Coklat Dubai Ekonomis Tanpa Pistachio Tanpa Coklat Couverture

KHUSUS untuk resep Coklat Dubai ini, saya langsung belajar ke Vlogger luar ya. Karena ini camilan overseas jadi lebih afdol jika langsung mantengin resep ke suhunya di @indiciouskitchen. Dari beberapa video yang sudah saya pelajari, Alhamdulillah yang paling cocok pake resep beliau. Karena tampilannya yang OK. Kemudian filllingnya itu sama sekali tidak menggunakan white chocolate, jadinya super melting dan gak bikin enek karena cangkang dan isiannya saling melengkapi, bukan yang sama-sama ada coklatnya.
Honestly, menurut saya hasilnya bener-benar lumer, dan isiannya itu pas, rasanya balance banget dengan chocolate shell-nya.
Bahkan meskipun resepnya sudah dimodif di sana-sini which is pistachio-nya diganti dengan kacang brul dan kacang mede, ternyata hasilnya masyaAlloh... beneran masih tetap enak. Wort it to try... trust me, it's just heaven! Kalian wajib coba deh.
Ok, especially for @indiciouskitchen thank you so much for the wonderful recipe given. Just keep inspiring. Again, thank you! 🥰
Dan buat teman-teman yang mau ikutan bikin, berikut ini resepnya, semoga bermanfaat ❤️
Coklat Dubai Ekonomis Tanpa Pistachio Tanpa Coklat Couverture
KHUSUS untuk resep Coklat Dubai ini, saya langsung belajar ke Vlogger luar ya. Karena ini camilan overseas jadi lebih afdol jika langsung mantengin resep ke suhunya di @indiciouskitchen. Dari beberapa video yang sudah saya pelajari, Alhamdulillah yang paling cocok pake resep beliau. Karena tampilannya yang OK. Kemudian filllingnya itu sama sekali tidak menggunakan white chocolate, jadinya super melting dan gak bikin enek karena cangkang dan isiannya saling melengkapi, bukan yang sama-sama ada coklatnya.
Honestly, menurut saya hasilnya bener-benar lumer, dan isiannya itu pas, rasanya balance banget dengan chocolate shell-nya.
Bahkan meskipun resepnya sudah dimodif di sana-sini which is pistachio-nya diganti dengan kacang brul dan kacang mede, ternyata hasilnya masyaAlloh... beneran masih tetap enak. Wort it to try... trust me, it's just heaven! Kalian wajib coba deh.
Ok, especially for @indiciouskitchen thank you so much for the wonderful recipe given. Just keep inspiring. Again, thank you! 🥰
Dan buat teman-teman yang mau ikutan bikin, berikut ini resepnya, semoga bermanfaat ❤️
Cara Membuat
- 1
MENYIAPKAN KATAIFI CRISPY. Potong-potong Kataifi dengan panjang sekitar 2 atau 3 cm. Lalu di dalam frying pan, panaskan mentega atau margarine. Masukkan Kataifi yang sudah dipotong-potong tadi. Masak dengan api sedang agak kecil hingga kuning keemasan. Durasinya sekitar 25 menit. Setelah dimasak dan kering, berat Kataifi jadi sekitar 150 gr.
- 2
MEMBUAT BUTTER PISTACHIO KW. Blender kacang hingga halus dengan menggunakan grinder.
- 3
Lalu tambahkan susu bubuk, dan gula halus. Blender hingga rata. Tambahkan minyak goreng. Proses hingga rata. Dan terakhir tambahkan secukupnya pewarna warna biru, sekitar 5 atau 6 tetes atau hingga menghasilkan warna hijau Olive yang mirip dengan hijau pistachio. Jika warnanya terlalu hijau, bisa dikoreksi dengan penambahan warna kuning oil based. Untuk pewarna oil basednya, saya menggunakan merek Kupu-kupu.
- 4
Proses kembali hingga halus dan tercampur rata. Jika kurang halus, bisa diblender ulang dengan blender jus ya.
- 5
Tuang ke dalam wadah, lalu tambahkan Tahini. Dan biarkan hingga benar-benar dingin. Karena biasanya setelah diproses blender, suhu butter atau selai olesnya ini akan menjadi hangat. Setelah benar-benar dingin, Butter Pistachio KW siap digunakan.
