Sourdough Chocolate hazelnut raisin brownie rustic bread

Resep terinspirasi dari @icenguik dan @aston_adiwijaya. Ini saya modifikasi dikit resep aslinya, dengan nambahin isiannya pakai kacang hazelnut dan kismis yang direndam pakai dry gin. Hasilnya gimana? Enak banget. Ini rotinya kalo ditekan, bisa kembali ke bentuk semula. Kalau suka tipe-tipe roti yang moist (tidak terlalu kering) dan sedikit chewy, roti ini patut banget dicoba.
Ini adonan formula dalam persentase:
- 80% tepung roti protein tinggi (resep aslinya 100% dengan tepung gandum protein tinggi)
- 8% tepung spelt putih (optional)
- 6% tepung terigu serba guna, protein sedang
- 6% stone-ground tepung spelt
- 10 % bubuk kakao
- 20% starter ( 100% hydration + pakai tepung roti protein tinggi)
- 83% air ( 50% water + 50% coffee)
- 1,8% fine seasalt
- 30% topping (10% chocolate chips + 10% kismis + 10% kacang hazelnut yang udah disangrai)
Metode dan jadwal yang saya pakai :
1. buat levain - 21:00
2. Autolyse - 8:25
3. Mix starter - 9:25, rest 15 mins
4. Mix salt - 9:40, rest 20 mins
5. Stretch & folds - 10:00: 4x dengan 20 mins intervals
6. Coil fold, rest 30 mins
7. Bulk fermentation, 27°C, 3-4.5 jam
8. Coil fold, rest for 15 mins (optional)
9. Preshape - 15:30, rest 15 mins
10. Final shape - 15:45 + tambahin topping, rest 15 mins
11. Simpen di kulkas - 16:00 (16 jam di kulkas)
12. Panasin oven - 07:15
13. Panggang - 08:00 : 25 mins di 230°C dengan tutup panci tertutup, kemudian 25 menit lagi dengan tutup panci terbuka di suhu 200-180°C .
Semoga membantu ya..
Sourdough Chocolate hazelnut raisin brownie rustic bread
Resep terinspirasi dari @icenguik dan @aston_adiwijaya. Ini saya modifikasi dikit resep aslinya, dengan nambahin isiannya pakai kacang hazelnut dan kismis yang direndam pakai dry gin. Hasilnya gimana? Enak banget. Ini rotinya kalo ditekan, bisa kembali ke bentuk semula. Kalau suka tipe-tipe roti yang moist (tidak terlalu kering) dan sedikit chewy, roti ini patut banget dicoba.
Ini adonan formula dalam persentase:
- 80% tepung roti protein tinggi (resep aslinya 100% dengan tepung gandum protein tinggi)
- 8% tepung spelt putih (optional)
- 6% tepung terigu serba guna, protein sedang
- 6% stone-ground tepung spelt
- 10 % bubuk kakao
- 20% starter ( 100% hydration + pakai tepung roti protein tinggi)
- 83% air ( 50% water + 50% coffee)
- 1,8% fine seasalt
- 30% topping (10% chocolate chips + 10% kismis + 10% kacang hazelnut yang udah disangrai)
Metode dan jadwal yang saya pakai :
1. buat levain - 21:00
2. Autolyse - 8:25
3. Mix starter - 9:25, rest 15 mins
4. Mix salt - 9:40, rest 20 mins
5. Stretch & folds - 10:00: 4x dengan 20 mins intervals
6. Coil fold, rest 30 mins
7. Bulk fermentation, 27°C, 3-4.5 jam
8. Coil fold, rest for 15 mins (optional)
9. Preshape - 15:30, rest 15 mins
10. Final shape - 15:45 + tambahin topping, rest 15 mins
11. Simpen di kulkas - 16:00 (16 jam di kulkas)
12. Panasin oven - 07:15
13. Panggang - 08:00 : 25 mins di 230°C dengan tutup panci tertutup, kemudian 25 menit lagi dengan tutup panci terbuka di suhu 200-180°C .
Semoga membantu ya..
Cara Membuat
- 1
Bikin levain
- 2
Siapkan bahan-bahan.
- 3
Autolyse, satu jam minimal, sebelum dicampur ke levain dan garam.
- 4
Mix starter - 9:25, rest 15 mins
Mix salt - 9:40, rest 20 mins
Stretch & folds - 10:00: 4x dengan 20 mins intervals
Coil fold, rest 30 mins
Bulk fermentation, 27°C, 3-4.5 jam
Coil fold, rest for 15 mins (optional) - 5
Preshape - 15:30, rest 15 mins, ga pakai tepung alasnya.
Final shape baru pakai tepung biar tidak lengket - 15:45 + tambahin topping, rest 15 mins - 6
Pindahin ke wadah.
- 7
Simpen di kulkas - 16:00 (16 jam di kulkas)
- 8
Panggang - 08:00 : 25 mins di 230°C dengan tutup panci tertutup, kemudian 25 menit lagi dengan tutup panci terbuka di suhu 200-180°C. Ini foto setelah tutup panci dibuka, 25 menit pertama
- 9
Setelah keluar dari oven
- 10
Satu jam kemudian
- 11
Dimakan pakai selai bunga elder, enak banget
Pencarian Teratas di
Kata kunci
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya





















Komentar (3)