Light Brioche Bun

Seenak dan selengkap apapun isi burger, kalau rotinya gak lembut, tetep belum bisa dapat nilai A dari saya... -imho-✌️
Dengan bahan yang sangat sederhana bisa menghasilkan roti selembut ini....ahh.mae.zhing!! Setinggi apapun burger yang kita buat, makannya gak susah, karena roti sangat fleksibel. Tinggal pencet, dan...haapp!!
Aduhh, udah deh, stop memuji si brioche ini, ntar dia makin 'mengembang' :-)
Tips: jangan terintimidasi dengan adonan yang wet dan sticky. Untuk roti jenis ini, tes windowpane tidak diperlukan. Asalkan permukaan adonan sudah halus/mulus dan tidak terlalu lengket lagi di telapak tangan, adonan siap untuk proofing pertama.
Silahkan double/triple resep yang saya berikan untuk memperoleh jumlah bun yang lebih banyak.
Light Brioche Bun
Seenak dan selengkap apapun isi burger, kalau rotinya gak lembut, tetep belum bisa dapat nilai A dari saya... -imho-✌️
Dengan bahan yang sangat sederhana bisa menghasilkan roti selembut ini....ahh.mae.zhing!! Setinggi apapun burger yang kita buat, makannya gak susah, karena roti sangat fleksibel. Tinggal pencet, dan...haapp!!
Aduhh, udah deh, stop memuji si brioche ini, ntar dia makin 'mengembang' :-)
Tips: jangan terintimidasi dengan adonan yang wet dan sticky. Untuk roti jenis ini, tes windowpane tidak diperlukan. Asalkan permukaan adonan sudah halus/mulus dan tidak terlalu lengket lagi di telapak tangan, adonan siap untuk proofing pertama.
Silahkan double/triple resep yang saya berikan untuk memperoleh jumlah bun yang lebih banyak.
Cara Membuat
- 1
Ke dalam wadah, campur air hangat, susu, ragi dan gula, aduk sebentar dan diamkan +/- 10 menit.
- 2
Di wadah lain yang lebih besar, campur telur, terigu, garam dan butter.
Setelah larutan air+ragi berbuih, tuang sedikit demi sedikit ke dalam tepung sambil diaduk agar rata dan tepung sedikit 'basah'
Uleni dengan tangan atau mixer. Untuk adonan yang sedikit seperti resep ini, saya lbh senang menguleni dengan tangan aja, lumayan ngencengin otot lengan 🤭 - 3
Ingat tips di atas, jangan terintimidasi dengan adonan sehingga kita cenderung menambah tepung karena adonan sangat lengket. Diuleni terus saja, banting lebih sering, roll kiri kanan, sampai permukaan adonan mulus dan adonan sudah tidak lengket di bagian jari (di bagian telapak tangan pasti akan ada adonan yang lengket, tapi tidak sebanyak di awal menguleni)
- 4
Kalau sudah mulus, bulatkan, dan tutup dengan kain yang agak lembab.
(Saya biasa ngulen di atas silicone mat, dan proof adonan di mat yang sama, ditutup pakai wadah tempat mencampur adonan tepung dan ragi tadi.)
Proofing +/- 45 menit atau sampai adonan mengembang 2x lipat. - 5
Apabila sudah mengembang, kempeskan adonan, dan bagi sesuai besar kecil bun yang diinginkan.
(Dari adonan ini saya membuat 5 bun @72 gr. Hasil akhirnya, roti dengan diameter +/- 8.5 cm)Padatkan potongan adonan, dan bulatkan kembali. Letakkan di atas loyang yang sudah dialasi baking paper.
Tutup lagi untuk proofing ke-2 selama 45 menit. - 6
Di menit ke-35 dari waktu proofing ke-2, panaskan oven dengan suhu 180°C.
Setelah menit ke-45, olesi roti dengan kocokan telur secara lembut (+/- 2 sdm telur dan sedikit air matang), dan taburi wijen di atasnya. - 7
Panggang dalam oven +/- 15 menit sampai permukaan roti coklat mengkilap.
Keluarkan, dan pindahkan roti ke cooking tray dan dinginkan.Roti siap dijadikan burger favorit!
- 8
Roti ini bisa disimpan di freezer dan tahan hingga 3 bulan. Bungkus roti satu per satu dengan aluminium foil atau plastic wrap, baru dimasukkan ke ziplock bag, keluarkan udaranya, zip, dan siap masuk freezer.
Di sini saya sertakan video yang memperlihatkan bagaimana roti (2 hari di freezer, diamkan sampai suhu ruangan) saya tekan dengan keras, akan kembali ke bentuk semula.
Selamat mencoba!
Kata kunci
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya






Komentar (2)