Tumis kangkung spicy

Hatiku akan selamanya bersyukur terhadap para guru yang pernah kutemui, dan yg akan kutemui di hari nanti. Guru bukan hanya mereka yg mengajar kita ketika masih bersekolah. Melainkan juga orangtua, saudara kandung kita, orang² yg menginspirasi kita untuk menjadi lebih baik. Menjadi lebih baik dalam memperlakukan orang lain, tapi yg tak kalah penting juga adalah menjadi baik terhadap diri sendiri. Seringkali kita lupa, bahwa diri sendiri adalah sahabat terbaik & setia yg selalu menemani kemana pun kita melangkah. Even the shadow left you when the light is out. & sering pula kita menghakimi diri sendiri sedemikian keras. Kuteringat seorang guru, aq sungguh bersyukur kepada beliau, seorang guru dengan welas asih tanpa batas. Beliau mampu mempertahankan welas asih tetap segar & menyala sepanjang perang berkobar sambil terus mempromosikan non-violence movement. Beliau adalah seorang guru besar yg berasal dari Vietnam, dikenal dengan panggilan: Thay, tinggal di Perancis & baru saja merayakan ulang tahunnya. Semoga aq dapat selalu menerapkan apa yang Engkau wariskan kepada kami semua, Thay. Salah satu dari sekian banyak pesan beliau yg menyentuh adalah: hidup kita merupakan warisan yg kita tinggalkan kepada dunia ini, sebarkan cinta & kedamaian dalam hidupmu.
Resep ini ku-recook dari seseorang @cookpad. Tapi lupa siapa, ga ktemu di cookmarknya 😅 Ntar ku-mention jika uda ktemu ya, maaf, thank you 😘💕
Tumis kangkung spicy
Hatiku akan selamanya bersyukur terhadap para guru yang pernah kutemui, dan yg akan kutemui di hari nanti. Guru bukan hanya mereka yg mengajar kita ketika masih bersekolah. Melainkan juga orangtua, saudara kandung kita, orang² yg menginspirasi kita untuk menjadi lebih baik. Menjadi lebih baik dalam memperlakukan orang lain, tapi yg tak kalah penting juga adalah menjadi baik terhadap diri sendiri. Seringkali kita lupa, bahwa diri sendiri adalah sahabat terbaik & setia yg selalu menemani kemana pun kita melangkah. Even the shadow left you when the light is out. & sering pula kita menghakimi diri sendiri sedemikian keras. Kuteringat seorang guru, aq sungguh bersyukur kepada beliau, seorang guru dengan welas asih tanpa batas. Beliau mampu mempertahankan welas asih tetap segar & menyala sepanjang perang berkobar sambil terus mempromosikan non-violence movement. Beliau adalah seorang guru besar yg berasal dari Vietnam, dikenal dengan panggilan: Thay, tinggal di Perancis & baru saja merayakan ulang tahunnya. Semoga aq dapat selalu menerapkan apa yang Engkau wariskan kepada kami semua, Thay. Salah satu dari sekian banyak pesan beliau yg menyentuh adalah: hidup kita merupakan warisan yg kita tinggalkan kepada dunia ini, sebarkan cinta & kedamaian dalam hidupmu.
Resep ini ku-recook dari seseorang @cookpad. Tapi lupa siapa, ga ktemu di cookmarknya 😅 Ntar ku-mention jika uda ktemu ya, maaf, thank you 😘💕
Cara Membuat
- 1
Panaskan minyak, masukkan bumbu halus. Tumis hingga harum & warna menjadi agak gelap. Masak dengan api sedang.
- 2
Masukkan irisan tomat, aduk rata.
- 3
Tambahkan air, gula, garam, kecap manis, saos tiram.
- 4
Test rasa, apabila sudah pas, besarkan api, masukkan kangkung, aduk rata. Masak hingga layu.
- 5
Matikan api, pindahkan ke piring saji. 💕😘😍💃
- 6
Semoga bermanfaat ya.. 🙏😇💕
Kata kunci
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya








Komentar