MBOHI DUNGGA UTA LONDE

Letak Bima yang secara geografis berada di pesisir pantai menjadikan masyarakat Bima hampir selalu memakan ikan. Seperti orang Indonesia yang tidak afdhol bila tidak memakan nasi, seperti itu pula masyarakat Bima bila tidak memakan ikan. Salah satu kulinernya adalah uta londe (lauk bandeng) puru (bakar), yang ikannya kebanyakan didapat dari ombo (tambak) kepunyaan masyarakat setempat. Asalkan ikannya segar, cita rasanya gurih dan manis. Sangat pas disajikan bersama sambal dan lalapan.
Mbohi dungga (sambal jeruk yang difermentasi), sebenarnya istilah buat sambal yang khusus diproduksi di daerah Parado di kabupaten Bima. Tapi karena masyarakat lokal pun menggemarinya, akhirnya dijual juga dan terkadang sebagai oleh-oleh keluarga yang mudik lebaran. Mbohi Dungga berfungsi sebagai makanan pendamping lauk yang berbahan dasar jeruk purut atau dalam bahasa mbojonya "dungga mbudi". Jeruk yang dibuang kulit dan bijinya serta diiris-iris lalu dicampurkan dengan garam. Dibiarkan selama berminggu-minggu (difermentasi), jadilah sambal siap saji tahan bertahun-tahun.
Belum ada yang dapat mengungkapkan secara pasti kapan kerajinan Mbohi Dungga mulai berkembang di wilayah ini. Namun menurut warga setempat, bahwa ketrampilan membuat dan meracik Mbohi Dungga di peroleh turun temurun dari nenek moyang.
Ttpi rsep sambal dsni dbuat scra praktis ala DAMA dgn tmbahan bbrp bahan (yg asli p'buatanx hrus dsimpan/fermentasi slma b'mnggu-mnggu).
MBOHI DUNGGA UTA LONDE
Letak Bima yang secara geografis berada di pesisir pantai menjadikan masyarakat Bima hampir selalu memakan ikan. Seperti orang Indonesia yang tidak afdhol bila tidak memakan nasi, seperti itu pula masyarakat Bima bila tidak memakan ikan. Salah satu kulinernya adalah uta londe (lauk bandeng) puru (bakar), yang ikannya kebanyakan didapat dari ombo (tambak) kepunyaan masyarakat setempat. Asalkan ikannya segar, cita rasanya gurih dan manis. Sangat pas disajikan bersama sambal dan lalapan.
Mbohi dungga (sambal jeruk yang difermentasi), sebenarnya istilah buat sambal yang khusus diproduksi di daerah Parado di kabupaten Bima. Tapi karena masyarakat lokal pun menggemarinya, akhirnya dijual juga dan terkadang sebagai oleh-oleh keluarga yang mudik lebaran. Mbohi Dungga berfungsi sebagai makanan pendamping lauk yang berbahan dasar jeruk purut atau dalam bahasa mbojonya "dungga mbudi". Jeruk yang dibuang kulit dan bijinya serta diiris-iris lalu dicampurkan dengan garam. Dibiarkan selama berminggu-minggu (difermentasi), jadilah sambal siap saji tahan bertahun-tahun.
Belum ada yang dapat mengungkapkan secara pasti kapan kerajinan Mbohi Dungga mulai berkembang di wilayah ini. Namun menurut warga setempat, bahwa ketrampilan membuat dan meracik Mbohi Dungga di peroleh turun temurun dari nenek moyang.
Ttpi rsep sambal dsni dbuat scra praktis ala DAMA dgn tmbahan bbrp bahan (yg asli p'buatanx hrus dsimpan/fermentasi slma b'mnggu-mnggu).
Cara Membuat
- 1
Lumuri ikan bandeng dengan asam Jawa, kunyit bubuk dan garam. Diamkan selama 30 menit.
- 2
Iris tipis cabai rawit, bawang merah, dan belimbing sayur. Sisihkan.
- 3
Kupas jeruk nipis, cincang kasar daging buahnya. Sisihkan.
- 4
Campur irisan cabai rawit, bawang merah, belimbing sayur dengan jeruk nipis cincang. Tekan-tekan dengan punggung sendok supaya jeruk nipis dan belimbing sayur berair.
- 5
Beri garam dan daun kemangi saat akan disajikan.
- 6
Bakar bandeng hingga matang, angkat.
- 7
Sajikan bandeng bakar bersama sambal dan lalapan.
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya







Komentar