Nasi Boran / Sego Boranan

Resep ini adalah hasil wawancara dengan beberapa warga asli Lamongan, setelah sebelumnya hanya mendapatkan senyum simpul sebagai jawaban dari ibu penjual nasi boranan 😢😅
Ternyata dari hasil wawancara tadi, jawaban nya beda2. Ada yang bilang pake bumbu jangkep, ada juga yang bilang ga perlu pake lengkuas dkk. Ada yang tambah kemiri, ada juga yang bilang ga enak kalo dikasih kemiri..
Ahaha... Yah, itu lah uniknya dunia memasak. Satu masakan, satu daerah tapi beda resep. Ga perlu saklek pada bumbu, sesuai selera.. Yang penting garis2 besar haluan masak boranan terpenuhi 😁
Nasi boranan, konon, tak dijual dimana pun kecuali di kota Lamongan. Sekilas penampakan nya seperti lauk dengan bumbu bali, tapi setelah diperhatikan dan dirasa, sama sekali beda. Kuahnya sangat kental, rasanya pun khas.
Beberapa ciri khas nasi ini adalah adanya lauk empuk yang terbuat dari terigu yang dibumbui dan difermentasi, sehingga rasanya sedikit asam. Ada pula gimbal pohong yang terbuat dari singkong parut berbumbu.
Kenapa disebut boranan? Karena para penjualnya memakai boran alias wadah berkaki pendek dari anyaman bambu untuk membawa nasi beserta lauk pauk nya, yang kemudian dipikul menggunakan selendang.
Oya, nasi boranan sebetulnya banyak pilihan lauk, seperti telur puyuh, dadar, ikan sili, ikan kutuk, ikan bandeng, tahu, tempe, ayam... Tapi dalam resep ini saya hanya menggunakan tempe dan ayam saja 😀
Satu lagi yang unik dari nasi boranan adalah sambal urapnya. Tidak dikukus ataupun mentahan, melainkan dipanaskan di atas kreweng (semacam lempengan dari tanah liat) yang dibakar. Tapi berhubung saya ga punya alatnya, jadilah pake metode sangrai :p
Nasi Boran / Sego Boranan
Resep ini adalah hasil wawancara dengan beberapa warga asli Lamongan, setelah sebelumnya hanya mendapatkan senyum simpul sebagai jawaban dari ibu penjual nasi boranan 😢😅
Ternyata dari hasil wawancara tadi, jawaban nya beda2. Ada yang bilang pake bumbu jangkep, ada juga yang bilang ga perlu pake lengkuas dkk. Ada yang tambah kemiri, ada juga yang bilang ga enak kalo dikasih kemiri..
Ahaha... Yah, itu lah uniknya dunia memasak. Satu masakan, satu daerah tapi beda resep. Ga perlu saklek pada bumbu, sesuai selera.. Yang penting garis2 besar haluan masak boranan terpenuhi 😁
Nasi boranan, konon, tak dijual dimana pun kecuali di kota Lamongan. Sekilas penampakan nya seperti lauk dengan bumbu bali, tapi setelah diperhatikan dan dirasa, sama sekali beda. Kuahnya sangat kental, rasanya pun khas.
Beberapa ciri khas nasi ini adalah adanya lauk empuk yang terbuat dari terigu yang dibumbui dan difermentasi, sehingga rasanya sedikit asam. Ada pula gimbal pohong yang terbuat dari singkong parut berbumbu.
Kenapa disebut boranan? Karena para penjualnya memakai boran alias wadah berkaki pendek dari anyaman bambu untuk membawa nasi beserta lauk pauk nya, yang kemudian dipikul menggunakan selendang.
Oya, nasi boranan sebetulnya banyak pilihan lauk, seperti telur puyuh, dadar, ikan sili, ikan kutuk, ikan bandeng, tahu, tempe, ayam... Tapi dalam resep ini saya hanya menggunakan tempe dan ayam saja 😀
Satu lagi yang unik dari nasi boranan adalah sambal urapnya. Tidak dikukus ataupun mentahan, melainkan dipanaskan di atas kreweng (semacam lempengan dari tanah liat) yang dibakar. Tapi berhubung saya ga punya alatnya, jadilah pake metode sangrai :p
Cara Membuat
- 1
🌼Nasi :🌼 Cuci beras, lalu masak bersama air hingga meresap dan air susut sambil sesekali diaduk. Angkat.
- 2
Siapkan dandang/alat pengukus. Isi dengan air secukupnya lalu tambahkan daun pandan, pasang sekatnya dan tutup dandang. Masak hingga air mendidih, lalu masukkan nasi aron. Lanjutkan memasak hingga matang kurang lebih selama 20 menit. Angkat.
- 3
🌼Sambal Boran:🌼 Cuci bersih beras putih lalu rendam dalam air panas selama 2 jam. Tiriskan. Setelah itu, haluskan beras menggunakan blender. Bisa ditambahkan sedikit air untuk mempermudah menghaluskannya. Sisihkan.
- 4
Panaskan minyak, tumis bumbu halus bersama serai dan daun jeruk purut hingga wangi.
- 5
Masukkan ayam dan tempe. Masak hingga ayam berubah warna. Tuang air dan bumbui dengan garam dan gula pasir.
- 6
Setelah setengah matang, masukkan kelapa parut. Masak kembali hingga benar2 matang.
- 7
Jika sudah matang, masukkan potongan daun bawang merah, aduk rata sebentar lalu tambahkan beras yang sudah dihaluskan. Masak hingga mengental. Saat dimasak, kuahnya memang hanya mengental sedikit, jangan khawatir karena nanti saat dingin dia akan menjadi lebih kental dengan sendirinya
- 8
🌼Empuk:🌼 Aduk rata tepung terigu, ragi instan dan bumbu halus sambil dituang air sedikit demi sedikit. Adonan memang kental ya.. Biarkan selama 40 menit agar terjadi fermentasi. Sisihkan.
- 9
Panaskan minyak, goreng empuk hingga kekuningan. Jangan sampai berwarna coklat karena hasilnya akan sedikit keras. Setelah berwarna kekuningan kedua sisinya, angkat dan tiriskan.
- 10
🌼Gimbal pohong :🌼 Campur dan aduk rata singkong, kelapa parut dan bumbu halus.
- 11
Bentuk bulat pipih lalu goreng hingga kecokelatan.
- 12
🌼Urap sayur :🌼 Haluskan bumbu lalu campur dengan kelapa parut. Sangrai hingga harum.
- 13
Rebus kacang panjang dan kangkung hingga matang, tiriskan. Kemudian campur rata dengan sambal urap. Sisihkan.
- 14
🌼Peyek Kacang :🌼 Cuci kacang tanah kupas, lalu belah menjadi dua bagian. Sisihkan.
- 15
Campur dan aduk rata tepung beras, tepung kanji dan bumbu halus sambil dituang air sedikit demi sedikit. Terakhir, masukkan kacang tanah kupas.
- 16
Panaskan minyak, olesi bagian dinding penggorengan dengan minyak. Lalu tuang 1 sendok sayur adonan di dinding penggorengan. Adonan akan mengalir kebawah sehingga menghasilkan peyek yang tipis.
- 17
Siram bagian adonan yang melekat di dinding penggorengan dengan minyak panas. Setelah setengah matang, adonan akan mudah dilepaskan dari dinding penggorengan. Goreng hingga berwarna kecoklatan. Angkat dan tiriskan.
- 18
Sajikan nasi boran selagi hangat ;)
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya





















Komentar (6)