Kalikih Santan Khas Minangkabau

Perdana banget bikin kalikih. Kirain kalikih itu apaan
Ternyata artinya itu pepaya.baru dimakan rasanya emang enak banget ke badan dan tambahan dr ku tambahin bubuk kayu manis jadi warnanya kuahnya agak cokelat.
Ku lihat waktu d rumah mertua di Sumatra bikin itu kirain apaan pepaya di minum dg santan.
Kalikih Santan minuman/sajian penutup (dessert) tradisional khas dari Minangkabau, Sumatera Barat (terutama populer di daerah Bukittinggi dan Payakumbuh)
Kalikih: bahasa Minang buah pepaya.
Pepaya (kalikih) dan kelapa (santan) merupakan bahan melimpah di ranah Minang. Masyarakat setempat menggabungkan rasa manis alami buah pepaya matang dg gurihnya kuah santan untuk hidangan penyegar sederhana namun lezat.
Kalikih Santan erat kaitannya dg bulan Ramadan menu takjil favorit masyarakat Bukittinggi dan sekitarnya karena rasanya manis, gurih, lembut di perut setelah seharian berpuasa.
Di beberapa daerah Payakumbuh, minuman ini dijual bersama Aie Aka (cincau hijau tradisional) sebagai minuman penyegar tubuh di malam hari.
Secara tradisional, potongan buah pepaya matang ditaruh di dalam wadah,lalu disiram kuah santan gurih, sirup gula Aren/gula pasir, serta diberi es batu. Seiring perkembangannya, variasi menambahkan isian seperti cincau, biji selasih, atau nata de coco.
Cc: Jurnal Etnobotani & Pangan Lokal Minangkabau
Cc: rahmatika addarsy @Rahmatika02 Payakumbuh, Sumbar
#CINTE_KukusAtauRebus
#CookpadApron2026
#KukusAtauRebus
#CookpadCommunity_Jakarta
*28 Sep - 4 Okt 2026*
Kalikih Santan Khas Minangkabau
Perdana banget bikin kalikih. Kirain kalikih itu apaan
Ternyata artinya itu pepaya.baru dimakan rasanya emang enak banget ke badan dan tambahan dr ku tambahin bubuk kayu manis jadi warnanya kuahnya agak cokelat.
Ku lihat waktu d rumah mertua di Sumatra bikin itu kirain apaan pepaya di minum dg santan.
Kalikih Santan minuman/sajian penutup (dessert) tradisional khas dari Minangkabau, Sumatera Barat (terutama populer di daerah Bukittinggi dan Payakumbuh)
Kalikih: bahasa Minang buah pepaya.
Pepaya (kalikih) dan kelapa (santan) merupakan bahan melimpah di ranah Minang. Masyarakat setempat menggabungkan rasa manis alami buah pepaya matang dg gurihnya kuah santan untuk hidangan penyegar sederhana namun lezat.
Kalikih Santan erat kaitannya dg bulan Ramadan menu takjil favorit masyarakat Bukittinggi dan sekitarnya karena rasanya manis, gurih, lembut di perut setelah seharian berpuasa.
Di beberapa daerah Payakumbuh, minuman ini dijual bersama Aie Aka (cincau hijau tradisional) sebagai minuman penyegar tubuh di malam hari.
Secara tradisional, potongan buah pepaya matang ditaruh di dalam wadah,lalu disiram kuah santan gurih, sirup gula Aren/gula pasir, serta diberi es batu. Seiring perkembangannya, variasi menambahkan isian seperti cincau, biji selasih, atau nata de coco.
Cc: Jurnal Etnobotani & Pangan Lokal Minangkabau
Cc: rahmatika addarsy @Rahmatika02 Payakumbuh, Sumbar
#CINTE_KukusAtauRebus
#CookpadApron2026
#KukusAtauRebus
#CookpadCommunity_Jakarta
*28 Sep - 4 Okt 2026*
Cara Membuat
- 1
Rebus santan bersama daun pandan, gula, dan garam hingga mendidih. Di sini saya tambahin bubuk kayu manis dari Kerinci jadi warnanya agak cokelat. Setelah di rebus dinginkan.
- 2
Potong-potong pepaya sesuai selera.Letakkan potongan pepaya di dalam gelas
- 3
Siram dengan santan rebus yang sudah dingin. Sajikan
Kata kunci
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya









Komentar