CookpadCookpad
Tamu
Daftar atau Masuk
Simpan dan tulis resep, kirim Cooksnap, dan lainnya
  • Cari
  • Premium
    • Jajaran Resep Unggulan
    • Menu Mingguan Premium
    • Paling Banyak Dilihat
  • Premium
  • Posting Bareng
  • FAQ
  • Kirim Saran
  • Negara
  • Koleksi Resep
Koleksi Resep
Untuk mulai membuat koleksi resep, silakan daftar atau masuk.
ADEE GROENG-GROENG
Simpan resep ini untuk dapat dilihat lagi nanti.
  • Kirim Cooksnap
  • Tambahkan ke folder
  • Cetak
  • Bagikan
    • Disalin!
    • Email
    • Facebook
    • Pin gambar
    • X
  • Laporkan Resep
  • Lihat Detail Statistik
  • Edit resep
  • Hapus
CookpadCookpad
Foto resep ADEE GROENG-GROENG

ADEE GROENG-GROENG

Dama Yanty
Dama Yanty @Dama_858808
Samarinda-KALTIM

Setelah kejadian Tsunami Aceh pada tahun 2006 lalu, banyaknya organisasi non pemerintah yang membantu bisnis rumahan bagi korban gempa dan tsunami Aceh untuk mengembangkan bisnis mereka. Waktu itu, usai bencana semua masyarakat hidup dari nol lagi. Karena di sini potensi dan kemampuan mengolah kue Adee lebih dominan, maka kue itu dikembangkan bisnisnya sekaligus untuk membangun ekonomi rakyat kecil.
Berbentuk bulat, berwarna kuning dan ditaburi potongan daun pandan. Bau gosong dari adonan telur membat kita segera membeli jajanan ini. Berbeda dengan “ADEE MEUREUDU” di Pidie Jaya yang memiliki tekstur padat, maka “ADEE GROENG-GROENG” lebih lembut seperti makan “asoekaya/srikaya” saja. Ade adalah penganan yang mulai menggeliat lagi namanya di pasar tradisional Groeng-groeng, Kabupaten Pidie, propinsi Aceh. Pasar Groeng-groeng adalah pusat jajanan ketika sore, yang dinanti langanan setia. Mulai dari mie caluek, adee groeng-groeng hingga timphan. Pasar ini melestarikan kembali kue tradisional Aceh yang mulai dilupakan. Soal legalitas, Adee di sana sudah mendapat izin Balai Pengawasan Obat Makanan (B.P.O.M) dan Dinas Kesehatan.
Bedanya kue Adee yang dipanggang dengan oven dan neuleuk --- jika dipanggang dengan neuleuk, kue Adee akan terasa lebih harum dan gurih. Memanfaatkan “tapeeh/kulit sabut kelapa” sebagai bahan bakar murah dan mudah. Kue tradisional ini dibuat dengan bahan dasar yang sederhana yaitu telur bebek yang dicampur dengan santan dan bahan-bahan tambahan lainnya yang bisa dengan mudah didapatkan.
Kue ini mempunyai rasa manis yang berasal dari gula asli, berpadu dengan tekstur kue yang lembut, lunak serta aroma yang menggugah selera. Sedikit tips sebelum membeli, pilihlah yang permukaannya yang berwarna coklat agak kehitaman karena bagian yang berwarna lebih gelap itu lebih enak dan khas.
Mempunyai tekstur yang lembut membuat kue ini juga cocok dijadikan cemilan saat santai bersama keluarga dan sahabat sebagai pelengkap suasana pagi, sore maupun malam hari. Kue Adee bisa menjadi teman setia menyeruput segelas kopi, teh atau sanger dingin sebagai hidangan istimewa untuk menjamu tamu.

