Tumis Pare

Tumis pare ini pertama kali saya diperkenalkan oleh nenek. Saat itu sy msh SMA di Tulungagung dan tinggal bersama nenek. Nenek menanam sendiri pare. Pertama kali saya mencoba pare buatan nenek, sy langsung suka. Rasanya pahit tapi enak. Saat itu nenek hanya memasak ditumis bawang putih dan bawang merah saja. Tapi masakan nenek selalu luar biasa enak buatku.
Itu kenanganku saat nenek msh menemaniku. Saat ini nenek sdh tenang di Surga. Setelah sekian lama menderita kanker payudara. Nenekq, adalah seorang yang penuh semangat berjuang melawan kanker. Nenek sakit kanker payudara setahuku saat aq SD sekitar sebelas tahun dan meninggal saat aq hendak menikah (usiaku saat itu sekitar 22th).
Demi keinginannya untuk sembuh, semua beliau lakukan. Mengkonsumsi makanan yg anti oksidan seperti pare, bawang putih, benalu teh, singkong obat, buah, dan banyak lainnya. Dan memang nenekku bertahan hidup lebih lama dari pada perkiraan dokter.
Yangti yang sangat kusayangi... melalui tulisan ini, semoga semangatmu melawan kanker dapat menyemangati kawan-kawan lainnya yang mungkin saat ini sedang berjuang. ❤❤❤❤
Rabu, 16 Oktober 2019
Tumis Pare
Tumis pare ini pertama kali saya diperkenalkan oleh nenek. Saat itu sy msh SMA di Tulungagung dan tinggal bersama nenek. Nenek menanam sendiri pare. Pertama kali saya mencoba pare buatan nenek, sy langsung suka. Rasanya pahit tapi enak. Saat itu nenek hanya memasak ditumis bawang putih dan bawang merah saja. Tapi masakan nenek selalu luar biasa enak buatku.
Itu kenanganku saat nenek msh menemaniku. Saat ini nenek sdh tenang di Surga. Setelah sekian lama menderita kanker payudara. Nenekq, adalah seorang yang penuh semangat berjuang melawan kanker. Nenek sakit kanker payudara setahuku saat aq SD sekitar sebelas tahun dan meninggal saat aq hendak menikah (usiaku saat itu sekitar 22th).
Demi keinginannya untuk sembuh, semua beliau lakukan. Mengkonsumsi makanan yg anti oksidan seperti pare, bawang putih, benalu teh, singkong obat, buah, dan banyak lainnya. Dan memang nenekku bertahan hidup lebih lama dari pada perkiraan dokter.
Yangti yang sangat kusayangi... melalui tulisan ini, semoga semangatmu melawan kanker dapat menyemangati kawan-kawan lainnya yang mungkin saat ini sedang berjuang. ❤❤❤❤
Rabu, 16 Oktober 2019
Cara Membuat
- 1
Potong-potong semua bahan. Kalau nenek parenya langsung aja ditumis setelah dipotong-potong. Kalau saya, pare setelah dipotong-potong sy rendam sebentar di air mendidih dan garam. Baru deh ditumis
- 2
Tumis bumbu yang sudah dipotong-potong. Beri merica bubuk
- 3
Masukkan tempe yang sudah digoreng setengah matang.
- 4
Masukkan garam, saus tiram, dan kecap.
- 5
Masukkan pare. Tumis jangan terlalu lama.
- 6
Mantullll... 👌😀
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya









Komentar