Kue Khamir

Rhimaz Kitchen
Rhimaz Kitchen @cook_2355440
Papua

Ketertarikan saya pada kue ini berawal ketika saya mengantar sanak famili yang berkunjung ke rumah rekan kerjanya di kawasan ciledug sekitar 5 tahun yang lalu. Saat itu kami berangkat dari rumah pagi buta dalam keadaan perut kosong, berbekal sarapan yang seadanya, jadilah si juragan kecil merengek kelaparan ketika kami tiba di lokasi tujuan. Karena kami tidak ikut masuk ke tempat yang dituju, akhirnya saya dan si juragan kecil berinisiatif untuk mencari sarapan di sekitar jalan dimana kami memarkir kendaraan.

Dari kejauhan saya lihat sebuah gerobak bertuliskan "Kue Khamir Khas Pemalang" yang berdampingan dengan gerobak gorengan. Tadinya saya hanya berniat untuk membeli gorengan, tapi karena aroma dari kue khamir ini begitu menggoda, saya pun jadi penasaran. Jenis makanan apakah gerangan kue khamir ini? Sempat terkejut juga saya sewaktu bertanya pada penjualnya, berapa harga kue khamirnya. Sepotong kue khamir dibandrol dengan harga Rp. 2.500,- Wow... saat itu, harga tersebut cukup fantastis untuk ukuran kue sebesar ini dan untuk penampilannya yang hanya begini saja. Tapi karena sudah terlanjur tergoda oleh aromanya yang terus memanggil-manggil saya, jadilah saya membeli 4 potong kue khamir. Dan kami kembali ke parkiran dimana kakek dan nenek menunggu di dalam mobil. Sungguh tak terduga reaksi nenek ketika melihat dan mencoba kudapan ini, beliau langsung ketagihan... Walhasil saya pun disuruh kembali ke gerobak kue khamir tadi dan membeli lebih banyak lagi.

Dari sinilah rasa penasaran saya semakin besar. Sambil menunggu (lumayan lama, karena banyak yang antri) saya bercakap-cakap dengan abang penjual kue khamirnya, seputar kue khamir ini. Hingga saya dapatkan resep dan tehnik memasak kue khamir khas Pemalang yang konon berasal dari Arab ini.

Sesampainya di rumah saya langsung uji coba resepnya, (padahal resepnya hanya sebatas direkam dalam memori yang sudah mulai melemah ini...) Kutak-kutik, percobaan pertama gagal, karena bantat. Tidak berhenti disitu, coba lagi setelah dapat beberapa masukan tambahan resep dari googling, hasilnya mmm... better than before, tapi masih kebanyakan margarin. Sejenak saya menarik nafas dan mencoba untuk rileks, oooh... penyakit penasaran itu sangat berbahaya.

Saya pun coba mencari resep dari NCC dan beberapa blog kuliner lainnya, dengan beberapa penyesuaian berdasarkan pengalaman sebelumnya, akhirnya saya dapatkan hasil yang memuaskan. Tampilannya bisa dilihat pada foto. Kepadatannya, kemekarannya, dan yang paling penting begitu dibelah, adonan dalamnya matang sempurna... Alhamdulillah... Jika ingin mencoba silahkan ikuti resep berikut ini... selamat mencoba...

Kue Khamir

Ketertarikan saya pada kue ini berawal ketika saya mengantar sanak famili yang berkunjung ke rumah rekan kerjanya di kawasan ciledug sekitar 5 tahun yang lalu. Saat itu kami berangkat dari rumah pagi buta dalam keadaan perut kosong, berbekal sarapan yang seadanya, jadilah si juragan kecil merengek kelaparan ketika kami tiba di lokasi tujuan. Karena kami tidak ikut masuk ke tempat yang dituju, akhirnya saya dan si juragan kecil berinisiatif untuk mencari sarapan di sekitar jalan dimana kami memarkir kendaraan.

