Pedo Daun Pace

Hari ini saya mau masak pedo, ketika si kecil tidur siang, saya sempatkan memfillet pedo. Terngiang perkataan ibu, "pedo iki iwak enak, murah tapi sepele ". Pedo Identik dengan masyarakat kecil makan nasinya banyak lauknya secuil. Resep ibuku ini dengan menggunakan pedo segar bukan asin mengangkat pedo tidak sebagai lauk "pinggiran" dan terkesan sebagai ikan buangan(tidak laku terus diasin). Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, suami belum sampai rumah, padahal mau pakai hp nya untuk jepret proses masak. Pedo yang saya fillet tadi siang sudah saya keluarkan dari kulkas dan bumbu sudah saya iris. "Sayang saya baru dari kantor,"sms suami. Ya, mulai masaknya jam 10 nih. Terpaksa nunggu dulu belum bisa mulai masak. Sudah saatnya sampai rumah, tapi suami belum datang juga. Beberapa kali saya sms dan telepon tapi tidak diangkat. Hati gemes (akhirnya semua bahan saya masukkan kulkas lagi) dan khawatir (takut terjadi sesuatu).Tiba-tiba hp bunyi "Sayang sekarang saya masih terapi pijat sangkal putung ". Sangkal putung = pembetulan tulang. Ya musibah kecelakaan, suami jatuh dari motor, sedikit retak di pergelangan tangan. Ini ujian kesabaran buat kami untuk lebih hati-hati dan memperbaiki diri. Tengah malam suami sampai rumah saya rawat dan basuh badannya sebelum istirahat. Nasib si pedo akhirnya saya masak subuh, tinggal campur semua dan panggang. Ini saya persembahkan untuk suami dan si kecil. "Maaf dan makasih sayang sudah bekerja keras untuk kami, makan dulu ya omega 3 alami semoga lekas sembuh." sambil saya taruh pedo tanpa duri di piringnya. " Enak sayang tinggal lep tidak ada duri, bisa makan dengan satu tangan, kan yang satu diperban, hehe,"canda suami. Hari ini banyak yang datang ke rumah untuk menjenguk. Ayah, ibu, mertua, bude, ikut merasakan hidangan sederhana ini, semua ketagihan pada suka, ada yang bawa pulang juga. Si kecil juga lahap makannya. "Nduk ini daunnya bisa dimakan, kan? Enak" kata ibu mertua yang suka banget ama pedo. "Tentu bisa bu". Teman-temanku dimana pun berada semoga resep ini mengingatkan dengan masakan "Pati Bumi Mina Tani" baik yang masih sekolah/kerja di dalam negeri atau luar negeri ekonomi atas /Pas-pasan, cobalah resep ini pas gizi, lezatnya juga pas dikantong. Mohon doanya juga buat kesembuhan suami.
Pedo Daun Pace
Hari ini saya mau masak pedo, ketika si kecil tidur siang, saya sempatkan memfillet pedo. Terngiang perkataan ibu, "pedo iki iwak enak, murah tapi sepele ". Pedo Identik dengan masyarakat kecil makan nasinya banyak lauknya secuil. Resep ibuku ini dengan menggunakan pedo segar bukan asin mengangkat pedo tidak sebagai lauk "pinggiran" dan terkesan sebagai ikan buangan(tidak laku terus diasin). Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, suami belum sampai rumah, padahal mau pakai hp nya untuk jepret proses masak. Pedo yang saya fillet tadi siang sudah saya keluarkan dari kulkas dan bumbu sudah saya iris. "Sayang saya baru dari kantor,"sms suami. Ya, mulai masaknya jam 10 nih. Terpaksa nunggu dulu belum bisa mulai masak. Sudah saatnya sampai rumah, tapi suami belum datang juga. Beberapa kali saya sms dan telepon tapi tidak diangkat. Hati gemes (akhirnya semua bahan saya masukkan kulkas lagi) dan khawatir (takut terjadi sesuatu).Tiba-tiba hp bunyi "Sayang sekarang saya masih terapi pijat sangkal putung ". Sangkal putung = pembetulan tulang. Ya musibah kecelakaan, suami jatuh dari motor, sedikit retak di pergelangan tangan. Ini ujian kesabaran buat kami untuk lebih hati-hati dan memperbaiki diri. Tengah malam suami sampai rumah saya rawat dan basuh badannya sebelum istirahat. Nasib si pedo akhirnya saya masak subuh, tinggal campur semua dan panggang. Ini saya persembahkan untuk suami dan si kecil. "Maaf dan makasih sayang sudah bekerja keras untuk kami, makan dulu ya omega 3 alami semoga lekas sembuh." sambil saya taruh pedo tanpa duri di piringnya. " Enak sayang tinggal lep tidak ada duri, bisa makan dengan satu tangan, kan yang satu diperban, hehe,"canda suami. Hari ini banyak yang datang ke rumah untuk menjenguk. Ayah, ibu, mertua, bude, ikut merasakan hidangan sederhana ini, semua ketagihan pada suka, ada yang bawa pulang juga. Si kecil juga lahap makannya. "Nduk ini daunnya bisa dimakan, kan? Enak" kata ibu mertua yang suka banget ama pedo. "Tentu bisa bu". Teman-temanku dimana pun berada semoga resep ini mengingatkan dengan masakan "Pati Bumi Mina Tani" baik yang masih sekolah/kerja di dalam negeri atau luar negeri ekonomi atas /Pas-pasan, cobalah resep ini pas gizi, lezatnya juga pas dikantong. Mohon doanya juga buat kesembuhan suami.
Cara Membuat
- 1
Cuci bersih pedo, buang kepala dan duri. Caranya buang sisik sirip, lalu buang kepala kelupas kulit ari dari atas ke buntut. Lalu ambil duri tengah.
- 2
Masukan semua bumbu iris ke dalam ikan peda yang sudah diambil kulitnya.
- 3
Bungkus pedo dengan daun Pace.
- 4
Tata pedo di dalam doble pan lalu panggang dengan api kecil sambil sesekali dibalik supaya matang merata.
- 5
Pedo siap disantap dengan nasi panas.
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya








Komentar (2)