Songgo Buwono

Bismillahirrahmanirrahim
Ini pertama kalinya saya membuat Songgo Buwono, akhirnya kesampaian bikin ini sekaligus untuk takjil menu berbuka puasa, saya pilih menu ini, karena dalam satu buah songgo buwono sudah lengkap dan juga bernutrisi, supaya ragout dan sausnya lebih enak, creamy dan milky, saya tambahkan kental manis cap Enaak dan untuk penyeimbang rasa gurih juga. sekarang kental manis cap Enaak juga ada kemasan yang lebih praktis dan ekonomis , yaitu kemasan pouch 260gr, harganya hanya Rp 8.000.
Songgo buwono adalah makanan tradisional khas Jogja yang penamaannya berasal dari dua kata yaitu songgo yang berarti penyangga dan buwono yang berarti langit atau kehidupan. Dengan kata lain, songgo buwono merupakan makanan yang memiliki makna penyangga kehidupan.
Setiap komponen songgo Buwono, melambangkan kehidupan. Daun selada melambangkan pepohonan hijau, roti sus (bumi), ragout (ragam isi bumi), telur (pegunungan), dan saus mustard/acar (langit dan bintang). Makanan ini diciptakan pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VII atau VIII sebagai makanan priyayi (bangsawan) dan sering disajikan dalam acara istimewa.
#InspirasiDapurRamadan
#1001RasaEnaaknyaRamadan
#CookpadCommunity_Depok
Songgo Buwono
Bismillahirrahmanirrahim
Ini pertama kalinya saya membuat Songgo Buwono, akhirnya kesampaian bikin ini sekaligus untuk takjil menu berbuka puasa, saya pilih menu ini, karena dalam satu buah songgo buwono sudah lengkap dan juga bernutrisi, supaya ragout dan sausnya lebih enak, creamy dan milky, saya tambahkan kental manis cap Enaak dan untuk penyeimbang rasa gurih juga. sekarang kental manis cap Enaak juga ada kemasan yang lebih praktis dan ekonomis , yaitu kemasan pouch 260gr, harganya hanya Rp 8.000.
Songgo buwono adalah makanan tradisional khas Jogja yang penamaannya berasal dari dua kata yaitu songgo yang berarti penyangga dan buwono yang berarti langit atau kehidupan. Dengan kata lain, songgo buwono merupakan makanan yang memiliki makna penyangga kehidupan.
Setiap komponen songgo Buwono, melambangkan kehidupan. Daun selada melambangkan pepohonan hijau, roti sus (bumi), ragout (ragam isi bumi), telur (pegunungan), dan saus mustard/acar (langit dan bintang). Makanan ini diciptakan pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VII atau VIII sebagai makanan priyayi (bangsawan) dan sering disajikan dalam acara istimewa.
#InspirasiDapurRamadan
#1001RasaEnaaknyaRamadan
#CookpadCommunity_Depok
Cara Membuat
- 1
Adonan soes : masak margarin, garam dan air hingga mendidih, tambahkan tepung terigu, aduk hingga kalis, angkat dan biarkan hingga dingin. Tambahkan telur.
- 2
Aduk hingga tercampur rata. Cetak adonan lalu oven dengan suhu 200°c selama 30 menit.
- 3
Siapkan wortel yang sudah direbus lalu potong dadu, rebus fillet dada ayam, lalu suwir-suwir. Lelehkan margarin, lalu tumis bawang putih dan bawang bombai hingga harum, tambahkan tepung terigu.
- 4
Aduk hingga tepung terigu berpasir, tambahkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk-aduk, masukkan ayam suwir, wortel, seledri, garam, lada bubuk dan pala bubuk.
- 5
Tambahkan Kental Manis Cap Enaak, aduk hingga tercampur rata, angkat. Saus : lelehkan margarin, masukkan tepung terigu, aduk rata.
- 6
Tambahkan lada bubuk, garam, Kental Manis Cap Enaak, mayonais, kuning telur dan air perasan jeruk nipis, aduk hingga tercampur rata dan masak hingga mengental, angkat.
- 7
Penyajian: Potong kue sus, tata daun selada dan ragout diatasnya.
- 8
Beri potongan telur lalu siram dengan saus, sajikan.
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya



























Komentar