CookpadCookpad
Tamu
Daftar atau Masuk
Simpan dan tulis resep, kirim Cooksnap, dan lainnya
  • Cari
  • Premium
    • Jajaran Resep Unggulan
    • Menu Mingguan Premium
    • Paling Banyak Dilihat
  • Premium
  • Posting Bareng
  • FAQ
  • Kirim Saran
  • Negara
  • Koleksi Resep
Koleksi Resep
Untuk mulai membuat koleksi resep, silakan daftar atau masuk.
Pedo Daun Pace
Simpan resep ini untuk dapat dilihat lagi nanti.
  • Kirim Cooksnap
  • Tambahkan ke folder
  • Cetak
  • Bagikan
    • Disalin!
    • Email
    • Facebook
    • Pin gambar
    • X
  • Laporkan Resep
  • Lihat Detail Statistik
  • Edit resep
  • Hapus
CookpadCookpad
Foto resep Pedo Daun Pace

Pedo Daun Pace

Ridha An Nisa
Ridha An Nisa @cook_2009688
Facebook Ridha An Nisa http://m.facebook.com/ridhaan.nisa.399?

Hari ini saya mau masak pedo, ketika si kecil tidur siang, saya sempatkan memfillet pedo. Terngiang perkataan ibu, "pedo iki iwak enak, murah tapi sepele ". Pedo Identik dengan masyarakat kecil makan nasinya banyak lauknya secuil. Resep ibuku ini dengan menggunakan pedo segar bukan asin mengangkat pedo tidak sebagai lauk "pinggiran" dan terkesan sebagai ikan buangan(tidak laku terus diasin). Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, suami belum sampai rumah, padahal mau pakai hp nya untuk jepret proses masak. Pedo yang saya fillet tadi siang sudah saya keluarkan dari kulkas dan bumbu sudah saya iris. "Sayang saya baru dari kantor,"sms suami. Ya, mulai masaknya jam 10 nih. Terpaksa nunggu dulu belum bisa mulai masak. Sudah saatnya sampai rumah, tapi suami belum datang juga. Beberapa kali saya sms dan telepon tapi tidak diangkat. Hati gemes (akhirnya semua bahan saya masukkan kulkas lagi) dan khawatir (takut terjadi sesuatu).Tiba-tiba hp bunyi "Sayang sekarang saya masih terapi pijat sangkal putung ". Sangkal putung = pembetulan tulang. Ya musibah kecelakaan, suami jatuh dari motor, sedikit retak di pergelangan tangan. Ini ujian kesabaran buat kami untuk lebih hati-hati dan memperbaiki diri. Tengah malam suami sampai rumah saya rawat dan basuh badannya sebelum istirahat. Nasib si pedo akhirnya saya masak subuh, tinggal campur semua dan panggang. Ini saya persembahkan untuk suami dan si kecil. "Maaf dan makasih sayang sudah bekerja keras untuk kami, makan dulu ya omega 3 alami semoga lekas sembuh." sambil saya taruh pedo tanpa duri di piringnya. " Enak sayang tinggal lep tidak ada duri, bisa makan dengan satu tangan, kan yang satu diperban, hehe,"canda suami. Hari ini banyak yang datang ke rumah untuk menjenguk. Ayah, ibu, mertua, bude, ikut merasakan hidangan sederhana ini, semua ketagihan pada suka, ada yang bawa pulang juga. Si kecil juga lahap makannya. "Nduk ini daunnya bisa dimakan, kan? Enak" kata ibu mertua yang suka banget ama pedo. "Tentu bisa bu". Teman-temanku dimana pun berada semoga resep ini mengingatkan dengan masakan "Pati Bumi Mina Tani" baik yang masih sekolah/kerja di dalam negeri atau luar negeri ekonomi atas /Pas-pasan, cobalah resep ini pas gizi, lezatnya juga pas dikantong. Mohon doanya juga buat kesembuhan suami.