Setelah kejadian Tsunami Aceh pada tahun 2006 lalu, banyaknya organisasi non pemerintah yang membantu bisnis rumahan bagi korban gempa dan tsunami Aceh untuk mengembangkan bisnis mereka. Waktu itu, usai bencana semua masyarakat hidup dari nol lagi. Karena di sini potensi dan kemampuan mengolah kue Adee lebih dominan, maka kue itu dikembangkan bisnisnya sekaligus untuk membangun ekonomi rakyat kecil.
Berbentuk bulat, berwarna kuning dan ditaburi potongan daun pandan. Bau gosong dari adonan telur membat kita segera membeli jajanan ini. Berbeda dengan “ADEE MEUREUDU” di Pidie Jaya yang memiliki tekstur padat, maka “ADEE GROENG-GROENG” lebih lembut seperti makan “asoekaya/srikaya” saja. Ade adalah penganan yang mulai menggeliat lagi namanya di pasar tradisional Groeng-groeng, Kabupaten Pidie, propinsi Aceh. Pasar Groeng-groeng adalah pusat jajanan ketika sore, yang dinanti langanan setia. Mulai dari mie caluek, adee groeng-groeng hingga timphan. Pasar ini melestarikan kembali kue tradisional Aceh yang mulai dilupakan. Soal legalitas, Adee di sana sudah mendapat izin Balai Pengawasan Obat Makanan (B.P.O.M) dan Dinas Kesehatan.
Bedanya kue Adee yang dipanggang dengan oven dan neuleuk --- jika dipanggang dengan neuleuk, kue Adee akan terasa lebih harum dan gurih. Memanfaatkan “tapeeh/kulit sabut kelapa” sebagai bahan bakar murah dan mudah. Kue tradisional ini dibuat dengan bahan dasar yang sederhana yaitu telur bebek yang dicampur dengan santan dan bahan-bahan tambahan lainnya yang bisa dengan mudah didapatkan.
Kue ini mempunyai rasa manis yang berasal dari gula asli, berpadu dengan tekstur kue yang lembut, lunak serta aroma yang menggugah selera. Sedikit tips sebelum membeli, pilihlah yang permukaannya yang berwarna coklat agak kehitaman karena bagian yang berwarna lebih gelap itu lebih enak dan khas.
Mempunyai tekstur yang lembut membuat kue ini juga cocok dijadikan cemilan saat santai bersama keluarga dan sahabat sebagai pelengkap suasana pagi, sore maupun malam hari. Kue Adee bisa menjadi teman setia menyeruput segelas kopi, teh atau sanger dingin sebagai hidangan istimewa untuk menjamu tamu.

Lebih banyak

ADEE GROENG-GROENG

Dama Yanty
Dama Yanty @Dama_858808
Samarinda-KALTIM

Setelah kejadian Tsunami Aceh pada tahun 2006 lalu, banyaknya organisasi non pemerintah yang membantu bisnis rumahan bagi korban gempa dan tsunami Aceh untuk mengembangkan bisnis mereka. Waktu itu, usai bencana semua masyarakat hidup dari nol lagi. Karena di sini potensi dan kemampuan mengolah kue Adee lebih dominan, maka kue itu dikembangkan bisnisnya sekaligus untuk membangun ekonomi rakyat kecil.
Berbentuk bulat, berwarna kuning dan ditaburi potongan daun pandan. Bau gosong dari adonan telur membat kita segera membeli jajanan ini. Berbeda dengan “ADEE MEUREUDU” di Pidie Jaya yang memiliki tekstur padat, maka “ADEE GROENG-GROENG” lebih lembut seperti makan “asoekaya/srikaya” saja. Ade adalah penganan yang mulai menggeliat lagi namanya di pasar tradisional Groeng-groeng, Kabupaten Pidie, propinsi Aceh. Pasar Groeng-groeng adalah pusat jajanan ketika sore, yang dinanti langanan setia. Mulai dari mie caluek, adee groeng-groeng hingga timphan. Pasar ini melestarikan kembali kue tradisional Aceh yang mulai dilupakan. Soal legalitas, Adee di sana sudah mendapat izin Balai Pengawasan Obat Makanan (B.P.O.M) dan Dinas Kesehatan.
Bedanya kue Adee yang dipanggang dengan oven dan neuleuk --- jika dipanggang dengan neuleuk, kue Adee akan terasa lebih harum dan gurih. Memanfaatkan “tapeeh/kulit sabut kelapa” sebagai bahan bakar murah dan mudah. Kue tradisional ini dibuat dengan bahan dasar yang sederhana yaitu telur bebek yang dicampur dengan santan dan bahan-bahan tambahan lainnya yang bisa dengan mudah didapatkan.
Kue ini mempunyai rasa manis yang berasal dari gula asli, berpadu dengan tekstur kue yang lembut, lunak serta aroma yang menggugah selera. Sedikit tips sebelum membeli, pilihlah yang permukaannya yang berwarna coklat agak kehitaman karena bagian yang berwarna lebih gelap itu lebih enak dan khas.
Mempunyai tekstur yang lembut membuat kue ini juga cocok dijadikan cemilan saat santai bersama keluarga dan sahabat sebagai pelengkap suasana pagi, sore maupun malam hari. Kue Adee bisa menjadi teman setia menyeruput segelas kopi, teh atau sanger dingin sebagai hidangan istimewa untuk menjamu tamu.

