Gulai Daun Singkong dan Jengkol

#ibukupelindungsetia #warisanibu #cookpadcommunity_bandung
"Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung". Itulah peribahasa urang minang yang terkenal sebagai perantau ulung. Hal inilah yang diterapkan mama kepada anak anak nya. Sampai ke hal makanan pun, dimeja makan selalu tersedia masakan kampung halaman. Kadang kadang mama juga masak masakan seperti sayur asem atau oncom karena kami pernah belasan tahun merantau di Jawa tetapi tetaplah lidah ini sudah terbiasa dengan masakan kampung halaman seperti rendang, asam padeh, dendeng, gulai dll. Nah,, menu paripurna mama alias madonanya masakan mama yaitu jariang alias jengkol. Dalam seminggu minimal 1 kali (minimal loh yaaa...) mama masak jengkol, mau itu di kalio, di rendang, di balado atau digulai seperti ini udah khatam lah pokoknya 😅. Dulu waktu masih abege (cie abegeeh...) saya sempat protes kenapa sih mama ga bosen bosen masak jengkol (yaahh namanya juga abege, masih gengsian kalo makan yang beraroma aroma gini 😁). Trus mama punya segala cara buat anaknya tertarik dan terpikat, salah satunya dengan bilang "ini enaak, rasanya kaya daging" 😂 (duh kasian kan si daging jadi kebawa bawa padahal ga salah apa apa 😅). Sekarang giliran jauh dari mama dan sudah jadi emak emak gini malah doyan sama jengkol (walaupun ga sesering mama sih masaknyaa 😂). "Selamat hari ibu" mama, masakan mama akan selalu jadi warisan yg tak kan lekang oleh waktu ❤ .
Gulai Daun Singkong dan Jengkol
#ibukupelindungsetia #warisanibu #cookpadcommunity_bandung
"Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung". Itulah peribahasa urang minang yang terkenal sebagai perantau ulung. Hal inilah yang diterapkan mama kepada anak anak nya. Sampai ke hal makanan pun, dimeja makan selalu tersedia masakan kampung halaman. Kadang kadang mama juga masak masakan seperti sayur asem atau oncom karena kami pernah belasan tahun merantau di Jawa tetapi tetaplah lidah ini sudah terbiasa dengan masakan kampung halaman seperti rendang, asam padeh, dendeng, gulai dll. Nah,, menu paripurna mama alias madonanya masakan mama yaitu jariang alias jengkol. Dalam seminggu minimal 1 kali (minimal loh yaaa...) mama masak jengkol, mau itu di kalio, di rendang, di balado atau digulai seperti ini udah khatam lah pokoknya 😅. Dulu waktu masih abege (cie abegeeh...) saya sempat protes kenapa sih mama ga bosen bosen masak jengkol (yaahh namanya juga abege, masih gengsian kalo makan yang beraroma aroma gini 😁). Trus mama punya segala cara buat anaknya tertarik dan terpikat, salah satunya dengan bilang "ini enaak, rasanya kaya daging" 😂 (duh kasian kan si daging jadi kebawa bawa padahal ga salah apa apa 😅). Sekarang giliran jauh dari mama dan sudah jadi emak emak gini malah doyan sama jengkol (walaupun ga sesering mama sih masaknyaa 😂). "Selamat hari ibu" mama, masakan mama akan selalu jadi warisan yg tak kan lekang oleh waktu ❤ .
Cara Membuat
- 1
Rendam jengkol semalaman untuk mengurangi baunya, buang air dan kulitnya dan bilas bersih. Rebus sampai agak empuk (saya direbus dengan daun salam dan sereh untuk mengurangi bau). Tiriskan. Geprek tapi jangan sampai hancur ya 😁.
- 2
Rebus daun singkong sampai empuk dengan ditambah sedikit garam, tiriskan.
- 3
Tumis bumbu halus sampai harum, tambahkan daun salam, daun jeruk, daun kunyit dan sereh. Masukkan air dan kara instan. Setelah mendidih baru masukkan jengkol dan daun singkongnya. Tambahkan garam, gula dan kaldu jamur/bubuk. Masak sebentar sampai bumbu meresap, koreksi rasa. Sajikan.
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya






Komentar