Hari ini saya mau masak pedo, ketika si kecil tidur siang, saya sempatkan memfillet pedo. Terngiang perkataan ibu, "pedo iki iwak enak, murah tapi sepele ". Pedo Identik dengan masyarakat kecil makan nasinya banyak lauknya secuil. Resep ibuku ini dengan menggunakan pedo segar bukan asin mengangkat pedo tidak sebagai lauk "pinggiran" dan terkesan sebagai ikan buangan(tidak laku terus diasin). Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, suami belum sampai rumah, padahal mau pakai hp nya untuk jepret proses masak. Pedo yang saya fillet tadi siang sudah saya keluarkan dari kulkas dan bumbu sudah saya iris. "Sayang saya baru dari kantor,"sms suami. Ya, mulai masaknya jam 10 nih. Terpaksa nunggu dulu belum bisa mulai masak. Sudah saatnya sampai rumah, tapi suami belum datang juga. Beberapa kali saya sms dan telepon tapi tidak diangkat. Hati gemes (akhirnya semua bahan saya masukkan kulkas lagi) dan khawatir (takut terjadi sesuatu).Tiba-tiba hp bunyi "Sayang sekarang saya masih terapi pijat sangkal putung ". Sangkal putung = pembetulan tulang. Ya musibah kecelakaan, suami jatuh dari motor, sedikit retak di pergelangan tangan. Ini ujian kesabaran buat kami untuk lebih hati-hati dan memperbaiki diri. Tengah malam suami sampai rumah saya rawat dan basuh badannya sebelum istirahat. Nasib si pedo akhirnya saya masak subuh, tinggal campur semua dan panggang. Ini saya persembahkan untuk suami dan si kecil. "Maaf dan makasih sayang sudah bekerja keras untuk kami, makan dulu ya omega 3 alami semoga lekas sembuh." sambil saya taruh pedo tanpa duri di piringnya. " Enak sayang tinggal lep tidak ada duri, bisa makan dengan satu tangan, kan yang satu diperban, hehe,"canda suami. Hari ini banyak yang datang ke rumah untuk menjenguk. Ayah, ibu, mertua, bude, ikut merasakan hidangan sederhana ini, semua ketagihan pada suka, ada yang bawa pulang juga. Si kecil juga lahap makannya. "Nduk ini daunnya bisa dimakan, kan? Enak" kata ibu mertua yang suka banget ama pedo. "Tentu bisa bu". Teman-temanku dimana pun berada semoga resep ini mengingatkan dengan masakan "Pati Bumi Mina Tani" baik yang masih sekolah/kerja di dalam negeri atau luar negeri ekonomi atas /Pas-pasan, cobalah resep ini pas gizi, lezatnya juga pas dikantong. Mohon doanya juga buat kesembuhan suami.

Lebih banyak

Pedo Daun Pace

Ridha An Nisa
Ridha An Nisa @cook_2009688
Facebook Ridha An Nisa http://m.facebook.com/ridhaan.nisa.399?

Hari ini saya mau masak pedo, ketika si kecil tidur siang, saya sempatkan memfillet pedo. Terngiang perkataan ibu, "pedo iki iwak enak, murah tapi sepele ". Pedo Identik dengan masyarakat kecil makan nasinya banyak lauknya secuil. Resep ibuku ini dengan menggunakan pedo segar bukan asin mengangkat pedo tidak sebagai lauk "pinggiran" dan terkesan sebagai ikan buangan(tidak laku terus diasin). Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, suami belum sampai rumah, padahal mau pakai hp nya untuk jepret proses masak. Pedo yang saya fillet tadi siang sudah saya keluarkan dari kulkas dan bumbu sudah saya iris. "Sayang saya baru dari kantor,"sms suami. Ya, mulai masaknya jam 10 nih. Terpaksa nunggu dulu belum bisa mulai masak. Sudah saatnya sampai rumah, tapi suami belum datang juga. Beberapa kali saya sms dan telepon tapi tidak diangkat. Hati gemes (akhirnya semua bahan saya masukkan kulkas lagi) dan khawatir (takut terjadi sesuatu).Tiba-tiba hp bunyi "Sayang sekarang saya masih terapi pijat sangkal putung ". Sangkal putung = pembetulan tulang. Ya musibah kecelakaan, suami jatuh dari motor, sedikit retak di pergelangan tangan. Ini ujian kesabaran buat kami untuk lebih hati-hati dan memperbaiki diri. Tengah malam suami sampai rumah saya rawat dan basuh badannya sebelum istirahat. Nasib si pedo akhirnya saya masak subuh, tinggal campur semua dan panggang. Ini saya persembahkan untuk suami dan si kecil. "Maaf dan makasih sayang sudah bekerja keras untuk kami, makan dulu ya omega 3 alami semoga lekas sembuh." sambil saya taruh pedo tanpa duri di piringnya. " Enak sayang tinggal lep tidak ada duri, bisa makan dengan satu tangan, kan yang satu diperban, hehe,"canda suami. Hari ini banyak yang datang ke rumah untuk menjenguk. Ayah, ibu, mertua, bude, ikut merasakan hidangan sederhana ini, semua ketagihan pada suka, ada yang bawa pulang juga. Si kecil juga lahap makannya. "Nduk ini daunnya bisa dimakan, kan? Enak" kata ibu mertua yang suka banget ama pedo. "Tentu bisa bu". Teman-temanku dimana pun berada semoga resep ini mengingatkan dengan masakan "Pati Bumi Mina Tani" baik yang masih sekolah/kerja di dalam negeri atau luar negeri ekonomi atas /Pas-pasan, cobalah resep ini pas gizi, lezatnya juga pas dikantong. Mohon doanya juga buat kesembuhan suami.

