Sengkulun Empuk

Dulu, setiap malam lebaran saya membantu ibu membuat sengkulun berkilo-kilo, setidaknya sampai 20 loyang ukuran 25 cm. Kata ibu, itu kue favorit ayah. Kue lezat yang wajib tersaji saat lebaran. Seolah belum sah lebarannya kalau kudapan manis itu belum tersaji di antara deretan hidangan penyambut tamu yang hendak silaturahmi dan halal-bihalal, bersuka-cita dalam nuansa yang fitri.
Bulan lalu (ya, saya baru menuliskannya sekarang), saya membuat sedikit kue sengkulun, sekadar buat pengobat rindu. Dengan takaran kecil, membuat kue sengkulun menjadi terasa sangat mudah, semudah membuat pisang goreng. Dulu, ibu membuatnya menggunakan kelapa setengah tua untuk hasil yang chewy. Kini, saya membuatnya dengan kelapa tua untuk hasil kue yang lebih ringan dan empuk.
Banyak daerah di Nusantara mengenal kue ini, entah awalnya berasal dari daerah mana. Di beberapa daerah ada yang mengenalnya dengan nama awug-awug, ada pula yang menyebutnya awul-awul.
#CINTE_HidanganHariRaya #InspirasiDapurRamadan #HidanganHariRaya #CookpadCommunity_Jakarta #kudapanmanis #KulinerNusantaraElia #alacafeelia
Sengkulun Empuk
Dulu, setiap malam lebaran saya membantu ibu membuat sengkulun berkilo-kilo, setidaknya sampai 20 loyang ukuran 25 cm. Kata ibu, itu kue favorit ayah. Kue lezat yang wajib tersaji saat lebaran. Seolah belum sah lebarannya kalau kudapan manis itu belum tersaji di antara deretan hidangan penyambut tamu yang hendak silaturahmi dan halal-bihalal, bersuka-cita dalam nuansa yang fitri.
Bulan lalu (ya, saya baru menuliskannya sekarang), saya membuat sedikit kue sengkulun, sekadar buat pengobat rindu. Dengan takaran kecil, membuat kue sengkulun menjadi terasa sangat mudah, semudah membuat pisang goreng. Dulu, ibu membuatnya menggunakan kelapa setengah tua untuk hasil yang chewy. Kini, saya membuatnya dengan kelapa tua untuk hasil kue yang lebih ringan dan empuk.
Banyak daerah di Nusantara mengenal kue ini, entah awalnya berasal dari daerah mana. Di beberapa daerah ada yang mengenalnya dengan nama awug-awug, ada pula yang menyebutnya awul-awul.
#CINTE_HidanganHariRaya #InspirasiDapurRamadan #HidanganHariRaya #CookpadCommunity_Jakarta #kudapanmanis #KulinerNusantaraElia #alacafeelia
Cara Membuat
- 1
Siapkan bahan-bahan. Lapisi loyang dengan daun pisang. 📝Untuk hasil kue yang putih tanpa pewarna putih, gunakan gula pasir putih, bukan krem.
- 2
Campur kelapa, tepung ketan, dan gula. Aduk rata. Cek rasa.
- 3
Ambil setengah bagian adonan dan pindahkan ke loyang. Adonan mengisi setengah tinggi loyang. 📝 Saya menggunakan loyang persegi ukuran 18x18 cm
- 4
Sisa adonan yang belum masuk loyang diberi pewarna merah muda. Ratakan pewarna dengan cara mengaduk dan meremas lembut adonan. Uraikan jika ada yang bergerindil. 📝Gunakan pewarna sedikit saja untuk menghasilkan warna adonan yang lembut, karena nanti saat dikukus terkena uap panas warnanya akan keluar lebih kuat. Pindahkan adonan yang sudah diwarnai ke loyang, di atas adonan putih.
- 5
Adonan jangan dipadatkan. Cukup diratakan dengan ujung sendok garpu untuk permukaan kue yang tampak alami.
- 6
Letakkan dua lembar daun pandan di dalam air kukusan, kemudian didihkan. Dua lembar lainnya letakkan di dekat kue. Kukus kue dengan api besar hingga seluruh adonannya rekat, menyatu dan matang, tanpa aroma tepung mentah. 📝 Jika menggunakan kukusan konvensional, lapisi tutupnya dengan serbet bersih.
- 7
Dinginkan kue di suhu ruang, kemudian potong dengan scraper, pisau plastik, atau pisau yang dilapisi plastik. Sajikan.
- 8
📝Untuk menjaga kelembapan kue agar tetap empuk, simpan kue di piring dengan penutup, atau kemas setiap potongan kue agar tidak terpapar udara secara langsung. Dalam uji coba saya, penyimpanan kue di suhu ruang dalam wadah tertutup, dalam 24 jam tekstur dan rasanya tidak berubah. Tetap enak dan empuk.
Kata kunci
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya











Komentar (2)