Nasi Katok Brunei Darussalam

𝗕𝗶𝘀𝗺𝗶𝗹𝗹𝗮𝗵. 𝘔𝘦𝘳𝘩𝘢𝘣𝘢𝘭𝘢𝘳!
Melancong ke negara tetangga, Brunei Darussalam, untuk mencoba kuliner di sana. Dari banyak referensi yang saya baca dan lihat, masakan Brunei cenderung mirip dengan masakan negara-negara tetangganya. Meski begitu, masakan di sana tentu memiliki kekhasan sendiri.
Pilihan saya jatuh di Nasi Katok. Katok artinya ketuk. Jaman dulu katanya pembeli harus mengetuk jendela penjualnya dulu, saat mau beli. Menurut beberapa referensi, nasi katok dikembangkan pada tahun 1970an dan berkembang sampai sekarang jadi makanan populer di sana. Terdiri dari nasi (bisa nasi biasa, atau nasi gurih), ayam goreng dan sambal. Sederhana dan murah.
Dari beberapa referensi dan resep yang saya temukan, sambal nasi katok juga bermacam-macam. Ada sambal terasi, sambal cabe hijau, sambal cabe merah. Yang cukup mencolok, mereka cukup banyak menggunakan bawang bombay. Mereka juga menggunakan cabe besar, menjadikan sambalnya tidak terlalu pedas, jika dibandingkan dengan sambal Indonesia pada umumnya. Tapi mereka memberikan pilihan, bisa menambahkan cabe pedas jika mau pedas.
#CookingCommunityClass_BruneiDarussalam
#Melancong3C2526
#SalamKompakSelalu
#CookpadCommunity_Yogyakarta
#Kopijos
#Kopijos_Juli2026
#SelaluIstimewa
Nasi Katok Brunei Darussalam
𝗕𝗶𝘀𝗺𝗶𝗹𝗹𝗮𝗵. 𝘔𝘦𝘳𝘩𝘢𝘣𝘢𝘭𝘢𝘳!
Melancong ke negara tetangga, Brunei Darussalam, untuk mencoba kuliner di sana. Dari banyak referensi yang saya baca dan lihat, masakan Brunei cenderung mirip dengan masakan negara-negara tetangganya. Meski begitu, masakan di sana tentu memiliki kekhasan sendiri.
Pilihan saya jatuh di Nasi Katok. Katok artinya ketuk. Jaman dulu katanya pembeli harus mengetuk jendela penjualnya dulu, saat mau beli. Menurut beberapa referensi, nasi katok dikembangkan pada tahun 1970an dan berkembang sampai sekarang jadi makanan populer di sana. Terdiri dari nasi (bisa nasi biasa, atau nasi gurih), ayam goreng dan sambal. Sederhana dan murah.
Dari beberapa referensi dan resep yang saya temukan, sambal nasi katok juga bermacam-macam. Ada sambal terasi, sambal cabe hijau, sambal cabe merah. Yang cukup mencolok, mereka cukup banyak menggunakan bawang bombay. Mereka juga menggunakan cabe besar, menjadikan sambalnya tidak terlalu pedas, jika dibandingkan dengan sambal Indonesia pada umumnya. Tapi mereka memberikan pilihan, bisa menambahkan cabe pedas jika mau pedas.
#CookingCommunityClass_BruneiDarussalam
#Melancong3C2526
#SalamKompakSelalu
#CookpadCommunity_Yogyakarta
#Kopijos
#Kopijos_Juli2026
#SelaluIstimewa
Cara Membuat
- 1
Bumbui ayam dengan bumbu marinasi, hingga merata. Diamkan minimal 30 menit.
- 2
Campur bahan tepung bumbu. Aduk rata. Sisihkan.
- 3
Panaskan minyak secukupnya. Tumis bawang yang sudah dihaluskan, hingga matang, minyak terpisah dari bawang.
- 4
Masukkan cabe giling. Masak hingga mendidih.
Catatan: saat menghaluskan, saya menambahkan air di blender, jadi tidak perlu menambah air saat menumis. Jika menghaluskannya tanpa air, boleh tambah air sedikit saat cabe sudah mulai layu.
- 5
Masukkan asam jawa dan terasi. Lanjutkan memasak.
- 6
Tambahkan garam dan gula. Lanjutkan memasak hingga sambal matang. Koreksi rasa. Sisihkan.
- 7
Celupkan ayam di telur. Lalu celupkan di tepung bumbu. Kalau mau tebal, boleh diulangi 1x lagi. Diamkan ayam bertepung 10 menit, agar tepung menempel dengan baik.
- 8
Panaskan minyak banyak. Goreng ayam. Minyak harus banyak agar ayam terendam. Goreng hingga matang.
- 9
Siapkan nasi di piring saji. Beri ayam dan sambal. Siap disajikan. Umumnya nasi katok memang hanya disajikan seperti ini, tanpa lalapan sayuran.
𝘈𝘧𝘪𝘺𝘦𝘵 𝘰𝘭𝘴𝘶𝘯!
Kata kunci
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya
























Komentar