Hari ini saya mau masak pedo, ketika si kecil tidur siang, saya sempatkan memfillet pedo. Terngiang perkataan ibu, "pedo iki iwak enak, murah tapi sepele ". Pedo Identik dengan masyarakat kecil makan nasinya banyak lauknya secuil. Resep ibuku ini dengan menggunakan pedo segar bukan asin mengangkat pedo tidak sebagai lauk "pinggiran" dan terkesan sebagai ikan buangan(tidak laku terus diasin). Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, suami belum sampai rumah, padahal mau pakai hp nya untuk jepret proses masak. Pedo yang saya fillet tadi siang sudah saya keluarkan dari kulkas dan bumbu sudah saya iris. "Sayang saya baru dari kantor,"sms suami. Ya, mulai masaknya jam 10 nih. Terpaksa nunggu dulu belum bisa mulai masak. Sudah saatnya sampai rumah, tapi suami belum datang juga. Beberapa kali saya sms dan telepon tapi tidak diangkat. Hati gemes (akhirnya semua bahan saya masukkan kulkas lagi) dan khawatir (takut terjadi sesuatu).Tiba-tiba hp bunyi "Sayang sekarang saya masih terapi pijat sangkal putung ". Sangkal putung = pembetulan tulang. Ya musibah kecelakaan, suami jatuh dari motor, sedikit retak di pergelangan tangan. Ini ujian kesabaran buat kami untuk lebih hati-hati dan memperbaiki diri. Tengah malam suami sampai rumah saya rawat dan basuh badannya sebelum istirahat. Nasib si pedo akhirnya saya masak subuh, tinggal campur semua dan panggang. Ini saya persembahkan untuk suami dan si kecil. "Maaf dan makasih sayang sudah bekerja keras untuk kami, makan dulu ya omega 3 alami semoga lekas sembuh." sambil saya taruh pedo tanpa duri di piringnya. " Enak sayang tinggal lep tidak ada duri, bisa makan dengan satu tangan, kan yang satu diperban, hehe,"canda suami. Hari ini banyak yang datang ke rumah untuk menjenguk. Ayah, ibu, mertua, bude, ikut merasakan hidangan sederhana ini, semua ketagihan pada suka, ada yang bawa pulang juga. Si kecil juga lahap makannya. "Nduk ini daunnya bisa dimakan, kan? Enak" kata ibu mertua yang suka banget ama pedo. "Tentu bisa bu". Teman-temanku dimana pun berada semoga resep ini mengingatkan dengan masakan "Pati Bumi Mina Tani" baik yang masih sekolah/kerja di dalam negeri atau luar negeri ekonomi atas /Pas-pasan, cobalah resep ini pas gizi, lezatnya juga pas dikantong. Mohon doanya juga buat kesembuhan suami.

Lebih banyak
Tersimpan
Simpan resep ini untuk dapat dilihat lagi nanti.
Edit resep
Lihat Detail Statistik
Tambahkan ke folder
Kirim CooksnapKirim Cooksnap
BagikanBagikan
  • Disalin!
  • Email
  • Facebook
  • Pin gambar
  • X
CetakCetak
  • CetakCetak
  • Kirim CooksnapKirim Cooksnap
  • Laporkan Resep
  • Lihat Detail Statistik
  • Hapus
Bagikan
  • Disalin!
  • Email
  • Facebook
  • Pin gambar
  • X
Simpan resep ini untuk dapat dilihat lagi nanti.
  • Kirim Cooksnap
  • Tambahkan ke folder
  • Cetak
  • Laporkan Resep
  • Lihat Detail Statistik
  • Edit resep
  • Hapus

Bahan-bahan

30 menit
10 porsi
  1. 500 gramPedo segar
  2. secukupnyaGaram
  3. 5 siungbawang merah
  4. 4 siungbawang putih
  5. secukupnyaCabe rawit
  6. secukupnyacabe merah
  7. 10 lembarDaun Pace cuci bersih
Cookpad Buka di Aplikasi
Tersimpan
Simpan resep ini untuk dapat dilihat lagi nanti.

