kue khamirnya. Sepotong kue khamir dibandrol dengan harga Rp. 2.500,- Wow... saat itu, harga tersebut cukup fantastis untuk ukuran kue sebesar ini dan untuk penampilannya yang hanya begini saja. Tapi karena sudah terlanjur tergoda oleh aromanya yang terus memanggil-manggil saya, jadilah saya membeli 4 potong kue khamir. Dan kami kembali ke parkiran dimana kakek dan nenek menunggu di dalam mobil. Sungguh tak terduga reaksi nenek ketika melihat dan mencoba kudapan ini, beliau langsung ketagihan... Walhasil saya pun disuruh kembali ke gerobak kue khamir tadi dan membeli lebih banyak lagi.

Dari sinilah rasa penasaran saya semakin besar. Sambil menunggu (lumayan lama, karena banyak yang antri) saya bercakap-cakap dengan abang penjual kue khamirnya, seputar kue khamir ini. Hingga saya dapatkan resep dan tehnik memasak kue khamir khas Pemalang yang konon berasal dari Arab ini.

Sesampainya di rumah saya langsung uji coba resepnya, (padahal resepnya hanya sebatas direkam dalam memori yang sudah mulai melemah ini...) Kutak-kutik, percobaan pertama gagal, karena bantat. Tidak berhenti disitu, coba lagi setelah dapat beberapa masukan tambahan resep dari googling, hasilnya mmm... better than before, tapi masih kebanyakan margarin. Sejenak saya menarik nafas dan mencoba untuk rileks, oooh... penyakit penasaran itu sangat berbahaya.

Saya pun coba mencari resep dari NCC dan beberapa blog kuliner lainnya, dengan beberapa penyesuaian berdasarkan pengalaman sebelumnya, akhirnya saya dapatkan hasil yang memuaskan. Tampilannya bisa dilihat pada foto. Kepadatannya, kemekarannya, dan yang paling penting begitu dibelah, adonan dalamnya matang sempurna... Alhamdulillah... Jika ingin mencoba silahkan ikuti resep berikut ini... selamat mencoba...

Ketertarikan saya pada kue ini berawal ketika saya mengantar sanak famili yang berkunjung ke rumah rekan kerjanya di kawasan ciledug sekitar 5 tahun yang lalu. Saat itu kami berangkat dari rumah pagi buta dalam keadaan perut kosong, berbekal sarapan yang seadanya, jadilah si juragan kecil merengek kelaparan ketika kami tiba di lokasi tujuan. Karena kami tidak ikut masuk ke tempat yang dituju, akhirnya saya dan si juragan kecil berinisiatif untuk mencari sarapan di sekitar jalan dimana kami memarkir kendaraan.

Dari kejauhan saya lihat sebuah gerobak bertuliskan "Kue Khamir Khas Pemalang" yang berdampingan dengan gerobak gorengan. Tadinya saya hanya berniat untuk membeli gorengan, tapi karena aroma dari kue khamir ini begitu menggoda, saya pun jadi penasaran. Jenis makanan apakah gerangan kue khamir ini? Sempat terkejut juga saya sewaktu bertanya pada penjualnya, berapa harga kue khamirnya. Sepotong kue khamir dibandrol dengan harga Rp. 2.500,- Wow... saat itu, harga tersebut cukup fantastis untuk ukuran kue sebesar ini dan untuk penampilannya yang hanya begini saja. Tapi karena sudah terlanjur tergoda oleh aromanya yang terus memanggil-manggil saya, jadilah saya membeli 4 potong kue khamir. Dan kami kembali ke parkiran dimana kakek dan nenek menunggu di dalam mobil. Sungguh tak terduga reaksi nenek ketika melihat dan mencoba kudapan ini, beliau langsung ketagihan... Walhasil saya pun disuruh kembali ke gerobak kue khamir tadi dan membeli lebih banyak lagi.

Dari sinilah rasa penasaran saya semakin besar. Sambil menunggu (lumayan lama, karena banyak yang antri) saya bercakap-cakap dengan abang penjual kue khamirnya, seputar kue khamir ini. Hingga saya dapatkan resep dan tehnik memasak kue khamir khas Pemalang yang konon berasal dari Arab ini.

Sesampainya di rumah saya langsung uji coba resepnya, (padahal resepnya hanya sebatas direkam dalam memori yang sudah mulai melemah ini...) Kutak-kutik, percobaan pertama gagal, karena bantat. Tidak berhenti disitu, coba lagi setelah dapat beberapa masukan tambahan resep dari googling, hasilnya mmm... better than before, tapi masih kebanyakan margarin. Sejenak saya menarik nafas dan mencoba untuk rileks, oooh... penyakit penasaran itu sangat berbahaya.

Saya pun coba mencari resep dari NCC dan beberapa blog kuliner lainnya, dengan beberapa penyesuaian berdasarkan pengalaman sebelumnya, akhirnya saya dapatkan hasil yang memuaskan. Tampilannya bisa dilihat pada foto. Kepadatannya, kemekarannya, dan yang paling penting begitu dibelah, adonan dalamnya matang sempurna... Alhamdulillah... Jika ingin mencoba silahkan ikuti resep berikut ini... selamat mencoba...

