Cap Jahe

Cap jae atau sering disebut capcay Jawa / capcay kampung, punya asal-usul yang unik karena merupakan hasil akulturasi (perpaduan) budaya antara kuliner Tionghoa dan cita rasa lokal masyarakat Jawa, khususnya di daerah Yogyakarta, Solo, Magelang, dan sekitarnya.
Berikut adalah runutan asal-muasal mengapa hidangan ini bisa tercipta:
1. Berakar dari Capcay Tionghoa
Secara bahasa, "Cap Jae" sebenarnya adalah pelafalan lidah orang Jawa untuk kata "Capcay".
Dalam dialek Hokkian, Cap berarti sepuluh dan Cai/Chai berarti sayuran.
2. Modifikasi Kreatif Masyarakat Jawa
Ketika kuliner ini masuk ke area pedalaman Jawa (seperti Yogyakarta dan Jawa Tengah), masyarakat lokal melakukan penyesuaian berdasarkan bahan-bahan yang lebih mudah didapat dan ramah di kantong pada masa itu.
Lahirnya "Kekian Palsu" (Kekian Terigu): Jika capcay asli Tionghoa menggunakan kekian yang terbuat dari campuran udang atau daging babi/ayam, masyarakat Jawa menggantinya dengan adonan tepung terigu yang diberi bumbu bawang dan kemiri, lalu digoreng. Adonan terigu goreng ini kemudian dipotong-potong dan menjadi ciri khas utama yang wajib ada di dalam cap jae.
3. Penyesuaian Bumbu (Cita Rasa Lokal)
Bumbu cap jae juga mengalami pergeseran agar cocok dengan lidah Jawa.
#Capcay_Chiensyn Kuliner
Cap Jahe
Cap jae atau sering disebut capcay Jawa / capcay kampung, punya asal-usul yang unik karena merupakan hasil akulturasi (perpaduan) budaya antara kuliner Tionghoa dan cita rasa lokal masyarakat Jawa, khususnya di daerah Yogyakarta, Solo, Magelang, dan sekitarnya.
Berikut adalah runutan asal-muasal mengapa hidangan ini bisa tercipta:
1. Berakar dari Capcay Tionghoa
Secara bahasa, "Cap Jae" sebenarnya adalah pelafalan lidah orang Jawa untuk kata "Capcay".
Dalam dialek Hokkian, Cap berarti sepuluh dan Cai/Chai berarti sayuran.
2. Modifikasi Kreatif Masyarakat Jawa
Ketika kuliner ini masuk ke area pedalaman Jawa (seperti Yogyakarta dan Jawa Tengah), masyarakat lokal melakukan penyesuaian berdasarkan bahan-bahan yang lebih mudah didapat dan ramah di kantong pada masa itu.
Lahirnya "Kekian Palsu" (Kekian Terigu): Jika capcay asli Tionghoa menggunakan kekian yang terbuat dari campuran udang atau daging babi/ayam, masyarakat Jawa menggantinya dengan adonan tepung terigu yang diberi bumbu bawang dan kemiri, lalu digoreng. Adonan terigu goreng ini kemudian dipotong-potong dan menjadi ciri khas utama yang wajib ada di dalam cap jae.
3. Penyesuaian Bumbu (Cita Rasa Lokal)
Bumbu cap jae juga mengalami pergeseran agar cocok dengan lidah Jawa.
#Capcay_Chiensyn Kuliner
Cara Membuat
- 1
Iris dan bersihkan wortel, kol dan jamur kuping
- 2
Petik kembang kol, iris bawang bombai dan daun bawang
- 3
Campur semua bahan kekian, aduk rata.
- 4
Goreng kekian hingga matang di balik dan potong"
- 5
Siapkan lemak ayam, geprek bawang putih dan jahe, panaskan minyak
- 6
Goreng lemak ayam hingga matang masukkan geprekan bawang putih dan jahe
- 7
Setelah harum masukkan irisan bawang bombai aduk" masukkan wortel
- 8
Beri air, kecap asin, dan merica bubuk
- 9
Setelah mendidih beri bumbu kaldu secukupnya dan masukkan jamur kuping aduk hingga tercampur
- 10
Setelah sayuran tadi agak empuk masukkan kembang kol aduk kembali, tuang saos tomat
- 11
Tambahkan saos tiram, masukkan kol dan kekian
- 12
Aduk dan beri sedikit gula pasir agar terasa lebih gurih
- 13
Koreksi rasa matikan kompor, tuang piring saji...... Hidangkan
Kata kunci
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya










































Komentar