- 6
Berikutnya, campurkan semua bahan filling, yaitu Butter Pistachio KW yang sudah dingin, dan Kataifi Crispy yang juga sudah dingin. Aduk rata, sisihkan.
- 7
Siapkan cetakan coklat. Saya pake cetakan Mika biasa yang aslinya itu 1 pc ada 2 lubang, cuma saya gunting jadi 2, biar mudah dihandle.
Buat motif dengan menggunakan sedikit coklat warna kuning dan hijau. Cipratkan dengan menggunakan sendok. Biarkan hingga set. - 8
Setelah coklat motif set, lelehkan coklat batang sesuai prosedur. Gunakan teknik tempering jika menggunakan coklat couverture. Kalau saya pake DCC biasa biar gak ribet.
Lalu tuangkan coklat ke dalam cetakan. Agar hasilnya berkulit dan merata, ratakan coklat dengan cara dibalik. Rapikan, dan biarkan hingga set. NOTE: Untuk cangkangnya jangan terlalu tipis ya, biar hasilnya tidak rawan patah. - 9
Setelah itu masukkan isiannya hingga agak penuh. NOTE: isiannya disetting untuk 4 bars Coklat Dubai, jadi tinggal dibagi jadi 4 bagian ya, masing-masing sekitar 125 gr, CATAT.
Terakhir tutup kembali dengan coklat leleh hingga isiannya tertutup dengan sempurna. Biarkan hingga benar-benar set. - 10
Setelah coklat set, segera keluarkan dari cetakan. Agar mudah dikeluarkan dari cetakan, simpan di dalam freezer sekitar 10 menit, jangan lebih dari 10 menit ya agar hasil coklat tidak rawan terkondensasi dan berembun. Setelah itu balik pelan-pelan, dengan teknik ini coklat bisa keluar dengan lebih mudah dan tidak rawan patah. CATAT.
- 11
Kemas coklat sesuai selera. Kalau sudah dikemas, simpan di dalam box [SAYA PAKE BOX DONAT] di suhu ruang boleh, atau kalau mau lebih awet bisa disimpan di chiller. Selagi coklat masih enak dan masa expirednya belum habis, isiannya dijamin tetap kriuk kres ya karena sama sekali tidak mengandung air. CATAT.
Ini sebagian saya potong-potong per satu bar, dan dikemas satu-satu biar lebhih simple makannya. - 12
Lumernya mirip banget dengan yang asli ya.. Creamy-nya asli dari Tahini dan Butter, no white chocolate added. Perfectly delicious..
[AKTIFKAN SUARA DI SETTINGAN COOKPAD, AGAR BISA MENDENGARKAN SUARA "CRACK" dari coklat Dubai 🤣] - 13
👉1 Resep ini jadi 4 Bars coklat Dubai, dengan menggunakan cetakan ukuran 16.5 x 8.4 cm dan Tinggi 1.9 cm dengan berat masing-masing kurleb 280 gr. After being calculated, untuk modal pokok coklat Dubai KW ini adalah Rp. 17.225 per 1 bar. Ini belum termasuk kemasan, juga biaya listrik untuk memblender bahan. Dengan hasil yang sangat WOW dan enak luar biasa, jujur coklat Dubai KW ini bener-bener murah meriah, dan cocok banget untuk ide jualan ya.
- 14
Jika djual, idealnya per 1 bar itu dibandrol dengan harga Rp. 50.000 s.d Rp. 70.000 saja. Untungnya berlipat-lipat karena butuh skill, tenaga & menguras banyak waktu. BTW saya pernah beli Coklat Dubai lokal homemade di OL shop dengan ukuran jauh lebih kecil, berat sekitar 80 gr, itu dibandrol Rp. 35,000 [isiannya cuma sedikit dan seperti ada campuran kacang lain karena warnanya kuning dan coklatnya agak tipis], jadi emang pasaran untuk coklat Dubai lokal segitu ya. CATAT
Lampiran Resep
Cooksnap
Pencarian Teratas di
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya





































Komentar (10)