Setelah kejadian Tsunami Aceh pada tahun 2006 lalu, banyaknya organisasi non pemerintah yang membantu bisnis rumahan bagi korban gempa dan tsunami Aceh untuk mengembangkan bisnis mereka. Waktu itu, usai bencana semua masyarakat hidup dari nol lagi. Karena di sini potensi dan kemampuan mengolah kue Adee lebih dominan, maka kue itu dikembangkan bisnisnya sekaligus untuk membangun ekonomi rakyat kecil.
Berbentuk bulat, berwarna kuning dan ditaburi potongan daun pandan. Bau gosong dari adonan telur membat kita segera membeli jajanan ini. Berbeda dengan “ADEE MEUREUDU” di Pidie Jaya yang memiliki tekstur padat, maka “ADEE GROENG-GROENG” lebih lembut seperti makan “asoekaya/srikaya” saja. Ade adalah penganan yang mulai menggeliat lagi namanya di pasar tradisional Groeng-groeng, Kabupaten Pidie, propinsi Aceh. Pasar Groeng-groeng adalah pusat jajanan ketika sore, yang dinanti langanan setia. Mulai dari mie caluek, adee groeng-groeng hingga timphan. Pasar ini melestarikan kembali kue tradisional Aceh yang mulai dilupakan. Soal legalitas, Adee di sana sudah mendapat izin Balai Pengawasan Obat Makanan (B.P.O.M) dan Dinas Kesehatan.
Bedanya kue Adee yang dipanggang dengan oven dan neuleuk --- jika dipanggang dengan neuleuk, kue Adee akan terasa lebih harum dan gurih. Memanfaatkan “tapeeh/kulit sabut kelapa” sebagai bahan bakar murah dan mudah. Kue tradisional ini dibuat dengan bahan dasar yang sederhana yaitu telur bebek yang dicampur dengan santan dan bahan-bahan tambahan lainnya yang bisa dengan mudah didapatkan.
Kue ini mempunyai rasa manis yang berasal dari gula asli, berpadu dengan tekstur kue yang lembut, lunak serta aroma yang menggugah selera. Sedikit tips sebelum membeli, pilihlah yang permukaannya yang berwarna coklat agak kehitaman karena bagian yang berwarna lebih gelap itu lebih enak dan khas.
Mempunyai tekstur yang lembut membuat kue ini juga cocok dijadikan cemilan saat santai bersama keluarga dan sahabat sebagai pelengkap suasana pagi, sore maupun malam hari. Kue Adee bisa menjadi teman setia menyeruput segelas kopi, teh atau sanger dingin sebagai hidangan istimewa untuk menjamu tamu.

Lebih banyak
Tersimpan
Simpan resep ini untuk dapat dilihat lagi nanti.
Edit resep
Lihat Detail Statistik
Tambahkan ke folder
Kirim CooksnapKirim Cooksnap
BagikanBagikan
  • Disalin!
  • Email
  • Facebook
  • Pin gambar
  • X
CetakCetak
  • CetakCetak
  • Kirim CooksnapKirim Cooksnap
  • Laporkan Resep
  • Lihat Detail Statistik
  • Hapus
Bagikan
  • Disalin!
  • Email
  • Facebook
  • Pin gambar
  • X
Simpan resep ini untuk dapat dilihat lagi nanti.
  • Kirim Cooksnap
  • Tambahkan ke folder
  • Cetak
  • Laporkan Resep
  • Lihat Detail Statistik
  • Edit resep
  • Hapus

Bahan-bahan

65 menit
6 porsi
  • 3 btrtelur bebek
  • 280 grtepung terigu
  • 120 grgula pasir (sesuai selera)
  • 400 mlsantan kental
  • 2 sdmmentega/margarin (cairkan)
  • 1/2 sdtvanili bubuk
  • 1/4 sdtgaram
  • 1 helaidaun pandan, iris tipis untuk taburan
Cookpad Buka di Aplikasi
Tersimpan
Simpan resep ini untuk dapat dilihat lagi nanti.

Cara Membuat

65 menit
  1. 1

    Siapkan oven, gunakan suhu sedang (±160'C), dengan api atas bawah. Olesi loyang dengan margarin --- alasi kertas roti jika perlu, sisihkan.

  2. 2

    Kocok telur dan gula pasir hingga gula pasir sedikit terlarut, tidak perlu sampai mengembang.

    Foto langkah ke 2 dari resep ADEE GROENG-GROENG.
  3. 3

    Tambahkan santan, aduk hingga tercampur. Tepung terigu dimasukkan sedikit demi sedikit, aduk perlahan menggunakan spatula/solet dan usahakan agar tidak ada gumpalan tepung.

    Foto langkah ke 3 dari resep ADEE GROENG-GROENG.
  4. 4

    Masukkan mentega cair, aduk kembali hingga rata. Jangan lupa, vanili bubuk dan garam.

    Foto langkah ke 4 dari resep ADEE GROENG-GROENG.
  5. 5

    Tuang adonan dalam loyang bulat, taburi irisan daun pandan.

