Taro Cinnamon Roll

Diajak ngulen bareng untuk #RecookDepok_Roti saya buat kreasi cinnamon roll lagi dari yang sebelumnya pernah saya buat. Kreasi roti roll ini ga ada habisnya dan ngebosenin untuk dibuat. Saya udah beberapa kali buat di daftar resep roti roll2an ini ada beberapa jenis. Mumpung lagi ada taro powder, saya sekalian mewarnai roti ini untuk #WeekendChallenge hidangan warna warni meski warnanya cuma 1, ungu 😁 cinnamon roll ini kesukaan anak saya, dikreasikan apapun dia tetap suka. Makan ini doyan banget meskipun warna atasnya agak2 eksotik 🤭🤭
Untuk pembuatan roti, saya lebih suka memakai biang. Biasanya disebut teknik minim ngulen, biarpun tetep harus ngulen sampai kalis elastis ya. Cara membuat biang ini ragi diaktifkan dulu dengan gula pasir dan air hangat (atau susu hangat) sampai berbusa yang tandanya ragi sudah aktif. Cairannya harus hangat ya, bukan yg panas atau suhu biasa. Sepengalaman saya, pakai metode ini tingkat gagalnya lebih rendah dibanding yang lain, misal pakai tepung campur ragi sekaligus atau autolysis, dll. Tapi sekali lagi tiap orang beda2 ya,,
Saya masih penasaran juga mau belajar dan eksperimen buat roti dengan metode lain seperti tang zhong, sourdough, dll. Semangat belajar 😄
#RecookDepok_Roti
#CookpadCommunity_Depok
#WeekendChallenge
#SeptemberCeria
Taro Cinnamon Roll
Diajak ngulen bareng untuk #RecookDepok_Roti saya buat kreasi cinnamon roll lagi dari yang sebelumnya pernah saya buat. Kreasi roti roll ini ga ada habisnya dan ngebosenin untuk dibuat. Saya udah beberapa kali buat di daftar resep roti roll2an ini ada beberapa jenis. Mumpung lagi ada taro powder, saya sekalian mewarnai roti ini untuk #WeekendChallenge hidangan warna warni meski warnanya cuma 1, ungu 😁 cinnamon roll ini kesukaan anak saya, dikreasikan apapun dia tetap suka. Makan ini doyan banget meskipun warna atasnya agak2 eksotik 🤭🤭
Untuk pembuatan roti, saya lebih suka memakai biang. Biasanya disebut teknik minim ngulen, biarpun tetep harus ngulen sampai kalis elastis ya. Cara membuat biang ini ragi diaktifkan dulu dengan gula pasir dan air hangat (atau susu hangat) sampai berbusa yang tandanya ragi sudah aktif. Cairannya harus hangat ya, bukan yg panas atau suhu biasa. Sepengalaman saya, pakai metode ini tingkat gagalnya lebih rendah dibanding yang lain, misal pakai tepung campur ragi sekaligus atau autolysis, dll. Tapi sekali lagi tiap orang beda2 ya,,
Saya masih penasaran juga mau belajar dan eksperimen buat roti dengan metode lain seperti tang zhong, sourdough, dll. Semangat belajar 😄
#RecookDepok_Roti
#CookpadCommunity_Depok
#WeekendChallenge
#SeptemberCeria
Cara Membuat
- 1
Campur gula dan ragi, lalu tuang air hangat, aduk. Tutup dan diamkan selama 10 menit. Kalau berbusa tanda ragi aktif dan siap dipakai.
- 2
Campur tepung, susu bubuk, gula pasir, dan taro powder. Aduk. Masukkan susu dan telur, lalu tuang biang secara perlahan-lahan sambil diaduk. Uleni dengan tangan sampai tercampur. Beri mentega dan garam sedikit demi sedikit sambil terus diulen. Uleni sampai kalis elastis.
- 3
Bulatkan adonan, tutup dengan serbet atau plastik wrap selama 60-90 menit sampai mengembang 2 kali lipat.
- 4
Kalau sudah mengembang, kempiskan adonan. Giling adonan bentuk persegi panjang, lalu tabur dengan filling yang sudah dicampur sebelumnya. Gulung bentuk roll, lalu potong menggunakan benang. Tata di loyang atau pyrex yang sudah diolesi mentega. Saya pakai pyrex ukuran 20x26, adonan roll saya buat jadi 12. Saya melakukan pengisian filling 2 kali (adonan dibagi 2 lebih dulu) dan sekali pemotongan roll dapat sebanyak 6 roll. Untuk ini disesuaikan dengan loyang atau pyrex yang dipakai aja ya.
- 5
Istirahatkan lagi selama 60 menit sampai mengembang.
- 6
Olesi dengan campuran kuning telur dan sedikit susu. Karena mau agak kecoklatan atasnya, saya campur susu sedikiiit aja. Normalnya 1:1 aja ya. Panaskan oven suhu 180, lalu panggang selama 20-25 menit.
- 7
Kalau sudah matang, angkat. Diamkan sebentar. Sajikan,,
- 8
Perpaduan antara rasa taro, kayu manis, dan gula palemnya pas dan enak 😋
Kata kunci
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya

















Komentar