Serikaya / Sarikayo (khas Minangkabau)

Dari Mama lah saya pertama kali mengenal dunia per-baking-an. Sejak saya belum lahir pun, beliau sudah sering bikin kue, terutama kue kering untuk lebaran, seperti Nastar, Lidah Kucing, dll. Selalu setiap lebaran, beliau bikin kue, dan juga makanan untuk sajian hidangan tamu-tamu selama Open House di rumah kami. Itu terus berlanjut sampai bbrp tahun setelah Papa pensiun. Dan sejak SD kelas 1 saya sudah mulai membantu Mama ketika kapanpun beliau baking. Makanya gak heran, sampai sekarang saya sangat suka baking. Walopun bergelar Sarjana Teknik Sipil, tapi saya lebih suka ngaduk campuran tepung, daripada campuran semen 🤣
Setiap lebaran, terutama Idul Fitri, Mama selalu menyiapkan kue2 kering, Lamang Tapai, Ketupat Sayur, Bolu Jadul, Rendang beserta teman2nya, Es Buah, dan juga menu satu ini, yaitu Sarikayo.
Selama ini saya belum pernah mencoba membuat sendiri, hingga akhirnya skrg kepikiran buat mengulang resep asli dari buku resep Mama sebagai ungkapan sayang dan terima kasih saya kepada Mama di Hari Ibu dan di ulang tahun beliau yang kebetulan juga di bulan Desember, lebih tepatnya, hari ini. Tidak ada hari spesial untuk mengucapkan terima kasih kepada Mama, karena bagi saya, setiap hari dalam hidup saya, saya berterima kasih kepada Mama atas segala hal yang beliau berikan dan ajarkan kepada dan di dalam hidup saya…🙏🏻💜
#UntukIbuDariDapurku
#GAS2025
#Semangcook_HidanganSpesialUntukIbu
#SemangcookHokyaHokye25
#CookpadCommunity_Semarang
Serikaya / Sarikayo (khas Minangkabau)
Dari Mama lah saya pertama kali mengenal dunia per-baking-an. Sejak saya belum lahir pun, beliau sudah sering bikin kue, terutama kue kering untuk lebaran, seperti Nastar, Lidah Kucing, dll. Selalu setiap lebaran, beliau bikin kue, dan juga makanan untuk sajian hidangan tamu-tamu selama Open House di rumah kami. Itu terus berlanjut sampai bbrp tahun setelah Papa pensiun. Dan sejak SD kelas 1 saya sudah mulai membantu Mama ketika kapanpun beliau baking. Makanya gak heran, sampai sekarang saya sangat suka baking. Walopun bergelar Sarjana Teknik Sipil, tapi saya lebih suka ngaduk campuran tepung, daripada campuran semen 🤣
Setiap lebaran, terutama Idul Fitri, Mama selalu menyiapkan kue2 kering, Lamang Tapai, Ketupat Sayur, Bolu Jadul, Rendang beserta teman2nya, Es Buah, dan juga menu satu ini, yaitu Sarikayo.
Selama ini saya belum pernah mencoba membuat sendiri, hingga akhirnya skrg kepikiran buat mengulang resep asli dari buku resep Mama sebagai ungkapan sayang dan terima kasih saya kepada Mama di Hari Ibu dan di ulang tahun beliau yang kebetulan juga di bulan Desember, lebih tepatnya, hari ini. Tidak ada hari spesial untuk mengucapkan terima kasih kepada Mama, karena bagi saya, setiap hari dalam hidup saya, saya berterima kasih kepada Mama atas segala hal yang beliau berikan dan ajarkan kepada dan di dalam hidup saya…🙏🏻💜
#UntukIbuDariDapurku
#GAS2025
#Semangcook_HidanganSpesialUntukIbu
#SemangcookHokyaHokye25
#CookpadCommunity_Semarang
Cara Membuat
- 1
Siapkan bahan-bahan dan loyang (saya pakai wadah kaca tahan panas). Panaskan kukusan. (Beberapa takaran dari buku resep Mama ini saya sesuaikan dan modifikasi krn salah sayur alasannya : di resep Mama tertulis takarannya pakai satuan “mangkok”. Dan istilah mangkok ini tidak sama dgn istilah “Cup” dlm dunia baking lho ya… 🫣😅)
- 2
Masukkan gula jawa ke dalam panci, tambahkan air minum 2 sdm, lalu panaskan di atas kompor. Cukup sampai gula mencair saja, tidak perlu sampai mendidih. Biarkan dingin. (Lebih baik jika ditambahkan daun pandan 1 lembar, tp saya kelupaan)
- 3
Siapkan larutan santan
- 4
Campur kocokan telur dan gula jawa dalam wadah, aduk rata, lalu saring.
- 5
Tuang santan, aduk rata.
- 6
Beri garam, kayumanis, dan adas manis, aduk rata. Lebih baik larutkan terlebih dahulu bahan kering ini dgn sedikit air atau larutan telur+gula tadi, baru tuang ke dalam larutan telur+gula (saya terburu-buru, kurang sabar melarutkan bahan kering ini shg tampilan akhirnya kurang cantik, akibat banyak terlihat bintik2 kayumanis +adas). Beri potongan daun pandan.
- 7
Tuang adonan Sarikayo ke wadah, masukkan ke dalam kukusan yang sudah panas. Kukus dengan api sedang selama 20-30 menit (disesuaikan dengan besar kecilnya wadah, dan api kompor masing2). Setiap 5 menit, buka tutup kukusan. Jika pakai kukusan biasa, jangan lupa tutup kukusannya dialasi kain bersih.
- 8
Jika sudah matang, keluarkan dari kukusan, dan dinginkan di suhu ruang terlebih dahulu. Ketika baru keluar dari kukusan, teksturnya memang terasa lembek. Tapi kl sudah dingin, akan agak memadat/mengeras/set. Apalagi ketika kemudian sudah dimasukkan ke dalam kulkas.
- 9
Taste-nya memang ke arah lumayan manis. Biasanya ini disajikan dengan Lamang (ketan gurih bersantan). Di keluarga saya, biasanya dimakan gak cuma dengan ketan, tapi juga dengan tape ketan hitam, sehingga ketika dimakan terasa imbang antara manisnya Sarikayo, asin gurihnya lamang, dan asam manisnya tape ketan. Yummyyyy… 😋 Sayangnya saya gak sempet bikin Lamang Tapai nya.. 😓. Pengganti Lamang, bisa pakai resep ketan untuk Lemper >
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya



















Komentar (3)
sehad sll buat mamanya🤗