    Foto langkah ke 5 dari resep ADEE GROENG-GROENG.
  6. 6

    Oven hingga matang dan tampak berkerak (45-60 menit), tes dengan tusuk lidi dan jika lidi masih basah maka lanjutkan memanggang.

    Foto langkah ke 6 dari resep ADEE GROENG-GROENG.
  7. 7

    Saat dikeluarkan dari oven, kue terlihat sedikit bergelombang. Tapi akan kempes --- merata tinggi permukaannya --- saat mulai dingin dan memadat.

    Foto langkah ke 7 dari resep ADEE GROENG-GROENG.
  8. 8

    Ketika kue sudah dingin lalu potong kue sesuai selera (kue akan lengket jika dipotong saat masih panas), dan siap disajikan dengan kopi atau teh.

    Foto langkah ke 8 dari resep ADEE GROENG-GROENG.
Tersimpan
Simpan resep ini untuk dapat dilihat lagi nanti.
Edit resep
Lihat Detail Statistik
Tambahkan ke folder
Kirim CooksnapKirim Cooksnap
BagikanBagikan
  • Disalin!
  • Email
  • Facebook
  • Pin gambar
  • X
CetakCetak
  • CetakCetak
  • Kirim CooksnapKirim Cooksnap
  • Laporkan Resep
  • Lihat Detail Statistik
  • Hapus

Cooksnap

Tersimpan
Simpan resep ini untuk dapat dilihat lagi nanti.
  • Kirim Cooksnap
  • Tambahkan ke folder
  • Cetak
  • Bagikan
    • Disalin!
    • Email
    • Facebook
    • Pin gambar
    • X
  • Laporkan Resep
  • Lihat Detail Statistik
  • Edit resep
  • Hapus

Disalin!

Dama Yanty
Dama Yanty @Dama_858808
pada 30 Oktober 2015 03.51
Samarinda-KALTIM
One of my dreams...mendokumentasikan resep2 kuliner Nusantara dan mencoba kuliner dunia (klo nunggu keliling dunia, lum tw kpn bsa terlaksana HEHEHE) coz di Indonesia ja msih bnyak yg lum dkunjungi.Hanya seorang pemula dlm memasak, jdi dtunggu kritik & sarannya y...^_^
Lebih banyak

Komentar

Tamu
Beri komentar
0/0

Kata kunci

Gula Telur Bebek Santan Daun Pandan Mentega Terigu

Resep Serupa

Rekomendasi Resep Lainnya

  1. Bolu Ketan Keju Lumer
  2. Bolu Tape Premium
  3. Bolu Singkong Kukus
  4. Arancini Ball (Italian Rice Ball)
  5. Jasuke
  1. Pempek sedap + cuko
  2. Brownies putih telur
  3. Nagasari
  4. Chocolate pie
  5. Garlic bread anti ribet
  1. chicken nugget sayur no msg
  2. Garlic bread anti ribet
  3. Chicken katsu and mashed potato
  4. tauco udang tahu
https://cookpad.wasmer.app/id/resep/307019
Cookpad Buka di Aplikasi

Tentang Kami

Misi kami di Cookpad adalah untuk membuat masak sehari-hari makin menyenangkan, karena kami percaya bahwa memasak adalah kunci menuju kehidupan yang lebih bahagia dan lebih sehat bagi manusia, komunitas, dan bumi. Kami mendukung juru masak rumahan di seluruh dunia untuk membantu satu sama lain dengan berbagi resep dan pengalaman memasak.

Langganan Premium untuk menikmati fitur & manfaat eksklusif!

Komunitas Cookpad

🇺🇸 United States 🇬🇧 United Kingdom 🇪🇸 España 🇦🇷 Argentina 🇺🇾 Uruguay 🇲🇽 México 🇨🇱 Chile 🇻🇳 Việt Nam 🇹🇭 ไทย 🇮🇩 Indonesia 🇫🇷 France 🇸🇦 السعودية 🇹🇼 臺灣 🇮🇹 Italia 🇮🇷 ایران 🇮🇳 India 🇭🇺 Magyarország 🇳🇬 Nigeria 🇬🇷 Ελλάδα 🇲🇾 Malaysia 🇵🇹 Portugal 🇺🇦 Україна 🇯🇵 日本 Lihat Semua

Selengkapnya

Cookpad Premium Karir Kirim Saran Blog Ketentuan Pemakaian Panduan Komunitas Cookpad Kebijakan Privasi FAQ

Unduh aplikasi kami

Buka Aplikasi Cookpad di Google Play Buka Aplikasi Cookpad di App Store
Copyright © Cookpad Inc.
close