Schnitzel

Schnitzel adalah salah satu kuliner paling populer Eropa Tengah, dengan varian paling legendarisnya yaitu Wiener Schnitzel yang berasal dari Wina, Austria. Secara historis, teknik melapisi daging tipis dengan tepung dan remahan roti sebelum digoreng ini memiliki akar yang sangat tua, bahkan sempat tercatat di dalam buku masak Romawi pada abad ke-4. Ketika resep ini masuk ke Wina sekitar abad ke-19, masyarakat Austria menyempurnakannya menjadi hidangan nasional yang dilindungi hukum: sebutan Wiener Schnitzel secara legal hanya boleh digunakan jika menggunakan daging anak sapi (veal). Namun dalam perkembangannya secara global, penggunaan daging ayam (Hühnerschnitzel) atau babi (Schweineschnitzel) menjadi sangat populer karena lebih ekonomis dan memiliki tekstur yang tidak kalah lezat.
Schnitzel
Schnitzel adalah salah satu kuliner paling populer Eropa Tengah, dengan varian paling legendarisnya yaitu Wiener Schnitzel yang berasal dari Wina, Austria. Secara historis, teknik melapisi daging tipis dengan tepung dan remahan roti sebelum digoreng ini memiliki akar yang sangat tua, bahkan sempat tercatat di dalam buku masak Romawi pada abad ke-4. Ketika resep ini masuk ke Wina sekitar abad ke-19, masyarakat Austria menyempurnakannya menjadi hidangan nasional yang dilindungi hukum: sebutan Wiener Schnitzel secara legal hanya boleh digunakan jika menggunakan daging anak sapi (veal). Namun dalam perkembangannya secara global, penggunaan daging ayam (Hühnerschnitzel) atau babi (Schweineschnitzel) menjadi sangat populer karena lebih ekonomis dan memiliki tekstur yang tidak kalah lezat.
Cara Membuat
- 1
Belah dada ayam secara horizontal (butterfly) menjadi 2 bagian tipis. Letakkan daging di antara dua lembar plastik wrap atau kantong plastik bersih. Pukul-pukul daging menggunakan pemukul daging bagian yang datar, atau gunakan dasar panci tebal. Pukul dari arah tengah ke luar secara perlahan.
- 2
Daging harus menjadi sangat tipis, sekitar 3-4 mm secara merata. Proses ini memutus jaringan serat daging sehingga ayam menjadi sangat empuk saat digoreng cepat. Taburi kedua sisi daging dengan garam dan merica secara merata.
- 3
Balurkan daging tipis ke tepung terigu, ketuk-ketuk sisa tepung yang berlebih. Daging harus tertutup tipis saja. Celupkan ke kocokan telur hingga seluruh permukaannya basah.
- 4
Masukkan ke wadah tepung roti. Balikkan adonan hingga tertutup rata, tapi jangan ditekan-tekan dengan tangan.
- 5
Jangan mendiamkan daging yang sudah ditepungi di meja terlalu lama karena kelembapan telur akan membasahi tepung roti dan membuatnya tidak renyah.
- 6
Panaskan minyak yang dikombinasikan dengan 2 sdm mentega di wajan datar yang cukup besar. Pastikan minyaknya cukup banyak agar daging bisa sedikit mengapung.
- 7
Minyak harus panas di suhu sekitar 170°C-180°C. Jika kurang panas, tepung roti akan menyerap minyak dan menjadi lembek. Masukkan daging ke dalam wajan.
- 8
Goreng selama 2-3 menit per sisi hingga warnanya berubah menjadi cokelat keemasan (golden blonde). Karena dagingnya tipis, ia akan matang dengan sangat cepat.
Angkat, tiriskan di atas rak kawat (wire rack), jangan ditumpuk agar uap tidak membuatnya lembek. - 9
Letakkan Schnitzel panas di piring saji, taburi sedikit peterseli cincang, dan letakkan potongan lemon di sampingnya. Hidangan ini biasanya disandingkan dengan Erdäpfelsalat (Salad kentang ala Austria yang menggunakan bumbu cuka, bukan mayones)
Kata kunci
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya



Komentar