Petulo

Petulo sering kali dianggap serupa dengan Putu Mayang dari Betawi, namun keduanya memiliki perbedaan mendasar pada tekstur dan bahan tambahan. Petulo lahir dari kreativitas masyarakat Jawa dalam mengolah tepung beras menjadi hidangan yang estetik. Nama "Petulo" sendiri konon berasal dari teknik pembuatannya yang "diulir" atau digulung melingkar. Di Jawa Timur, hidangan ini hampir selalu disandingkan dengan Serabi kuah santan dan menjadikannya paket komplit hidangan tradisional yang disebut "Serabi Petulo".
Petulo
Petulo sering kali dianggap serupa dengan Putu Mayang dari Betawi, namun keduanya memiliki perbedaan mendasar pada tekstur dan bahan tambahan. Petulo lahir dari kreativitas masyarakat Jawa dalam mengolah tepung beras menjadi hidangan yang estetik. Nama "Petulo" sendiri konon berasal dari teknik pembuatannya yang "diulir" atau digulung melingkar. Di Jawa Timur, hidangan ini hampir selalu disandingkan dengan Serabi kuah santan dan menjadikannya paket komplit hidangan tradisional yang disebut "Serabi Petulo".
Cara Membuat
- 1
Campur tepung beras, garam, gula pasir, dan santan dalam panci. Aduk rata hingga tidak ada yang menggumpal. Masak di atas api kecil sambil terus diaduk hingga adonan mengental dan kalis (tidak lengket di panci). Matikan api.
- 2
Pindahkan adonan ke wadah. Selagi adonan masih panas, masukkan tepung sagu sedikit demi sedikit. Aduk rata menggunakan sendok kayu hingga adonan menjadi lembut dan bisa dibentuk.
- 3
Bagi adonan menjadi tiga bagian. Satu bagian biarkan putih, satu bagian beri warna hijau, dan satu bagian lagi warna merah muda.
- 4
Masukkan adonan ke dalam cetakan petulo (alat tekan manual dengan lubang-lubang kecil). Lalu tekan alat sampai adonan keluar dari lubang kecil. Letakkan di atas daun pisang yang sudah diolesi sedikit minyak.
- 5
Panaskan kukusan. Kukus petulo selama 15–20 menit dengan api sedang. Alasi tutup kukusan dengan serbet agar air tidak menetes ke adonan. Angkat dan dinginkan.
- 6
Kinca: Rebus santan, gula merah, gula pasir, garam, dan daun pandan. Masak hingga mendidih dan gula larut. Saring kuah agar bersih dari ampas gula merah dan daun pandan.
- 7
Santan Kanil: Rebus santan kental, garam, dan pandan sebentar saja hingga mendidih (jangan sampai pecah). Ini akan menjadi siraman penyeimbang rasa.
- 8
Letakkan Petulo di mangkuk, siram dengan kuah kinca hingga setengah terendam, lalu berikan 1-2 sendok makan Santan Kanil tepat di atasnya.
Tips
1. Saat memasak adonan awal, pastikan api kecil agar bagian bawah tidak gosong. Adonan harus benar-benar kalis sebelum dicampur sagu.
2. Memasukkan tepung sagu saat adonan tepung beras masih panas adalah kunci agar petulo tidak keras saat sudah dingin.
3. Jika tidak memiliki cetakan petulo tradisional (kuningan/kayu), Anda bisa menggunakan cetakan press untuk cendol. Hindari piping bag plastik karena adonan petulo cukup berat dan berisiko merobek plastik.
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya



Komentar