Bubur Srintil

Kemaren ke Jogja sempet ke pasar Ngasem nyobain jenang warna-warni Yu Jumilah, sekarang udah di Jakarta kangen sama jenang ituh 😋🤤 Yoweslah, walo ga selengkap punya Yu Jumilah (9 macem), anggep tombo kangen aja bikin bubur srintil, hihi 🤭
Eyang tinggal di Jogja (asal jenang warna-warni Yu Jumilah yang menjadi inspirasi membuat resep ini), saya tinggal di Jakarta, sedangkan bubur srintil khas Semarang. Judulnya bingung identitas nih dari daerah mana, masih Jawa semua lah yaa, hahaha, yang penting bubur campur ini enaaakkk 👍✨🤤
Bubur Srintil
Kemaren ke Jogja sempet ke pasar Ngasem nyobain jenang warna-warni Yu Jumilah, sekarang udah di Jakarta kangen sama jenang ituh 😋🤤 Yoweslah, walo ga selengkap punya Yu Jumilah (9 macem), anggep tombo kangen aja bikin bubur srintil, hihi 🤭
Eyang tinggal di Jogja (asal jenang warna-warni Yu Jumilah yang menjadi inspirasi membuat resep ini), saya tinggal di Jakarta, sedangkan bubur srintil khas Semarang. Judulnya bingung identitas nih dari daerah mana, masih Jawa semua lah yaa, hahaha, yang penting bubur campur ini enaaakkk 👍✨🤤
Cara Membuat
- 1
Sagu mutiara: dalam panci, didihkan air dengan api sedang. Setelah air mendidih, masukkan sagu mutiara, pewarna merah (3 tetes) dan daun pandan, masak selama 5 menit. Matikan api. Tutup panci dan diamkan selama 30 menit. Setelah 30 menit, masak kembali 7 menit setelah air mendidih kembali. Apabila bagian tengah sagu mutiara masih putih (belum matang). Tutup dan diamkan kembali 30 menit.
- 2
Panaskan kembali selama 7 menit, apabila air sudah menyusut dan sagu mutiara belum matang, beri air panas lagi sambil diaduk (tadi ditambah sekitar 200-300 ml), masak hingga air menyusut kembali. Apabila sudah matang, masukkan gula dan garam, masak kembali hingga gula larut. Matikan api dan sisihkan.
- 3
Bubur ketan hitam: dalam panci, masukkan beras ketan hitam, air dan daun pandan, masak selama 5 menit setelah mendidih. Tutup panci dan diamkan selama 30 menit. Setelah 30 menit, nyalakan api kembali dan masak 7 menit setelah mendidih. Masukkan gula dan garam, masak hingga mengental dan empuk. Matikan api dan sisihkan.
- 4
Bubur candil: dalam satu wadah, campur tepung ketan, tepung tapioka dan garam, aduk rata. Masukkan air hangat secara bertahap hingga adonan menyatu. Bentuk bulat-bulat kecil. Sisihkan. Dalam panci, masukkan gula merah, garam, daun pandan dan air, masak hingga mendidih dan gula larut. Saring. Panaskan kembali air gula merah dalam panci, masukkan candil.
- 5
Masak hingga candil matang dan mengapung. Masukkan larutan pengental, sambil diaduk terus. Masak hingga mengental dan matang. Matikan api dan sisihkan.
- 6
Kuah santan: dalam panci, masukkan semua bahan, masak hingga mendidih dan mengental. Matikan api dan sisihkan.
- 7
Bubur sumsum pandan: dalam panci, masukkan semua bahan, masak hingga mengental dan meletup-letup. Matikan api.
- 8
Penyelesaian: dalam piring saji, tuang bubur sumsum pandan, bubur ketan hitam, sagu mutiara dan bubur candil. Tuang kuah santan.
- 9
Bubur srintil siap disajikan dan dinikmati hangat-hangat.
Sudah mencoba resep ini? Bagikan Cooksnapmu!
Ceritakan kepada Heramesayu Noviari bagaimana hasilnya.
Yuk ucapkan terima kasih lewat foto masakanmu!
Seseorang telah membuat resepmu dan membagikan Cooksnap!

Kata kunci
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya

























Komentar