Nastar Ekonomis Untuk Jualan (Tanpa Butter, Tanpa Telur)

Saya penasaran bagaimana jika nastar tanpa telur & butter? Gimana ya hasilnya? Apa tetap sama saja dengan nastar yang pakai butter & kuning telur? Atau ada perbedaan tekstur & rasa yang jauh dari nastar dengan bahan premium?
Jadi saya coba eksekusi tanpa 2 bahan itu, margarinnya pun pakai merk dengan harga yang paling ekonomis yaitu merk Amanda, saya beli di Hypermart dengan harga promo cuma sekitar 4.800/bungkus dengan berat 200 gr. Auto borong banyak hehe.
Saya juga pakai tepung terigu protein sedang yaitu segitiga biru non premium yang bungkusnya warna bening dengan harga 12.000/kg.
Nah.. meskipun nastar ini bahannya ekonomis, tapi saya tetap memasukkan aroma butter. Saya menggunakan perisa butter merk Mohler, jadi nastarnya tetap ada aroma butter yang harum meski hanya menggunakan margarine. Saya pilih merk Mohler karena harganya paling murah, jika ingin menggunakan merk lain seperti Toffieco atau Larome juga boleh.
Kalau tidak ada butter bisa diganti vanili cair yaa.. tapi hasilnya tidak ada wangi aroma butternya.
Dan ternyata setelah saya coba kalau baru matang.. teksturnya lebih ke arah crunchy, ngprul tetapi tetap enak dan tetap seperti nastar. Hanya saja adonan kulitnya berasa agak kering & terlalu ngeprul.
Keesokan harinya saya coba lagi, ternyata teksturnya sudah mirip 85% dengan nastar yang pakai Blueband CNC atau Royal Palmia, bagian kulitnya jadi melembut dan tidak crunchy lagi.
Nastar Ekonomis Untuk Jualan (Tanpa Butter, Tanpa Telur)
Saya penasaran bagaimana jika nastar tanpa telur & butter? Gimana ya hasilnya? Apa tetap sama saja dengan nastar yang pakai butter & kuning telur? Atau ada perbedaan tekstur & rasa yang jauh dari nastar dengan bahan premium?
Jadi saya coba eksekusi tanpa 2 bahan itu, margarinnya pun pakai merk dengan harga yang paling ekonomis yaitu merk Amanda, saya beli di Hypermart dengan harga promo cuma sekitar 4.800/bungkus dengan berat 200 gr. Auto borong banyak hehe.
Saya juga pakai tepung terigu protein sedang yaitu segitiga biru non premium yang bungkusnya warna bening dengan harga 12.000/kg.
Nah.. meskipun nastar ini bahannya ekonomis, tapi saya tetap memasukkan aroma butter. Saya menggunakan perisa butter merk Mohler, jadi nastarnya tetap ada aroma butter yang harum meski hanya menggunakan margarine. Saya pilih merk Mohler karena harganya paling murah, jika ingin menggunakan merk lain seperti Toffieco atau Larome juga boleh.
Kalau tidak ada butter bisa diganti vanili cair yaa.. tapi hasilnya tidak ada wangi aroma butternya.
Dan ternyata setelah saya coba kalau baru matang.. teksturnya lebih ke arah crunchy, ngprul tetapi tetap enak dan tetap seperti nastar. Hanya saja adonan kulitnya berasa agak kering & terlalu ngeprul.
Keesokan harinya saya coba lagi, ternyata teksturnya sudah mirip 85% dengan nastar yang pakai Blueband CNC atau Royal Palmia, bagian kulitnya jadi melembut dan tidak crunchy lagi.
Cara Membuat
- 1
Campurkan margarine, gula halus, dan perisa butter. Kocok menggunakan whisker atau aduk menggunakan tangan hingga tercampur selama ±1 menit.
- 2
Masukkan tepung terigu, maizena, dan susu bubuk. Aduk rata adonan menggunakan tangan.
- 3
Bagi adonan sesuai selera. Disini saya membuat nastar bentuk daun jumbo. 1 adonan beratnya ±30 gram.
- 4
Pipihkan lalu beri isian selai nanas dan bentuk nastar sesuai keinginan.
- 5
Tata di loyang, beri olesan telur Panggang menggunakan oven selama 30 menit dengan suhu 200°C.
- 6
Cara Membuat Selai Nanas : Kupas dan cuci bersih nanas, potong lalu blender kasar, blender sebentar saja, jangan terlalu halus.
- 7
Tuangkan nanas yang sudah di blender kedalam panci, beri gula pasir, kayu manis, dan cengkeh. Masak dengan api kecil hingga kadar air menyusut habis.
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya







Komentar