Red Velved boy bread (Roti boy homemade)

Haduuuuhh eksperimen kali ini maunya bikin roti boy versi red velved,, kok sdh matang hasilnya gak marun tua gini yaaa,,
Rasa enyaaak seperti roti boy mall ituh..
Tak apalah yg penting keluarga pada doyaaaannn xixixixixiixiii
Lagi² dibalik roti yg soft itu terdapat tekhnik ngulen yg powerfull dan bantingan puluhan kali..
Red Velved boy bread (Roti boy homemade)
Haduuuuhh eksperimen kali ini maunya bikin roti boy versi red velved,, kok sdh matang hasilnya gak marun tua gini yaaa,,
Rasa enyaaak seperti roti boy mall ituh..
Tak apalah yg penting keluarga pada doyaaaannn xixixixixiixiii
Lagi² dibalik roti yg soft itu terdapat tekhnik ngulen yg powerfull dan bantingan puluhan kali..
Cara Membuat
- 1
Aktifkan biang: campur air hangat, SKM, ragi dan gula. Aduk, diamkan selama 10 menit. Jika sdh aktif berbuih kecil² masukkan telur, kocok lepas.
- 2
Campur terigu protein tinggi, protein sedang, sp, essens. Aduk rata. Masulkan biang sedikit demi sedikit sambil diuleni. Masukkan mentega, uleni sampai kalis elastis (seperti selaput tipis bila ditarik melebar) uleni 150-200 kali gerakan dan 30-50 kali bantingan jika perlu) diamkan selama 45-60 menit spai mengembang 2 kali lipat.
- 3
Jika sdh mengembang, tinju² adonan hingga kempis. Gilas dengan rolling pin 5-7 kali gilasan. Bagi menjadi 50 gr perbagian kecil. Isi dengan isian (caranya campur keju dan mentega hingga rata) bulat²kan. Tata diatas loyang yg sdh diolesi minyak dan di taburi terigu. Diamkan 30 menit.
- 4
Filling : campur mentega & gula halus sampai lembut. Kemudian masukkan bahan lainnya sampai tercampur rata. Masukkan dalam piping bag. Gunting ujungnya.
- 5
Panaskan oven selama 15 menit dengan api sedang. Semprotkan topping diatas adonan roti secara melingkar dari sisi bawah ke sisi atas seperti obat nyamuk.
- 6
Panggang sampai matang merata (kalau sy sekitar 10 menit di rak bawah 5 menit di rak atas) semua tergantung oven masing². Angkat. Dinginkan.
- 7
Penampakan bagian dalam
- 8
Enaaakkk
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya





Komentar