Dari kejauhan saya lihat sebuah gerobak bertuliskan "Kue Khamir Khas Pemalang" yang berdampingan dengan gerobak gorengan. Tadinya saya hanya berniat untuk membeli gorengan, tapi karena aroma dari kue khamir ini begitu menggoda, saya pun jadi penasaran. Jenis makanan apakah gerangan kue khamir ini? Sempat terkejut juga saya sewaktu bertanya pada penjualnya, berapa harga kue khamirnya. Sepotong kue khamir dibandrol dengan harga Rp. 2.500,- Wow... saat itu, harga tersebut cukup fantastis untuk ukuran kue sebesar ini dan untuk penampilannya yang hanya begini saja. Tapi karena sudah terlanjur tergoda oleh aromanya yang terus memanggil-manggil saya, jadilah saya membeli 4 potong kue khamir. Dan kami kembali ke parkiran dimana kakek dan nenek menunggu di dalam mobil. Sungguh tak terduga reaksi nenek ketika melihat dan mencoba kudapan ini, beliau langsung ketagihan... Walhasil saya pun disuruh kembali ke gerobak kue khamir tadi dan membeli lebih banyak lagi.

Dari sinilah rasa penasaran saya semakin besar. Sambil menunggu (lumayan lama, karena banyak yang antri) saya bercakap-cakap dengan abang penjual kue khamirnya, seputar kue khamir ini. Hingga saya dapatkan resep dan tehnik memasak kue khamir khas Pemalang yang konon berasal dari Arab ini.

Sesampainya di rumah saya langsung uji coba resepnya, (padahal resepnya hanya sebatas direkam dalam memori yang sudah mulai melemah ini...) Kutak-kutik, percobaan pertama gagal, karena bantat. Tidak berhenti disitu, coba lagi setelah dapat beberapa masukan tambahan resep dari googling, hasilnya mmm... better than before, tapi masih kebanyakan margarin. Sejenak saya menarik nafas dan mencoba untuk rileks, oooh... penyakit penasaran itu sangat berbahaya.

Saya pun coba mencari resep dari NCC dan beberapa blog kuliner lainnya, dengan beberapa penyesuaian berdasarkan pengalaman sebelumnya, akhirnya saya dapatkan hasil yang memuaskan. Tampilannya bisa dilihat pada foto. Kepadatannya, kemekarannya, dan yang paling penting begitu dibelah, adonan dalamnya matang sempurna... Alhamdulillah... Jika ingin mencoba silahkan ikuti resep berikut ini... selamat mencoba...

Edit resep
Lihat Detail Statistik
Bagikan
Bagikan

Bahan-bahan

45 menit
35 porsi
  1. 500 gramTepung Terigu
  2. 250 gramGula Pasir
  3. 250 gramTape Singkong
  4. 100 gramMargarin (lelehkan)
  5. 1 butirTelur Ayam (kocok lepas)
  6. 1/2 sdmSoda Kue
  7. 1/2 sdtGaram
  8. 300 mlAir Matang

Cara Membuat

45 menit
  1. 1

    Bersihkan tape dari seratnya, campur dengan gula pasir, remas-remas, sisihkan;

  2. 2

    Cairkan soda kue dengan sedikit air, sisihkan;

  3. 3

    Lelehkan margarin, sisihkan;

  4. 4

    Dalam wadah tuang tepung terigu, garam, tape yang sudah dicampur dengan gula pasir, soda kue yang sudah dicairkan, telur yang sudah dikocok terlebih dahulu, dan margarin yang sudah dilelehkan. Uleni perlahan dengan telapak tangan terbuka. Jangan pernah meremas atau mengepal adonan;

  5. 5

    Tambahkan air sedikit demi sedikit hingga adonan menjadi kental dan lembek. Diamkan selama 9 jam;

  6. 6

    Panaskan cetakan Khamir dengan api kecil, poles cetakan di atas api dengan mentega;

  7. 7

    Siapkan sendok untuk menuangkan adonan, celupkan ke dalam minyak sayur terlebih dahulu sebelum mengambil adonan, agar adonan tidak lengket di sendok. Tuang adonan ke dalam cetakan;

  8. 8

    Biarkan hingga terlihat bersarang dan matang bagian bawahnya. Balikkan kue dan masak hingga matang. Angkat.
    Kue siap disajikan.

Edit resep
Lihat Detail Statistik
Bagikan
Masak Hari Ini
Rhimaz Kitchen
Rhimaz Kitchen @cook_2355440
pada
Papua
Rhimaz kitchen recipes
Lebih banyak

Resep Serupa