Lebih banyak
Tersimpan
Simpan resep ini untuk dapat dilihat lagi nanti.
Edit resep
Lihat Detail Statistik
Tambahkan ke folder
Kirim CooksnapKirim Cooksnap
BagikanBagikan
  • Disalin!
  • Email
  • Facebook
  • Pin gambar
  • X
CetakCetak
  • CetakCetak
  • Kirim CooksnapKirim Cooksnap
  • Laporkan Resep
  • Lihat Detail Statistik
  • Hapus
Bagikan
  • Disalin!
  • Email
  • Facebook
  • Pin gambar
  • X
Simpan resep ini untuk dapat dilihat lagi nanti.
  • Kirim Cooksnap
  • Tambahkan ke folder
  • Cetak
  • Laporkan Resep
  • Lihat Detail Statistik
  • Edit resep
  • Hapus

Bahan-bahan

45 menit
35 porsi
  • 500 gramTepung Terigu
  • 250 gramGula Pasir
  • 250 gramTape Singkong
  • 100 gramMargarin (lelehkan)
  • 1 butirTelur Ayam (kocok lepas)
  • 1/2 sdmSoda Kue
  • 1/2 sdtGaram
  • 300 mlAir Matang
Cookpad Buka di Aplikasi
Tersimpan
Simpan resep ini untuk dapat dilihat lagi nanti.

Cara Membuat

45 menit
  1. 1

    Bersihkan tape dari seratnya, campur dengan gula pasir, remas-remas, sisihkan;

  2. 2

    Cairkan soda kue dengan sedikit air, sisihkan;

  3. 3

    Lelehkan margarin, sisihkan;

  4. 4

    Dalam wadah tuang tepung terigu, garam, tape yang sudah dicampur dengan gula pasir, soda kue yang sudah dicairkan, telur yang sudah dikocok terlebih dahulu, dan margarin yang sudah dilelehkan. Uleni perlahan dengan telapak tangan terbuka. Jangan pernah meremas atau mengepal adonan;

  5. 5

    Tambahkan air sedikit demi sedikit hingga adonan menjadi kental dan lembek. Diamkan selama 9 jam;

  6. 6

    Panaskan cetakan Khamir dengan api kecil, poles cetakan di atas api dengan mentega;

  7. 7

    Siapkan sendok untuk menuangkan adonan, celupkan ke dalam minyak sayur terlebih dahulu sebelum mengambil adonan, agar adonan tidak lengket di sendok. Tuang adonan ke dalam cetakan;

  8. 8

    Biarkan hingga terlihat bersarang dan matang bagian bawahnya. Balikkan kue dan masak hingga matang. Angkat.
    Kue siap disajikan.

Tersimpan
Simpan resep ini untuk dapat dilihat lagi nanti.
Edit resep
Lihat Detail Statistik
Tambahkan ke folder
Kirim CooksnapKirim Cooksnap
BagikanBagikan
  • Disalin!
  • Email
  • Facebook
  • Pin gambar
  • X
CetakCetak
  • CetakCetak
  • Kirim CooksnapKirim Cooksnap
  • Laporkan Resep
  • Lihat Detail Statistik
  • Hapus

Cooksnap

Tersimpan
Simpan resep ini untuk dapat dilihat lagi nanti.
  • Kirim Cooksnap
  • Tambahkan ke folder
  • Cetak
  • Bagikan
    • Disalin!
    • Email
    • Facebook
    • Pin gambar
    • X
  • Laporkan Resep
  • Lihat Detail Statistik
  • Edit resep
  • Hapus

Disalin!

Rhimaz Kitchen
Rhimaz Kitchen @cook_2355440
pada 24 April 2016 09.12
Papua
Rhimaz kitchen recipes
Lebih banyak

Komentar (3)

Najri Umm Muhammad
Najri Umm Muhammad @cook_4858246
05 Agustus 2016 00.56
Ijin save
Tamu
Beri komentar
0/0

Kata kunci

Kue Telur Ayam Gula Tape Terigu

Resep Serupa

Rekomendasi Resep Lainnya

  1. Nugget Tempe
  2. Puding lumut
  3. Gulai Tempe Labu Siam
  4. Mendoan Mercon 💣💣
  5. Tempe Mendoan
  1. ROTI SOBEK Juara Super lembut 1 telur + Tips
  2. Bakso kuah
  3. Ayam Cabe Garam
  4. Coxinha
  5. CENIL UBI Ungu
  1. Bakso Sapi Kenyal a la Galih
  2. Gurame Pasmo
  3. Tumis ca kangkung
  4. Kremesan Syuppper Kriukz
https://cookpad.wasmer.app/id/resep/225814
Cookpad Buka di Aplikasi

Tentang Kami

Misi kami di Cookpad adalah untuk membuat masak sehari-hari makin menyenangkan, karena kami percaya bahwa memasak adalah kunci menuju kehidupan yang lebih bahagia dan lebih sehat bagi manusia, komunitas, dan bumi. Kami mendukung koki rumahan di seluruh dunia untuk membantu satu sama lain dengan berbagi resep dan pengalaman memasak.

Langganan Premium untuk menikmati fitur & manfaat eksklusif!

Komunitas Cookpad

🇺🇸 United States 🇬🇧 United Kingdom 🇪🇸 España 🇦🇷 Argentina 🇺🇾 Uruguay 🇲🇽 México 🇨🇱 Chile 🇻🇳 Việt Nam 🇹🇭 ไทย 🇮🇩 Indonesia 🇫🇷 France 🇸🇦 السعودية 🇹🇼 臺灣 🇮🇹 Italia 🇮🇷 ایران 🇮🇳 India 🇭🇺 Magyarország 🇳🇬 Nigeria 🇬🇷 Ελλάδα 🇲🇾 Malaysia 🇵🇹 Portugal 🇺🇦 Україна 🇯🇵 日本 Lihat Semua

Selengkapnya

Cookpad Premium Karir Kirim Saran Blog Ketentuan Pemakaian Panduan Komunitas Cookpad Kebijakan Privasi FAQ

Unduh aplikasi kami

Buka Aplikasi Cookpad di Google Play Buka Aplikasi Cookpad di App Store
Copyright © Cookpad Inc.
close