Cara Membuat

30 menit
  1. 1

    Cuci bersih pedo, buang kepala dan duri. Caranya buang sisik sirip, lalu buang kepala kelupas kulit ari dari atas ke buntut. Lalu ambil duri tengah.

    Foto langkah ke 1 dari resep Pedo Daun Pace.
  2. 2

    Masukan semua bumbu iris ke dalam ikan peda yang sudah diambil kulitnya.

    Foto langkah ke 2 dari resep Pedo Daun Pace.
  3. 3

    Bungkus pedo dengan daun Pace.

    Foto langkah ke 3 dari resep Pedo Daun Pace.
  4. 4

    Tata pedo di dalam doble pan lalu panggang dengan api kecil sambil sesekali dibalik supaya matang merata.

    Foto langkah ke 4 dari resep Pedo Daun Pace.
  5. 5

    Pedo siap disantap dengan nasi panas.

    Foto langkah ke 5 dari resep Pedo Daun Pace.
Tersimpan
Simpan resep ini untuk dapat dilihat lagi nanti.
Edit resep
Lihat Detail Statistik
Tambahkan ke folder
Kirim CooksnapKirim Cooksnap
BagikanBagikan
  • Disalin!
  • Email
  • Facebook
  • Pin gambar
  • X
CetakCetak
  • CetakCetak
  • Kirim CooksnapKirim Cooksnap
  • Laporkan Resep
  • Lihat Detail Statistik
  • Hapus

Cooksnap

Tersimpan
Simpan resep ini untuk dapat dilihat lagi nanti.
  • Kirim Cooksnap
  • Tambahkan ke folder
  • Cetak
  • Bagikan
    • Disalin!
    • Email
    • Facebook
    • Pin gambar
    • X
  • Laporkan Resep
  • Lihat Detail Statistik
  • Edit resep
  • Hapus

Disalin!

Ridha An Nisa
Ridha An Nisa @cook_2009688
pada 21 Februari 2016 14.34
Facebook Ridha An Nisa http://m.facebook.com/ridhaan.nisa.399?
Suka memasak walau kelihatannya belum bakat tapi i will try. Semoga bisa mebuat masakan yang lezat dan sehat.
Lebih banyak

Komentar (2)

wiwin
wiwin @cook_12579009
09 Januari 2019 09.35
Ikan pedonya berarti kaya di pilet ya di ambil dagingnya.
Tamu
Beri komentar
0/0

Resep Serupa

Rekomendasi Resep Lainnya

  1. Tepache
  2. Mango Sago
  3. Perkedel Tahu
  4. Korean Strawberry Cheese Milk
  5. Chocolate Ice à la Cafe
  1. American risoles
  2. Ogura Cake Ketan Hitam Malaysian Cottoncake
  3. Ayam Bakar Taliwang
  4. Seblak basah Khas Bandung
  5. LEMPENG PISANG BANJAR
  1. sosis panggang mayo
  2. Seblak Basah + Ayam
  3. Ketan Ijo Tabur Unti Kelapa
  4. Shabu Tom Yum
https://cookpad.wasmer.app/id/resep/228047
Cookpad Buka di Aplikasi

Tentang Kami

Misi kami di Cookpad adalah untuk membuat masak sehari-hari makin menyenangkan, karena kami percaya bahwa memasak adalah kunci menuju kehidupan yang lebih bahagia dan lebih sehat bagi manusia, komunitas, dan bumi. Kami mendukung koki rumahan di seluruh dunia untuk membantu satu sama lain dengan berbagi resep dan pengalaman memasak.

Langganan Premium untuk menikmati fitur & manfaat eksklusif!

Komunitas Cookpad

🇺🇸 United States 🇬🇧 United Kingdom 🇪🇸 España 🇦🇷 Argentina 🇺🇾 Uruguay 🇲🇽 México 🇨🇱 Chile 🇻🇳 Việt Nam 🇹🇭 ไทย 🇮🇩 Indonesia 🇫🇷 France 🇸🇦 السعودية 🇹🇼 臺灣 🇮🇹 Italia 🇮🇷 ایران 🇮🇳 India 🇭🇺 Magyarország 🇳🇬 Nigeria 🇬🇷 Ελλάδα 🇲🇾 Malaysia 🇵🇹 Portugal 🇺🇦 Україна 🇯🇵 日本 Lihat Semua

Selengkapnya

Cookpad Premium Karir Kirim Saran Blog Ketentuan Pemakaian Panduan Komunitas Cookpad Kebijakan Privasi FAQ

Unduh aplikasi kami

Buka Aplikasi Cookpad di Google Play Buka Aplikasi Cookpad di App Store
Copyright © Cookpad Inc.
close